Politik
Ikhsan Modjo Sepi Isu Pemberitaan, Arsid Kencang Serang Airin Rachmi Diany

Ikhsan Modjo, tampaknya sedang kebingungan mencari isu baru untuk mendongkrak popularitasnya, sebagai calon Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) pada pilkada ini. Dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir, sosok yang diusung oleh Partai Demokrat tersebut, sudah kembali tidak terdengar kabarnya di dalam hiruk-pikuk pilkada Tangsel.
“Sepertinya tengah kebingungan mencari isu lagi. Karena saya mengamati, salah satu strateginya adalah mendongkrak popularitas melalui pemberitaan media,” ujar juru bicara Airin Rachmi Diany, Sonny Majid, Kamis (29/10/2015).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut semakin diperburuk dengan konflik yang berkembang di internal partai pengusung, yakni Partai Demokrat dan Gerindra. Ia mengaku menerima informasi, bahwa di tubuh Partai Gerindra melalui pengurus pusatnya untuk tidak mengarahkan suara dukungannya kepada Ikhsan Modjo yang berpasangan dengan Li Claudia.
“Saya mendengar informasi itu. Sudah barang tentu ini menjadi pekerjaan rumah buat Ikhsan Modjo dan Li Claudia. Kader Gerindra diberikan kebebasan untuk memilih pasangan manapun di Pilkada ini,” tegasnya.
Kondisi ini semakin diperburuk, lanjut Sonny, lantaran Partai Demokrat tempat Ikhsan bernaung, dikabarkan juga “kurang greget” mendukung Ikhsan. Entah apa alasannya, menurut dia, bukan ranahnya memasuki jauh persoalan tersebut.
Jangan sampai suara Ikhsan hanya di bawah 10 persen, ia menambahkan. Apakah kondisi itu menguntungkan Airin? Ditanya begitu Sonny tegaskan tidak mau gegabah. Airin menurutnya, masih fokus bersosialisasi sebagai calon walikota dan bekerja sebagai walikota jika sedang tidak cuti.
“Politik berubah setiap detiknya. Dan politik selalu membuka lebar terjadinya kompromi,” tegasnya.
Bagaimana dengan Arsid? Apakah masih menjadi pesaing terberat? Ditanya kembali demikian oleh wartawan, Sonny kembali menegaskan bahwa koalisi partai pengusung dan jaringan tidak pernah menganggap remeh pesaing-pesaing dalam pilkada ini, baik itu Ikhsan Modjo maupun Arsid. Karena menurutnya, dua rival tersebut pasti memiliki strategi masing-masing untuk kerja tim pemenangan.
Hanya saja ia menyayangkan praktik-praktik kampanye hitam yang masih dilakukan oleh pesaing, dengan mengumbar isu korupsi yang ditujukan langsung ke pribadi Airin.
“Informasi itu juga saya terima, tapi mungkin isu tersebut dianggap jitu oleh tim pemenangan lawan.” Sonny menyontohkan beberapa ucapan yang kerap dilontarkan tim pemenangan lain. “Masih mau dukung yang korupsi, yang suaminya korupsi.” Selain isu korupsi, rival juga memainkan isu-isu bernuasa etnis.
“Ini berbahaya kalau yang dibangun isu sentimen etnis. Bisa memicu kekisruhan,” tutupnya. (bc/kts)
Sport4 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Lengkap
Pendidikan4 minggu agoCreative Portfolio Showcase 2026, Terobosan SMK Budi Luhur dalam Penilaian Kompetensi Siswa
Banten4 minggu agoLamiPak Bersama Frisian Flag Resmikan Program Pengelolaan Sampah Kemasan Aseptik di Kabupaten Serang
Pendidikan4 minggu agoPahami Poin-Poin Perubahan Juknis Serdos Tahun 2026
Nasional3 minggu agoProf Asep Saepudin Jahar: Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Hijrah Bangsa Menuju Integritas, Keadilan, dan SDM Unggul
Nasional4 minggu agoHarga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Sport2 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi




















