Lifestyle
Tayangan Berita Bikin Anak Cemas? Ini 3 Cara Jitu untuk Menghadapinya

Berita di televisi menginformasikan segala macam kabar terkini. Mulai dari kondisi ekonomi, bencana alam, hingga kriminalitas, seperti kekerasan, pembunuhan, dan penculikan. Anda bisa jadi cemas melihatnya, namun bisa mengatasinya dengan baik. Namun, bagaimana dengan anak Anda? Bisa jadi anak merasa tidak aman, cemas, dan takut melihat tayangan berita. Lantas, bagaimana Anda menghadapinya? Cari tahu jawabannya berikut ini.
Kenapa anak merasa cemas melihat tayangan berita?
Berita bencana alam, kecelakaan, pembunuhan, pelecehan seksual, penculikan, dan kekerasan pada anak tidak hanya membuat Anda bergidik ngeri. Anak-anak yang melihat tayangan berita itu pun akan merasa cemas, khawatir, dan takut.
Anak usia di bawah 8 tahun cenderung belum bisa memahami perbedaan antara dengan fakta dan fantasi. Ini berhubungan erat dengan fungsi otaknya yang belum sempurna.
Saat melihat cuplikan kejadian yang mengerikan, tayangan tersebut akan terlihat sangat nyata di mata anak. Hal ini memungkinkan ia merasa berada pada situasi yang tidak menyenangkan tersebut.
Bukan hanya fungsi otaknya, kecemasan tersebut juga bisa timbul karena ia merasa hal tersebut bisa menimpa orang-orang yang mereka sayangi.
“Ma, kalau aku diculik gimana, ya?” atau “Ma, kalau nanti Papa kecelakaan begitu, gimana?” dan berbagai ungkapan ketakutan dan kekhawatiran lainnya.
Cara menghadapi anak yang cemas melihat tayangan berita
Melihat anak menjadi cemas dan panik akibat menonton berita, pasti membuat Anda khawatir. Namun, jangan ikut-ikutan panik.
Menunjukkan ketidaktenangan di hadapan anak, malah membuat situasi semakin parah. Untuk menghadapinya, Anda perlu mengendalikan diri Anda dan menunjukkan sikap yang tenang.
Lalu, ikuti beberapa tips berikut ini untuk menghadapi anak yang merasa cemas akibat menonton tayangan berita, antara lain:
1. Pastikan si kecil merasa aman
Anak yang cemas karena menyaksikan tayangan berita terjadi karena ia merasa dirinya dalam bahaya. Untuk mematahkan pemikiran tersebut, Anda harus membuatnya merasa aman.
Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk memastikan si kecil aman antara lain mendekatkan tubuh Anda padanya atau memberikannya pelukan hangat.
Kehadiran Anda—orang dewasa yang ia percaya dapat melindunginya—tentu akan menghalau rasa takut yang ia rasakan.
Setelah si kecil memastikan Anda selalu ada di sampingnya, jangan lupa untuk mengucapkan kalimat penenang, seperti, “Kan ada Mama/Papa, jangan takut, ya….”
2. Yakinkan si kecil akan baik-baik saja
Supaya rasa cemas anak yang muncul akibat menonton berita mereda, Anda mungkin perlu memberikan penjelasan mengenai berita tersebut.
Ingat jangan berbohong karena anak nantinya akan memercayai kekeliruan tersebut,. Jadi, Anda harus menyampaikan kebenarannya dengan jujur.
Misalnya, si kecil merasa cemas melihat berita mengenai bencana gempa bumi yang terjadi di luar pulau. Jelaskan padanya bahwa saat itu bencana ada di tempat yang jauh (misalnya).
Tenangkan pula si kecil dengan mengajaknya berdoa bersama. Tak hanya itu, bekali pula sang anak dengan kemampuan untuk menghadapi situasi demikian. Ajari untuk bersiap pada kondisi gawat darurat.
Selain itu, Anda mungkin juga perlu memberi tahu anak agar waspada menghadapi situasi yang asing. Misalnya, tidak menerima ajakan orang asing untuk menghindari penculikan.
Ajari untuk berhati-hati ketika menaiki kendaraan dan menyeberang jalan. Dorong pula anak untuk berani meminta tolong kepada orang yang lebih dewasa jika mengalami kesulitan.
3. Selalu awasi siaran yang ditonton anak
Hal paling penting yang bisa dilakukan untuk mencegah rasa cemas anak saat menonton tayangan berita adalah dengan mengawasinya. Sebagai orangtua, Anda sudah seharusnya memantau apa yang anak tonton.
Sebisa mungkin, Anda perlu menjaga agar anak tak terus dijejali dengan tayangan berita yang menyeramkan dan sadisme.
Siaran berita dapat muncul kapan saja, termasuk saat jadwal anak menonton TV. Jika berita tersebut muncul saat anak sedang menonton TV, alihkan perhatiannya.
Anda mungkin bisa mencarikan tayangan yang sesuai dengan anak Anda atau melakukan suatu pekerjaan bersama dengan Anda.
Terpenting, jangan biarkan anak menonton TV tanpa pengawasan Anda.
Kabartangsel.com
Sport2 minggu agoHasil Drawing League Cup 2026/2027
Sport2 minggu ago38 Peserta League Cup 2026/27
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Sport1 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoLeague Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final
Nasional5 hari agoGrand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik





































