Banten
Tahun 2017, Banten Rencanakan Bangun Rumah Sakit Jiwa

Pemprov Banten melalui Dinas Kesehatan berencana membangun gedung Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banten. Anggaran pembebasan lahan sudah direncanakan pada 2016 dan untuk fisiknya pada 2017.
“Sudah saatnya Banten memiliki RSJ sendiri. Ini agar kita bisa menangani penderita gangguan jiwa secara spesifik,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Sigit Wardojo.
Selain belum ada RSJ, provinsi paling barat Pulau Jawa ini juga masih minim sumber daya manusia untuk menangani pasien kejiwaan, yakni dokter spesialis jiwa.
“Kami memang belum punya dokter jiwa. Kebutuhan dokter jiwa, itu nanti ada standarnya. Kita bertahap dulu, membangun gedungnya, sambil menyiapkan SDM-nya,” tuturnya.
Asisisten Daerah (Asda) III Pemprov Banten, Sumawijaya menambahkan Banten sudah semestinya punya RSJ untuk menampung dan mengobati para penderita gangguan jiwa.
“Wacana membangun Rumah Sakit Jiwa untuk pengadaan tanah ini sudah masuk dalam anggaraan 2016 dan pada 2017 rencananya akan dimulai pembagunannya,” kata dia.
Pemprov Banten, kata dia, terus mendorong agar dibangun RSJ. “Insya Allah melalui Dinkes, 2017 ini bisa terlaksana. Untuk tanah sudah disiapkan,” kata Sumawijaya. (bbs/LLJ)
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026
Sport2 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak
Nasional3 hari agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib
Banten2 minggu agoHasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27
Sport4 hari agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Sport2 minggu agoPersijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1
Banten2 minggu agoSTAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”





































