Sinarmas World Academy Persiapkan Siswa Menjadi Generasi Pembelajar yang Tangguh di Masa Depan

By: Rabu, 3 Februari 2021

Ketidakpastian adalah satu-satunya kepastian yang ada, dan mengetahui bagaimana hidup dalam ketidakamanan (insecurities) adalah satu-satunya keamanan (security)” – John Allen Paulos

Dunia selalu berubah, tidak pernah konstan, terlebih lagi dengan adanya transformasi digital yang terjadi. Tapi tidak ada satupun yang siap dengan peristiwa yang terjadi di tahun 2020, yang mempercepat terjadinya perubahan secara drastis. Mengacu kepada laporan The International Labor Organization, hampir 300 juta pekerjaan beresiko hilang akibat pandemi virus corona, dan 40% nya diprediksi tidak dapat pulih. Situasi ini menyadarkan para siswa pada sebuah pertanyaan yang tak terhindarkan, “Apakah yang saya siapkan saat ini masih relevan pada saat saya lulus nanti?”

Sinarmas World Academy (SWA), sekolah bertaraf internasional yang berlokasi di BSD City, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menggelar acara tahunan Career Day atau Hari Karir pada Jumat, (29/1/2021) secara daring. Pembicara ternama dari berbagai bidang, diundang untuk berbagi pengalaman dan wawasan mereka kepada siswa siswi SWA tingkat SMP dan SMA. Jajaran pembicara yang diundang termasuk: Dr. Natalie Kuldell, BioBuilder Educational Foundation Instructor and MIT Department of Biological Engineering; Taswin Zakaria, selaku Presiden Direktur Maybank Indonesia; Taufiq Rahman, Pemimpin Redaksi The Jakarta Post; Antony Dirga, selaku CEO dari Trimegah Asset Management; dan Hayden Lui, sebagai pendiri EzeePasar.com.

“Kami sangat selektif dalam memilih pembicara, dan kami pastikan siswa dapat memahami dan mengambil makna penting dari setiap sesi pemaparan pengalaman pembicara. Selaku sekolah, kami berkomitmen membangun siswa memiliki jiwa pembelajar (lifelong-learner), tidak hanya sekedar untuk lulus saja dari jenjang SMA. Kemampuan berpikir tingkat-tinggi, kemampuan berinovasi, kemampuan berkreasi, dan nilai kemanusiaan yang tinggi para siswa dipupuk, dibina dan diasah untuk memastikan setiap dari mereka dapat meraih keberhasilan di masa depan,” ujar General Manager SWA Deddy Djaja Ria.

Stanislav, ketua koordinator acara Career Day SWA 2021, yang juga merupakan University Guidance Counselor (UGC) SWA, menjelaskan bahwa di SWA, pendampingan untuk mempersiapkan penerimaan universitas dimulai sejak kelas 6.

“Murid dibimbing untuk memikirkan tujuan mereka belajar, dan diajak memikirkan dampak positif apa yang ingin mereka berikan pada dunia. Benih pemikiran ini ditanamkan, dibina dan diterjemahkan ke dalam portofolio mereka yang kelak akan dipakai sebagai modal utama mereka untuk masuk universitas,” jelas dia.

Stanislav, yang menjadi satu-satunya konselor Indonesia yang mendapatkan penghargaan Yale Educator Award 2020, mengakui pentingnya siswa-siswi mendengar langsung pengalaman praktisi di berbagai bidang.

“Mereka mendapatkan kesempatan untuk mempelajari tentang berbagai pilihan karir di luar sana dan mendapatkan inspirasi meraih impian mereka melalui pengalaman kehidupan nyata dari para profesional sukses yang telah melewati banyak kesulitan, dan berhasil unggul di bidangnya masing-masing,” paparnya.

Callista, siswi kelas 11 di SWA, mengatakan bahwa hari karir ini sangat berarti baginya dan melalui kesempatan ini, dia dapat mengeksplorasi berbagai jalur karir yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

“Sebelumnya, saya tidak bisa membayangkan diri saya bisa terjun ke industri kreatif di masa depan, tetapi mendengarkan pemaparan dari seorang pembuat film benar-benar membuka mata saya, dan membekali saya dengan begitu banyak pengetahuan. Tidak hanya tentang industri film Indonesia, tetapi juga bagaimana peran sebuah industri dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dunia, seperti permasalahan pendidikan yang mulai dijawab melalui industri perfilman. Pengetahuan yang saya peroleh dari acara Career Day ini, sangat berharga dan akan membantu saya melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda,” jelasnya.

Siswa SWA lainnya, Keke, menyoroti hal lain, di samping materi yang disampaikan oleh para pembicara: keramahan, dan kerendahan-hati para pembicara membuat Keke sangat terkesan.

“Semua pembicara sangat rendah hati, terlepas dari pengalaman, pengetahuan, dan jabatan mereka yang luar-biasa. Saya belajar bahwa betapapun suksesnya kita, kita harus selalu rendah hati dan mau berbagi” katanya. Pesan yang senada disampaikan oleh seluruh pembicara: keterampilan teknis dan kepintaran saja tidak cukup, keterampilan interpersonal, dan karakter diri yang baik menjadi kunci kesuksesan di segala bidang.

Masa depan tidak dapat diprediksi, tetapi kita selalu dapat beradaptasi.

“Teknologi selalu berubah dan mengubah proses bisnis, tetapi tidak pernah benar-benar mengubah inti bisnis. Meski teknologi dikatakan telah disrupsi sistem perbankan, tapi itu hanya prosesnya, intinya tetap sama. Mengetahui apa yang penting akan membuat kita tetap relevan dan tak tergoyahkan.” jawab Taswin, saat ditanya bagaimana teknologi mendirupsi industri perbankan.

Pesan penting lainnya yang disampaikan oleh semua pembicara adalah pentingnya memiliki passion; untuk tidak pernah berhenti belajar, dan selalu memiliki rasa ingin tahu.

“Akan ada kegagalan dalam perjalanan, tetapi passion akan membuat kita menikmati apa yang dilakukan. Ingatlah selalu untuk bekerja keras, dan jangan takut gagal. Saat jatuh, bangkitlah dan melangkah lagi. Jangan lupa untuk menikmati setiap situasi perjalanan menuju kesuksesan. ” kata Antony.

Kesuksesan bukan sekedar memilih dan menjalankan karir, tetapi juga terkait dengan menanamkan nilai dan tujuan yang kuat dalam diri untuk melakukan apa pun di segala bidang yang dipilih. SWA terus membimbing siswa membangun pondasi nilai diri yang kuat, memupuk sikap positif dalam mempersiapkan mereka menjadi generasi pembelajar yang tangguh untuk menghadapi masa depan. (red/fid)


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *