Connect with us

Pemerintahan

Tangsel Giatkan Kampanye Makan Ikan

Pemerintah terus menggalakan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemari) yang telah dicanangkan sejak 2006 silam. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam spesiesnya dan kaya akan kandungan gizi berupa protein dan omega 3 yang mampu membantu proses perkembangan kecerdasan anak. “Makan ikan tidak akan pernah merugikan. Oleh karena itu mari kita terus giatkan makan ikan,” terang Walikota Tangerang Selatan – Airin Rachmi Diany, saat menyampaikan sambutannya dalam acara Gemari di halaman Kantor Kecamatan Setu,  Rabu, 20 November 2013.

Diakui Walikota Airin, daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini memang tidak memiliki laut. Akan tetapi, wilayah yang dipimpinnya itu masih memiliki 10 persen pertanian air. Bahkan tidak sedikit  juga telah banyak berkembang objek wisata pemancingan, seperti di  Kecamatan Ciputat, Setu, Pamulang dan Pondok Aren.

Demi menggalakkan konsumsi ikan, terang Walikota Airin, ketersediaan ikan harus terjamin. Dirinya mengimbau perlunya optimalisasi perikanan, termasuk bagi para kaum ibu untuk mau dan kreatif dalam mengolah hidangan ikan.  Sebab ikan dapat disajikan dalam beragam jenis menu sehingga  anak-anak menjadi tertarik dan tidak bosan makan ikan.

Advertisement

“Anak-anak kita cenderung makannya junkfood, mie instan, dan sebagainya yang tidak menyehatkan. Ini tantangan buat kita untuk mengubah kebiasaan itu,”  terang Walikota Airin.

Di tempat sama, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Banten – Maesaroh, mengatakan, tujuan gerakan ini antara lain untuk meningkatkan konsumsi makan ikan di Provinsi Banten. Menurutnya, program Gemari di Kota Tangerang Selatan terbilang berhasil. Hal ini ini dibuktikan dengan tingkat konsumsi ikan yang terus meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini.

“Kita memang belum berhasil mencapai target konsumsi ikan secara nasional. Mudah-mudahan tahun ini bisa tercapai,” ujar Maesaroh di tempat yang sama.

Maesaroh memaparkan, pada tahun 2011 Provinsi Banten menargetkan konsumsi ikan 23,59 kilogram perkapita pertahun. Di Kota Tangerang Selatan berhasil melampaui target dengan tingkat konsumsi mencapai 24,24 kilogram perkapita pertahun. “Namun pencapaian itu masih di bawah target nasional yang sebesar 31,43 kilogram pertahun.”

Advertisement

Tahun 2012, lanjut Maesaroh, konsumsi makan ikan di Tangerang Selatan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Target Provinsi Banten 25,09 kilogram perkapita pertahun, sedangkan realisasinya mencapai 25,33 kilogram perkapita pertahun. Namun, pencapaian itu masih jauh di bawah target nasional yang sebesar 34,69 kilogram perkapita pertahun.

Sementara itu, tahun 2013 Provinsi Banten menargetkan konsumsi ikan sebanyak 27,01 kilogram perkapita pertahun. Sedangkan target nasional sebesar 36,31 kilogram perkapita pertahun.

“Semoga realisasinya tercapai, bukan saja target provinsi, tetapi juga target nasional,” harapnya. Maesaroh juga menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir Provinsi Banten juga mengungguli provinsi lain di seluruh Pulau Jawa dalam hal makan ikan.

“Tingkat konsumsi kita nomor satu di Pulau Jawa. Ada kriterianya, yaitu tingkat konsumsi langsung rumah tangga 75 persen, luar rumah tangga 15 persen, dan yang tidak tercatat 10 persen. Sehingga konsumsi rumah tangga ini adalah yang terbanyak porsinya,” jelasnya.

Advertisement

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan – Siti Chadijah, menyatakan sepakat bahwa konsumsi ikan harus ditingkatkan. Salah satu caranya dengan turut meningkatkan budidaya ikan di kolam-kolam. “Tangsel itu punya banyak kolam pancing. Kata bagian kelautan kita punya 101 kolam pancing, misalnya seperti Pondok Rizki di Kecamatan Setu. Kita maunya akhir pekan orang Tangsel stay di Tangsel, seperti di kolam-kolam ikan karena potensinya banyak,” ajaknya. (TS)

Populer