Kabartangsel.com- Profesi pemandi jenazah belakangan ini kian langka. Maka itu, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Pemulasaran Jenazah.
Kegiatan yang diikuti masyarakat ini dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Setu pada Rabu, 17 Juli 2019.
“Sekarang ini jarang sekali diketahui oleh orang awam, bahkan banyak yang takut untuk mempelajarinya. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat memperoleh pengetahuan tentang cara memandikan jenazah yang benar,” kata Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie.
Menurutnya sebagai seorang muslim dan muslimah, semua harus bisa cara memandikan jenazah dengan baik dan benar.
“Jangan takut untuk mempelajarinya karena kita semua nanti akan mati juga. Jadi tidak sia-sia untuk belajar tentang cara memandikan jenazah karena nanti kita bisa mempraktekkannya apabila ada orang terdekat kita yang meninggal dunia,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Tangsel berencana akan melakukan program penggratisan sarana dan prasarana kematian untuk masyarakat. Seperti kain kafan hingga penggali kubur.
“Kalau bisa setiap tahunnya kita adakan petugas mandi jenazah terbaik berprestasi. Dan hadiahnya umroh,” pungkasnya. (dkt)
Pemerintahan6 hari agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Serba-Serbi3 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport3 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis4 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum4 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara
Otomotif6 hari ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Jabodetabek4 minggu agoSama-sama Raih Warta Kota Awards, PAM Tangsel dan PAM Depok Berangkat dari Fondasi Berbeda
Tokoh3 minggu agoDirum Perseroda PITS: Agus Supadmo, Aktivis yang Memilih Pulang dan Bekerja untuk Kotanya














