Lifestyle
Tidur Bifasik Adalah Kebiasaan Bermanfaat, Tapi Jarang Dilakukan

Tidur adalah kebutuhan wajib yang harus ditunaikan setiap hari. Nah ketika mendengar kata tidur, yang hampir pasti terbayang adalah tidur di malam hari. Mungkin satu-dua kali curi waktu untuk tidur siang hanya kalau sempat. Padahal, membiasakan membagi jadwal tidur di siang dan malam hari itu banyak manfaatnya, lho! Pola tidur yang seperti ini namanya adalah tidur bifasik. Berikut ulasan lengkapnya.
Apa itu tidur bifasik?

Tidur bifasik adalah kebiasaan tidur dua kali dalam sehari, yaitu di malam dan siang hari.
Namun, tidur siang yang dimaksud di sini bukan hanya sebagai selingan sesekali atau sekadar untuk bayar “utang” tidur. Untuk Anda dapat menerapkan pola tidur bifasik, jadwal tidur siang harus dibuat rutin setiap hari.
Orang yang memiliki pola tidur bifasik biasanya tidur malam selama 5-6 jam dan tidur siang selama 20-30 menit setiap hari. Ada pula yang terbiasa tidur malam selama 5 jam dan tidur siang sekitar 1 sampai 1,5 jam setiap hari.
Bentuk lain dari tidur bifasik adalah membiasakan tidur selama 6-8 jam setiap malam, namun dibagi dalam dua shift. Misalnya, mulai tidur dari pukul 7-9 malam kemudian bangun sebentar dan lanjut tidur lagi dari pukul 12 hingga 6 pagi. Pola bifasik yang satu ini tidak memerlukan jadwal tidur siang.
Manfaat tidur bifasik


Pola tidur bifasik yang dilakukan dua kali sehari tampaknya masih kalah populer dibanding tidur sekali di malam hari. Ini karena selama matahari masih bersinar di atas kepala akan cukup sulit bagi kita, terutama bagi pekerja kantoran, untuk meluangkan waktu tidur siang.
Padahal, pola tidur bifasik diyakini memiliki lebih banyak manfaat ketimbang hanya tidur malam saja.
Berdasarkan banyak tinjauan penelitian, banyak orang merasa bahwa tidur bifasik membawa dampak yang baik secara fisik maupun psikis. Dilansir dari laman National Sleep Foundation, tidur siang memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan seperti:
Mengisi kembali energi yang hilang
Tidur siang bisa meningkatkan kinerja dan kewaspadaan otak. Itu sebabnya Anda akan lebih merasa bersemangat setelah bangun dari tidur siang yang nyenyak.
Namun, jangan terlalu lama. Tidur siang selama 15 sampai 20 menit saja sudah cukup untuk menyegarkan kembali tubuh dan pikiran Anda.
Jika terlalu lama, tidur siang justru bisa membuat Anda lemas dan pusing habis bangun.
Mengurangi stres
Jika dilakukan teratur, tidur siang barang sebentar saja bisa membantu mengurangi stres dan ketegangan yang dirasakan saat bekerja.
Untuk mendapatkan manfaat optimal, tidurlah setiap hari di waktu yang sama. Tepatnya antara pukul 13.00 sampai 15.00.
Di waktu setelah makan siang ini, kadar gula darah dan energi biasanya mulai menurun sehingga rasa kantuk mulai menyerang. Agar lebih cepat nyenyak, tidurlah di ruangan yang gelap dan tidak terlalu bising.
Meningkatkan suasana hati (mood)
Ketika Anda kurang tidur, bukan hanya rasa kantuk yang menyerang. Namun, mood pun biasanya jadi buruk dan Anda cenderung mudah marah.
Solusi yang paling tepat saat Anda kurang tidur sebenarnya adalah meluangkan waktu sebentar untuk beristirahat. Inilah mengapa pola tidur bifasik adalah hal yang perlu diterapkan dalam keseharian.
Jika dibandingkan dengan minum kopi, tidur siang sebentar menjadi cara melek yang lebih membawa manfaat. Tidur siang adalah cara alami untuk memulihkan energi dan mood.
Membantu penuhi kebutuhan tidur
Dengan rutin tidur siang pun Anda jadi akan lebih mudah memenuhi kebutuhan tidur harian Anda, yaitu 7-8 jam setiap hari. Anda pun akan terhindar dari risiko kurang tidur atau kebiasaan begadang hingga larut malam.
Jangan biasakan kurang tidur terus-terusan karena risikonya untuk kesehatan sama sekali tak sepele. Orang yang setiap hari kurang tidur berisiko tinggi mengalami:
- Kegemukan
- Penyakit kardiovaskular
- Penurunan fungsi kognitif otak
- Diabetes tipe 2
Yuk, mulai coba terapkan pola tidur bifasik demi kesehatan yang lebih baik!
Kabartangsel.com
Nasional2 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional2 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport2 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Bisnis2 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Sport2 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Bisnis2 minggu agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi
Bisnis2 minggu agoBank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove





































