Dalam masa transisi menuju kenormalan baru atau new normal, pemerintah terus berupaya mengkaji penerapannya agar tetap aman dari Covid-19. Oleh karena itu, itu masyarakat diminta untuk tetap produktif agar mampu mendorong pergerakan ekonomi, termasuk ekonomi syariah.
“Pemberlakuan tatanan baru membuat aspek kesehatan dan higienitas menjadi hal yang mutlak. Di sinilah peluang industri halal yang jika diterapkan secara baik, In Sya Allah dapat menjadi pilihan,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menjadi narasumber pada Webinar Nasional yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bertemakan “Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju New Normal Life”, Kamis (04/06/2020).
Lebih jauh Wapres mengimbau agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sebagian besar merupakan pelaku ekonomi syariah, dapat turut menyediakan berbagai produk dan jasa terkait kesehatan, seperti masker, hand sanitizer dan pelindung wajah (face shield).
Selain itu, lanjutnya, perubahan kebiasaan masyarakat perlu mendapat perhatian pelaku ekonomi syariah. “Contohnya, transaksi perbankan akan lebih fokus pada layanan internet banking, sementara pembelanjaan produk juga akan semakin fokus pada transaksi online,” terang Wapres.
Untuk itu, Wapres menekankan pentingnya beradaptasi sesuai kondisi. Pelaku ekonomi syariah harus bisa menyesuaikan diri dengan memanfaatkan teknologi digital dan transaksi online dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengungkapkan bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia melakukan refocusing dan realokasi anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN), serta pelebaran defisit. Hal ini ditujukan untuk memberikan keleluasaan dalam menangani permasalahan kesehatan serta menyediakan anggaran bantuan sosial yang cukup besar.
“Pemerintah juga memberikan stimulus, baik fiskal maupun non-fiskal serta memastikan anggaran tersedia untuk program pemulihan ekonomi,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Wapres berpesan agar semua pihak senantiasa menggelorakan dan mempromosikan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia agar terus berkembang dan mencapai potensinya, terutama dalam tatanan baru pandemi Covid-19.
Sebelumnya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Abd Haris, M. Ag mengatakan bahwa ekonomi Indonesia saat ini mengalami dampak yang begitu besar akibat pandemi Covid-19. Namun, ia meyakini bahwa ekonomi syariah berpotensi ikut memperbaiki situasi sulit ini.
“Bagaimana peran ekonomi syariah, terutama di Indonesia, bahkan mungkin pikiran-pikiran yang tumbuh dari ekonomi syariah ini akan menjadi solusi bagi ketangguhan-ketangguhan dari ekonomi seluruh umat manusia di dunia ini,” ungkapnya. (rls)
Sport6 hari agoKlasemen Akhir BRI Super League 2025/2026: Persib Juara, Persis Solo, Semen Padang, dan PSBS Biak Terdegradasi
Sport6 hari agoPersita Tangerang Akhiri BRI Super League 2025/26 di Posisi Ke-10 dengan Raihan 45 Poin
Nasional4 hari agoHadapi Era Digital, Dandim Manggarai Barat Tingkatkan Pengelolaan Website Resmi Kodim Lebih Aktif dan Informatif
Nasional6 hari agoUsai Presiden Prabowo Jadi Bahan Taruhan, Kementerian Komdigi Blokir Polymarket
Nasional6 hari agoMenhan Sjafrie Sjamsoeddin Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad
Bisnis5 hari agoSepanjang 2025, Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun
Pemerintahan4 hari agoIduladha 1447 H, Pemkot Tangsel Pastikan Pasokan Pangan Tetap Lancar
Pemerintahan4 hari agoSelain Hewan Kurban, Pemkot Tangsel Salurkan 10 Ribu Wadah Ramah Lingkungan













