Beredar pesan berantai aplikasi WhatsApp salah seorang wali murid siswa Sekolah Dasar (SD) Stella Maris BSD keluar dari group dan mengundurkan diri lalu memindahkan anaknya yang berinisial (V) ke sekolah lain lantaran berbeda prinsip dan rapor anaknya ditahan oleh pihak sekolah.
Dalam pesan tersebut alasan utama yang membuat dirinya mengundurkan diri dari sekolah internasional Stella Maris BSD karena, rapor anaknya ditahan oleh pihak keuangan dengan alasan belum membayar uang kegiatan.
“Rapor semester 1 anak kami ditahan oleh pihak keuangan sekolah dengan alasan kami belum membayar uang kegiatan. Menurut kami, rapor adalah hak anak dan aturan ini tidak mencerminkan identitas Sekolah dan Katolik,” ungkapnya dalam kutipan pesan tersebut.
Lebih lanjut, sebelum mengambil keputusan untuk mengundurkan diri keluar dari sekolah, dirinya sempat melakukan mediasi dengan pihak sekolah. Namun, pihak sekolah tetap bersikeras bahwa ini adalah soal transaksional yang harus membayar uang kegiatan supaya bisa mendapatkan rapor.
Di penghujung pesan, dirinya menuliskan bahwa tidak ada maksud untuk menjatuhkan reputasi Sekolah Stella Maris BSD, dia hanya berpesan agar sekolah terus berbenah supaya bisa menjadi institusi pendidikan yang terbaik untuk anak-anak semuanya.
Saat dikonfirmasi perihal kepada Kepala Kampus Stella Maris BSD Anastasia Uning menanggapi, rapor memang tidak dibagikan namun dibagikan melalui pdf karena pihak sekolah bertemu ke wali murid melalui Zoom Metting. Dan bagi yang belum mendapat rapor ada masalah terhadap pembayaran uang kegiatan.
“Memang kita menginformasikan tidak dibagikan, dibagikannya melalui Pdf, kan kita zoom metting pak, jadi ketemu ke wali muridnya melalui Zoom. Jadi kalau memang ada yang belum (Dikasih Rapor), lah sekarang gini pak, kalau dia belum tapi kita tau dia tidak bermasalah kita tau dong, tapi ini dia sengaja tidak mau (Bayar uang kegiatan) karena ini kan, kami juga lah bagaimana dong?,” ujar Uning saat diminta keterangan oleh awak media di Kawasan Sekolah Stella Maris. Rabu, (10/2/2021).
Uning menjelaskan, uang kegiatan yang dimaksud adalah senilai sejuta enam ratus ribu rupiah (Rp1,6 Juta) selama 1 tahun yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan virtual seperti; Character building, Pramuka, Virtual study tour, 17 Agustus, Hari Natalan, Masa Orientasi Sekolah (MOS) dan lain sebagainya.
Untuk diketahui bahwa kebijakan Sekolah Stella Maris BSD terkait penarikan uang kegiatan sekolah (ekskul-red) diduga berbenturan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.60/2011 tentang larangan pungutan biaya pendidikan oleh perguruan swasta tingkat ditingkat SD dan SMP. Terlebih di tengah situasi pandemi Covid 19. (red)
Hukum3 hari agoPresiden Prabowo dan Seskab Teddy Disebut Jadi Target Penyadapan, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap
Sport5 hari agoJadwal BRI Super League 2026/2027 Hari Ini, Minggu 1 November: PSIM vs Borneo FC, Persib vs Isenmulang FC, dan Garudayaksa FC vs PSS Sleman
Sport5 hari agoHasil Dewa United vs Persija 2-1, Shin Tae-yong Sebut Kekalahan Jadi Alarm untuk Macan Kemayoran
Sport5 hari agoPersita Pesta Lima Gol di Kediri, Carlos Pena Puji Karakter Dan Mental Pemain
Sport4 hari agoHasil Persib vs Isenmulang Kalteng FC 4-0, Luka Menalo Cetak Brace dan Pangeran Biru Raih Kemenangan Terbesar Musim Ini
Nasional3 hari agoQUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli
Hukum3 hari agoSejumlah Jenderal Polisi Dikabarkan Ditangkap, Mabes Polri Angkat Bicara
Nasional3 hari agoKonferensi Pers Polri soal Isu Penyadapan Presiden dan Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal Polisi








