Connect with us

Cek Fakta

Solusi Praktis Membuat Alat Penyaring Udara Sederhana Pengganti Tabung Oksigen, Cek Faktanya!

Published

on

[SALAH] Gambar "praktis .. bisa dicoba .. pengganti tabung oksigen"

BUKAN pengganti tabung oksigen. Alat di gambar tersebut hanya berfungsi untuk menyaring udara terkait kejadian kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015. Gambar yang sama diunggah di akun Twitter Kompas Muda pada 27 Oktober 2015.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
===========================================
Kategori: Konten yang Salah
===========================================

Akun Facebook Siomaypedass SumedangHoyong (fb.com/siomaypedass.sumedang) pada 1 Juli 2021 mengunggah mengunggah sebuah gambar infografik dengan narasi sebagai berikut:

Advertisement

“praktis .. bisa dicoba .. pengganti tabung oksigen”

Di gambar tersebut, terdapat narasi “SOLUSI PRAKTIS MEMBUAT ALAT PENYARING UDARA SEDERHANA”. Selain itu, terdapat petunjuk pembuat alat penyaring udara menggunakan aerator akuarium, selang, batu pemecah udara, dan dua botol bekas minuman.

Sumber: https://bit.ly/3qI822q (Arsip)
===========================================

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran, adanya gambar infografik cara pembuatan alat penyaring udara sederhana menggunakan aerator akuarium yang diklaim sebagai pengganti tabung oksigen merupakan klaim yang salah.

Advertisement

Faktanya, bukan pengganti tabung oksigen. Alat di gambar tersebut hanya berfungsi untuk menyaring udara terkait kejadian kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015. Gambar yang sama diunggah di akun Twitter Kompas Muda pada 27 Oktober 2015.

Dilansir dari akun Twitter Kompas Muda dan situs Kompas.id, infografik itu terbit pada 2015 dalam konteks tragedi asap. Alat tersebut berfungsi untuk menyaring udara dan bukan meningkatkan saturasi oksigen. Alat tersebut dibutuhkan karena saat itu banyak korban sesak napas akibat kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, terkait penggunaan alat seperti yang ditunjukkan di gambar tersebut sendiri sudah diklarifikasi di artikel berjudul [SALAH] Video “Membuat oksigen dengan aerator akuarium” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 3 Juli 2021.

Dilansir dari artikel tersebut, Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi di LIPI, Anto Tri Sugiarto, menjelaskan, alat tersebut tidak akan dapat menambah jumlah oksigen yang dihirup. Pompa aerator, dia berujar, hanya membantu mengirim udara ke saluran pernapasan.

Advertisement

Selain itu, Koordinator Kelompok Penelitian Otomasi Industri, Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, Hendri Maja Saputra mengatakan bahwa ia dan timnya sudah mencoba bereksperimen menggunakan alat seperti yang ditampilkan dalam video tersebut. Dari hasil pengukuran, udara yang dihasilkan alat tersebut tidak menunjukkan adanya peningkatan fraksi oksigen yakni masih sekitar 21 persen. Sedangkan untuk oksigen murni, fraksi oksigennya seharusnya mencapai di atas 90 persen.

Artinya, aerator atau alat yang dibuat dalam video viral tersebut, yang diklaim dapat digunakan pada pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen, menunjukkan bahwa fraksi oksigen yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Hendri menyimpulkan bahwa berdasarkan hasil uji yang dilakukan bersama timnya, alat aerator yang direkayasa untuk menghasilkan oksigen bagi pasien Covid-19 dalam video viral itu, artinya sama saja seperti kita menghirup udara bebas, karena nilai fraksi oksigennya sama saja.

Sementara itu, dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Prasenohadi menyampaikan, aerator sebenarnya alat yang digunakan di akuarium dan berfungsi untuk menghasilkan untuk menghasilkan gelembung udara agar udara dan oksigen dalam udara tadi terdifusi dalam air akuarium, membuat air akuarium kaya akan oksigen untuk pernapasan ikan dalam air. Sedangkan alat bantu pernapasan untuk manusia telah tersedia dan diproduksi dengan kualitas yang sesuai standar.

Meski belum ada kajian ilmiah, ia menduga alat tersebut hanya menghasilkan udara yang lebih dingin dan lembab. Kelembaban tersebut penting agar saluran napas tidak kering atau terjadi iritasi.

Advertisement

“Mungkin dampak negatif penggunaan alat ini tidak ada dan masih harus dibuktikan. Tetapi, jika alat ini digunakan oleh orang normal, maka saluran pernapasannya akan menjadi lebih lembab. Bahkan, mungkin akan timbul infeksi atau penyakit tertentu lainnya,” katanya.

REFERENSI
https://twitter.com/kompasmuda/status/658846604279939072 (Arsip: https://archive.ph/WcdJm)
https://twitter.com/kompasmuda/status/1410792470221234178 (Arsip: https://archive.ph/PDwAQ)
https://www.kompas.id/baca/ilmu-pengetahuan-teknologi/2021/07/02/mewaspadai-alat-oksigen-buatan-berbahan-aerator-akuarium
https://turnbackhoax.id/2021/07/03/salah-video-membuat-oksigen-dengan-aerator-akuarium/

Copyright ©

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer