Connect with us

Pendidikan

Pahami Poin-Poin Perubahan Juknis Serdos Tahun 2026 

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menerbitkan petunjuk teknis (juknis) baru untuk pelaksanaan sertifikasi dosen (serdos). Adanya penerbitan juknis baru tersebut tentunya menandai adanya perubahan juknis serdos.

 

Berikut informasi terkait poin poin perubahan juknis serdos tahun 2026 yang sudah dirangkum dari Parafrase Indonesia, sebuah platform yang membantu banyak dosen Indonesia dalam percepatan jabfung dan pemenuhan BKD dengan layanan konversi KTI

Apa Itu Serdos?

 

Advertisement

Sertifikasi Dosen (Serdos) adalah proses pemberian sertifikat profesi kepada dosen yang sudah melalui penilaian kompetensi akademik. Dosen di Indonesia wajib bersertifikasi. Sehingga ikut dalam serdos sifatnya juga wajib bagi dosen yang sudah eligible (memenuhi syarat).

 

Dalam proses serdos tersebut, dosen akan dinilai kompetensinya melalui 2 tahapan penilaian. Yakni penilaian internal yang mencakup penilaian empirik dan penilaian persepsi. Disusul dengan penilaian eksternal oleh 2 asesor serdos.

 

Advertisement

Dosen yang memenuhi kriteria lulus serdos maka nantinya akan menerima sertifikat profesi. Selanjutnya, dosen tersebut sudah berhak untuk menerima tunjangan profesi setiap bulan selama masih aktif menjalankan tri dharma. Sekaligus memenuhi persyaratan menerima tunjangan profesi tersebut.

Perubahan Perubahan pada Juknis Dosen Tahun 2026

 

Berkaitan dengan serdos, Kemdiktisaintek menerbitkan juknis baru melalui Kepmendiktisaintek No. 135/M/KEP/2026. Melalui penerbitan juknis baru ini, tentunya menjadi pengganti juknis serdos lama yang diatur di dalam Kepdirjendikti No. 53/B/KPT/2025.

 

Advertisement

Sekaligus ada sejumlah perubahan ketentuan dalam pelaksanaan serdos. Berikut beberapa perubahan juknis serdos sesuai regulasi terkini tersebut:

 

1. Persyaratan

Perubahan pertama ada pada aspek persyaratan. Pada juknis serdos lama, terdapat 6 poin syarat. Sedangkan di dalam juknis serdos terbaru yang mulai berlaku di tahun 2026 dikembangkan menjadi 7 poin persyaratan.

 

Advertisement

Salah satu perubahan syarat tersebut adalah, dosen yang sedang menjalankan Tugas Belajar tidak eligible ikut serdos. Selain itu, dosen diwajibkan memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik (dosen). Bukan lagi wajib memiliki masa kerja. Adapun rincian syarat serdos di tahun 2026 adalah sebagai berikut:

 

  1. Berstatus sebagai Dosen tetap dan memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);
  2. Memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik pada perguruan tinggi paling singkat 2 (dua) tahun;
  3. Memiliki jabatan akademik paling rendah Asisten Ahli;
  4. Tidak sedang tugas belajar dengan tidak melaksanakan tugas jabatan;
  5. Memenuhi Laporan Kinerja Dosen/Beban Kerja Dosen (LKD/BKD) 4 semester berturut-turut pada perguruan tinggi yang sama;
  6. Memiliki Sertifikat Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan/atau Applied Approach (AA) dari perguruan tinggi penyelenggara Program PEKERTI/AA yang ditetapkan Kemdiktisaintek;
  7. Memiliki sekurang-kurangnya satu karya ilmiah pada Jurnal Nasional Terakreditasi atau Jurnal Internasional bereputasi/terindeks dan tidak termasuk jurnal predator, sebagai penulis pertama/anggota atau sekurang-kurangnya hasil karya seni/budaya yang diakui oleh perguruan tinggi bagi dosen bidang seni/budaya.

 

2. Pemeringkatan

Perubahan juknis serdos yang kedua di tahun 2026 adalah terkait pemeringkatan. Lebih tepatnya terkait urutan pemeringkatan calon peserta serdos. Jika perguruan tinggi hanya bisa mengusulkan 5 dosen untuk ikut serdos.

 

Advertisement

Sementara aktual di lapangan ada 10 dosen yang eligible menjadi peserta serdos. Maka perguruan tinggi melakukan penentuan (eliminasi) dengan urutan pemeringkatan tersebut.

 

Pada regulasi sebelumnya, dosen dengan masa kerja didahulukan ikut serdos dibanding dosen difabel. Namun, pada juknis terbaru dosen difabel didahulukan dibanding dosen dengan masa kerja lebih lama (lebih senior). Adapun urutan pemeringkatan sesuai juknis terbaru adalah sebagai berikut:

 

Advertisement
  1. Jabatan akademik;
  2. Pendidikan terakhir;
  3. Dosen penyandang disabilitas;
  4. Masa kerja keseluruhan sebagai dosen Terhitung Mulai Tanggal (TMT) pengangkatan pertama dalam Jabatan Akademik Dosen.

 

3. Instrumen Penilaian

Poin ketiga yang menjadi perubahan juknis serdos terbaru adalah pada instrumen penilaian kompetensi kepribadian. Pada juknis serdos di tahun 2025 atau regulasi lama, instrumen yang dinilai dalam kompetensi kepribadian ada 2 aspek.

 

Sementara di dalam juknis serdos terbaru, dikembangkan lagi menjadi 4 aspek yang dinilai oleh rekan sejawat dalam penilaian persepsi. Sebagai perbandingan, berikut perbedaan antara juknis lama dengan yang baru:

 

Advertisement
Juknis Lama Juknis Baru 
Aspek dalam Kompetensi Kepribadian 
  1. Keteladanan dan konsistensi dalam kata dan tindakan.
  2. Kemampuan mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi.
  1. Keteladanan dan konsistensi dalam kata dan tindakan.
  2. Kemampuan mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi.
  3. Menunjukkan sikap dewasa dalam menghadapi situasi yang sulit
  4. Menunjukkan sikap profesional yang mencerminkan nilai etika akademik dan moral

 

4. Sanksi

Perubahan juknis serdos berikutnya adalah pada aspek sanksi. Sanksi diberikan kepada asesor, Panitia Serdos di PTUS, dan Panitia Serdos PTPS yang terbukti melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugasnya. Perubahan sanksi diberikan kepada asesor serdos dan Panitia Serdos PTPS.

 

Pada juknis lama, asesor yang melakukan pelanggaran diberi sanksi pemberhentian sementara sebagai asesor serdos dalam kurun waktu 1 tahun. Sedangkan pada juknis lama, asesor diberhentikan. Sehingga tidak ada penugasan lagi sebagai asesor.

 

Advertisement

Sementara sanksi untuk Panitia Serdos PTPS, pada juknis lama jika melakukan pelanggaran maka wewenang sebagai PTPS dicabut. Sedangkan pada juknis terbaru, diberikan sanksi tidak ditugaskan kembali sebagai PTPS. Sehingga tidak lagi menjadi PTPS untuk selamanya, bukan sekedar dicabut wewenangnya.

 

5. Ketentuan untuk Guru Besar (Profesor)

Perubahan juknis serdos berikutnya adalah untuk pemberian sertifikat pendidik kepada dosen dengan jabatan Guru Besar yang diangkat sebelum Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen berlaku.

 

Advertisement

Pada masa tersebut, profesi dosen belum ada regulasi terkait serdos. Sehingga dosen yang sudah menjabat Guru Besar sebelum tahun 2009 kemungkinan belum bersertifikasi (belum memiliki sertifikat pendidik).

 

Dalam juknis terbaru, dosen yang sudah menjadi Guru Besar dan belum bersertifikasi tersebut diberikan mekanisme khusus. Kemdiktisaintek atau pemerintah akan mengakui kompetensinya (diberi sertifikat profesi). Hanya saja dalam periode pembukaan serdos, dosen tersebut wajib melengkapi 3 dokumen berikut:

 

Advertisement
  1. Lembar Pengesahan khusus Guru Besar atau Profesor;
  2. Surat Keputusan Guru Besar;
  3. Penetapan Angka Kredit.

Percepat Eligible Ikut Serdos Bersama Parafrase Indonesia

 

Adanya perubahan juknis serdos, tentunya menuntut dosen di Indonesia untuk mempelajari dan memahaminya dengan seksama. Sehingga bisa ikut serta dalam proses serdos tanpa ada kendala berarti dan tanpa melakukan kesalahan.

 

Dosen yang masih mempersiapkan diri agar eligible menjadi peserta serdos. Maka bisa mempercepat pemenuhan syarat dengan menggunakan layanan dari Parafrase Indonesia. Yakni melalui layanan Konversi KTI menjadi buku monograf maupun Layanan Parafrase Penurunan Similarity Indeks.

 

Advertisement

Melalui layanan dari Parafrase Indonesia, dosen akan dibantu memenuhi BKD sebagai syarat serdos melalui penerbitan buku ilmiah. Bobot SKS penerbitan buku ilmiah sendiri terbilang tinggi. Sehingga mempercepat dosen memenuhi target BKD.

 

Sekaligus segera eligible menjadi peserta serdos karena berhasil memenuhi BKD dalam 4 semester berturut-turut di perguruan tinggi yang sama. Informasi lebih rinci mengenai layanan Parafrase Indonesia bisa mengunjungi website resminya.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sport2 jam ago

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul

Sport2 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta

Sport18 jam ago

Hasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027

Sport22 jam ago

Hasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027

Sport1 hari ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Sport1 hari ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman

Nasional2 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Terima 3 Tim Mahasiswa UB Termasuk Pembuat Rompi Anti Tantrum

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Pemerintahan2 hari ago

Pilar Saga Ichsan Tinjau Pembangunan Turap di Vila Pamulang, Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah

Pemerintahan3 hari ago

Komisi Informasi Banten Nilai Inovasi Pemkot Tangsel Semakin Meningkat

Jabodetabek3 hari ago

IPW Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo DPR

Kabupaten Tangerang3 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport3 hari ago

BRI Super League 2026/27 Siap Bergulir, I.League Tegaskan Target Tembus 10 Besar Asia

Sport3 hari ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Pemerintahan4 hari ago

DLH Kota Tangsel Gelar Uji Emisi Selama 3 Hari, Targetkan 1.500 Kendaraan

Pemerintahan4 hari ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Tangerang Selatan4 hari ago

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026, Bawa Karya “Ming Galih Gaya”

Pemerintahan4 hari ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Pemerintahan3 minggu ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan3 minggu ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan3 minggu ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan3 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Pemerintahan2 minggu ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Nasional5 hari ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional5 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional5 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Pemerintahan3 minggu ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Pemerintahan3 minggu ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Pemerintahan2 minggu ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Pemerintahan3 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Nasional2 minggu ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Techno2 minggu ago

3 Cara Kerja eSIM XL untuk Koneksi Tanpa Kartu Fisik

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor

Nasional5 hari ago

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari

Populer