Maraknya tindakan pelanggaran hukum di Indonesia, mendapat perhatian khusus dari Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto. Terlebih lagi, berbagai jenis pelanggaran itu justru kontra-produktif dengan banyaknya rencana positif pemerintah untuk seluruh warga negara Indonesia.
“Indonesia saat ini sebenarnya tengah berada dalam posisi hendak berdiri di kakinya sendiri. Tapi berbagai macam aksi kriminalitas yang menimpa masyarakat, justru menghalangi kebangkitan ini. Untuk itu, seluruh jajaran reserse dan kriminal dan Polri secara keseluruhan mesti meningkatkan lagi perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Selain melakukan antisipasi, seluruh jajaran mesti langsung menangani dengan segera jika masyarakat memberikan informasi terjadinya tindakan pelanggaran hukum di sekitar mereka, meski itu hanya sekedar indikasi dan dalam kondisi apapun juga,” ungkap Ari di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, (25/11).
Menurut Ari, mengintensifkan penggunaan saluran komunikasi dengan masyarakat bisa menjadi langkah awal antisipasi.
“Tekhnologi canggih saat ini sebenarnya sudah dalam genggaman tangan kita. Intensifitas komunikasi dengan masyarakat mesti mengalami peningkatan. Dengan itu pastinya akan sangat menguntungkan masyarakat. Akar budaya bangsa ini sebenarnya saling berkomunikasi,” ujar Ari.
Selain itu, masih menurut Ari, tekhnologi canggih juga memiliki sisi negatif yang mesti menjadi perhatian bagi seluruh jajaran Polri.
“Misalnya saja, saat ini begitu banyak kabar yang berseliweran di jejaring media sosial hingga aplikasi pengirim pesan terkait situasi dan kondisi keamanan di Indonesia. Ini sisi negatifnya. Tapi seluruh jajaran Polri bersama masyarakat justru bisa mengubahnya menjadi positif dan produktif, sebut saja dengan langsung melakukan klarifikasi,” kata Ari.
Masyarakat, tambah Ari, juga diharapkan kembali ke akar Indonesianya untuk mengatasi berbagai aksi yang pastinya menggangu kenyaman dan keamanan bersama.
“Menggiatkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling oleh masyarakat mulai saat ini, pastinya mampu menjadi pagar bagi kita semua, terlebih lagi dalam menghadapi penyusup yang berkeliaran dan hendak memancing di air keruh di lingkungannya. Polri, khususnya jajaran reserse dan kriminal, mulai saat ini juga mesti lebih intensif lagi dan berjejaring dengan kegiatan ini. Untuk itu, masyarakat dipersilahkan untuk melaporkan dengan segera jika kemudian ditemukan adanya aksi yang justru menggangu keamanan dan kenyamanan di lingkungan mereka,” tutup Ari. (mcbp/fid)
Banten4 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis4 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Bisnis4 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis4 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Nasional4 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis4 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis4 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Ajak Industri Kreatif Perkuat Kolaborasi Strategis











