Connect with us

Nasional

Kemenag Dorong PSGA Jadi Pusat Rujukan Nasional Gender dan Anak

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamarudin Amin, menegaskan bahwa Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus menjadi kekuatan strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan, mulai dari perlindungan anak, kesetaraan gender, ketahanan keluarga, pengentasan kemiskinan, hingga percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Hal tersebut disampaikan Kamarudin saat memberikan arahan pada Konsolidasi dan Konferensi Nasional PSGA PTKI yang digelar di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, PSGA tidak cukup hanya menjadi ruang akademik yang menghasilkan penelitian dan publikasi, tetapi harus mampu menghadirkan dampak nyata melalui hilirisasi riset dan keterlibatan aktif dalam isu-isu strategis nasional.

“PSGA adalah kumpulan akademisi dan ilmuwan yang seharusnya memberikan kontribusi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Isu gender dan anak merupakan agenda global yang terus relevan dan menjadi bagian dari SDGs, sehingga PSGA harus terkoneksi dengan gerakan dan lembaga internasional yang memiliki perhatian pada isu tersebut,” ujar Kamarudin.

Advertisement

Ia menegaskan, PSGA perlu memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), organisasi masyarakat sipil, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar dapat menghadirkan solusi konkret atas persoalan masyarakat.

Menurut Kamarudin, keterlibatan PSGA juga penting dalam merespons program-program strategis pemerintah yang berkaitan dengan perempuan dan anak, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan stunting, penguatan ketahanan keluarga, dan perlindungan anak.

“Ketika isu-isu besar menjadi perhatian publik dan berkaitan dengan tugas serta perhatian kita, PSGA harus menjadi bagian yang memberikan kontribusi dan respons. Kita tidak boleh merasa itu bukan urusan kita,” tegasnya.

Ia mencontohkan persoalan stunting yang masih menjadi tantangan besar Indonesia. Dengan prevalensi sekitar 19 persen, menurutnya, masalah tersebut harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan dan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Advertisement

“Kalau stunting tidak tertangani secara maksimal, kita akan menghadapi persoalan fundamental dalam membangun sumber daya manusia unggul dan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah,” katanya.

Selain stunting, Kamarudin juga menyoroti tingginya angka perceraian yang mencapai ratusan ribu kasus setiap tahun. Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan isu yang tidak kalah penting dibandingkan ketahanan pangan maupun ketahanan energi karena berdampak sistemik terhadap kemiskinan dan persoalan sosial lainnya.

“Ketahanan keluarga itu sama pentingnya dengan ketahanan pangan dan energi. Kalau keluarga rapuh, dampaknya akan melahirkan persoalan sosial baru yang besar,” ujarnya.

Ia berharap PSGA dapat menjadi pusat rujukan nasional, bahkan internasional, dalam pengembangan kajian dan praktik pengarusutamaan gender, perlindungan anak, serta kontribusi agama terhadap pencapaian SDGs.
“Eksistensi PSGA harus benar-benar berdampak dan dirasakan masyarakat. Sebab sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” tandasnya.

Advertisement

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas Anti Kekerasan sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa PSGA harus menjadi garda terdepan dalam mendampingi dan mengawal penyelesaian kasus kekerasan seksual maupun kekerasan berbasis gender di lingkungan kampus.

“PSGA harus menjadi garda terdepan. Sebelum sebuah kasus menjadi viral, harus ada penyelesaian yang baik di internal kampus dengan tetap mengedepankan keadilan dan perlindungan bagi korban,” tegas Suyitno.

Ia menjelaskan, Kementerian Agama saat ini telah mengembangkan sistem pelaporan berbasis digital yang memungkinkan penanganan kasus dilakukan secara cepat, transparan, dan terintegrasi.

Advertisement

Menurutnya, penguatan PSGA menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Program Kampus Bahagia Tanpa Kekerasan yang tengah dikembangkan Kementerian Agama.

“Program ini dimaksudkan untuk mengembalikan ruh pendidikan sebagai ruang kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, dan pembelajaran yang bebas dari kekerasan,” ujarnya.

Selain penguatan perlindungan perempuan dan anak, Amien Suyitno juga menekankan pentingnya transformasi peran perguruan tinggi agar semakin berdampak bagi masyarakat. Riset dan pengabdian masyarakat, menurutnya, tidak boleh berhenti pada kepentingan akademik semata, tetapi harus mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial.

“Kampus hari ini dituntut menjadi kampus yang berdampak. Jangan hanya banyak seminar dan workshop, tetapi harus menghadirkan kerja nyata yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” katanya.

Advertisement

Ia juga mengapresiasi berbagai praktik baik yang telah dilakukan PSGA di sejumlah PTKI dan berharap model-model pendampingan masyarakat tersebut dapat direplikasi secara lebih luas.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Sahiron, menegaskan bahwa konsolidasi PSGA merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya kesetaraan gender.
Menurutnya, sensitivitas gender harus menjadi bagian integral dari tata kelola dan kebijakan strategis perguruan tinggi.

“Program-program kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan harus menjadi bagian dari perencanaan kampus yang dapat dimonitor dan dievaluasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Aan Jaelani, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 48 PTKI dan tiga PTKIS dari berbagai daerah di Indonesia.

Advertisement

Ia menyebut antusiasme akademisi terhadap isu gender, keadilan, dan kemanusiaan terus meningkat. Hal itu tercermin dari 180 artikel ilmiah yang masuk dalam konferensi nasional PSGA tahun ini hanya dalam waktu sekitar dua pekan.

“Sebanyak 180 paper telah disubmit dalam waktu kurang lebih dua minggu. Ini menunjukkan besarnya perhatian dosen dan peneliti terhadap isu gender, inklusivitas, keadilan, kemanusiaan, serta perlindungan perempuan dan anak,” kata Aan.

Selain itu, sebanyak 30 jurnal PTKI berkolaborasi untuk mempublikasikan hasil konferensi, sementara 15 PSGA PTKI mempresentasikan praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah dilakukan di kampus masing-masing.

Aan menegaskan bahwa penguatan PSGA sejalan dengan gagasan Menteri Agama tentang Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu pendidikan yang menanamkan kecintaan kepada Tuhan dan diwujudkan melalui penghormatan terhadap sesama manusia tanpa membedakan jenis kelamin, usia, maupun kondisi fisik.

Advertisement

“Kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan serta anak merupakan bagian dari nilai ihsan dan kemanusiaan yang diajarkan agama. Karena itu, PSGA memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan perguruan tinggi,” ujarnya.

Konsolidasi dan Konferensi Nasional PSGA PTKI juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya KH Husein Muhammad, Nyai Nur Rofiah, Katrin Bandel, dan Nyai Masriyah Amva, serta menjadi forum penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan kampus yang aman, inklusif, bahagia, dan bebas dari kekerasan.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banten18 jam ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport3 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport3 hari ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport3 hari ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten3 hari ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan4 hari ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional4 hari ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport4 hari ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport4 hari ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan5 hari ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport5 hari ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport5 hari ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport5 hari ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport5 hari ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport5 hari ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Hasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027

Sport3 minggu ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta

Sport3 minggu ago

Hasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman

Sport3 minggu ago

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport5 hari ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport5 hari ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport5 hari ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional1 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport5 hari ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional1 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Politik1 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Populer