Connect with us

Nasional

Wisata De Bale Cingkrong Lestarikan Permainan Tradisional

Kabartangsel.com, GROBOGAN–Peresmian wisata De Bale Cingkrong, Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi berlangsung meriah. Pembukaan wisata edukasi permainan tradisional tersebut dibuka Bupati Grobogan, Sri Sumarni dengan memotong pita dan penandatanganan prasasti kemarin.

Bupati dalam pembukaan tersebut memberikan apresiasi dan penghargaan wahana wisata yang dibentuk Pemerintah Desa Cingkrong setempat. Pariwisata yang dikelola oleh BUMDes setempat menjadikan geliat wisata Grobogan semakin meningkat. Pembukaan wisata tersebut juga dihadiri Forkopinda dan Kepala OPD terkait.

”Adanya wisata baru “De Bale Cingkrong” ini, mampu menjadi wisata mandiri yang dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat desa dari sektor pariwisata. Saya berharap bisa menjadi mesin penggerak dalam bidang usaha pariwisata, dan menjadi tonggak awal majunya wisata dan menambah rasa kepedulian akan pariwisata,” kata Sri Sumarni usai melihat wahana wisata terdiri dari permainan tradisional, angklung, dan naik bebek air secara langsung.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Bupati juga melihat arena outbond yang dikembangkan dan air kolam renang. Kemudian menjajal kuliner desa di wisata tersebut. Bupati menambahkan, wahana wisata De Bale Cingkrong merupakan salah satu upaya pengembangan pariwisata yang memiliki daya saing. Dengan adanya destinasi wisata baru ini, masyarakat harus siap menerima pengunjung dan memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran wisata dan menjaga keseimbangan alam agar destinasi wisata tidak rusak.

”Wahana wisata baru ini bisa menggugah wisatawan untuk mengunjungi serta menikmati berbagai destinasi wisata yang ada. Agar diminati, industri pariwisata secara periodik dikenalkan dan dipromosikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Kepala Desa Cingkrong, Jasmi mengatakan, pembangunan wisata De Bale Cingkrong dimulai awal Januari 2019. Pembuatan pariwisata yang terletak di belakang Balai Desa setempat menggunakan dana desa sebesar Rp500 juta untuk pembuatan BUMDes dengan luasan tiga ribu meter persegi.

”Konsepnya ada fun dan edukasi. Kita ada edukasi lalu lintas, dan kreatif batik. Untuk fun ya kami ada aneka permainan zaman dahulu. Ada pula dermaga cinta dilengkapi bebek gowes, kolam renang anak, dan arena outbond.” Dia mengaku kontribusi yang masuk akan dimasukkan kas desa dan perawatan. (jp)

Advertisement

Source

Populer