Connect with us

Lifestyle

3 Kasus Pasien Positif COVID-19 yang Mengejutkan

Pasien bernama Tang (56) di Kota Anyue, Provinsi Sichuan, Tiongkok, didiagnosis positif COVID-19 setelah berkali-kali mendapatkan hasil tes negatif. Ada juga dua kasus positif lain yang tidak terprediksi sebelumnya. Bagaimana ini bisa terjadi? 

Tang ini telah melewati masa inkubasi dan dikarantina selama tiga minggu dan menjalani delapan kali pemeriksaan yang semuanya berakhir negatif. Baru di pemeriksaan ke sembilan, Tang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Hasil pemeriksaan dan tes COVID-19 yang janggal belakangan bukan hanya terjadi pada Tang. Di Jerman, dua orang dinyatakan positif COVID-19 padahal tak menunjukkan ada gejala apapun dan telah menjalani masa karantina. 

Seorang kakek 70 tahun di Hubei, Tiongkok, dinyatakan positif terinfeksi setelah terkena paparan dari pasien positif 27 hari lalu. Padahal masa inkubasi yang ditetapkan WHO hanya 14 hari.

Advertisement

Pasien negatif COVID-19 setelah 8 kali tes, positif di hasil ke-9

pasien positif covid-19

Tang bekerja sebagai pencuci piring di salah satu hotel di Chongqing. Ia kembali ke kampung halamannya di Anyue pada 23 Januari untuk merayakan Imlek bersama keluarganya.

Awal Februari, salah satu rekan kerja Tang didiagnosis positif terinfeksi COVID-19, hal ini membuat Tang harus dikarantina. Tang memulai dikarantina sejak 2 Februari dan menjalani serangkaian pemeriksaan dan pengamatan medis yang ketat.

Dalam kurun waktu 14 hari (7 hingga 21 Februari), Tang menjalani delapan kali pemeriksaan swab throat (pengambilan sampel mukosa tenggorokan). Dari sampel tersebut kemudian dilakukan uji lab Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan semua hasilnya dinyatakan negatif COVID-19.

Advertisement

Meski kedelapan hasil tes tersebut menyatakan negatif, tapi Tang mengalami pneumonia yang merupakan salah satu gejala infeksi COVID-19. 

Pada Jumat 21 Februari Tang dipindahkan ke rumah sakit lain di pusat kota Ziyang. Di rumah sakit ini kemudian Tang dinyatakan sebagai pasien positif terinfeksi COVID-19 setelah melakukan uji klinis lebih mendalam dan uji laboratorium ke-9.

Ini berarti hampir tiga minggu Tang melewati masa karantina dan baru dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Dua warga Jerman positif COVID-19 meski tak menunjukkan gejala

laboratorium coronavirus

laboratorium coronavirus

Hasil pemeriksaan dan tes COVID-19 yang janggal belakangan bukan hanya terjadi pada Tang. Di Jerman , ada dua orang pasien positif COVID-19 meski tak ada gejala dan telah melewati masa inkubasi di pusat karantina selama satu minggu.

Advertisement

Laporan ini tertulis dalam  New England Journal of Medicine oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Sebastian Hoehl dari Rumah Sakit Universitas Frankfurt.

Dua orang positif ini adalah bagian dari 126 warga Jerman yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok pada awal Februari, Sabtu (1/2). Mereka berhasil diterbangkan ke Frankfurt setelah lolos rangkaian screening tanda dan gejala COVID-19 seperti sakit tenggorokan, demam, pneumonia, batuk, pilek, diare, dan sakit otot.

Pada semua warga yang dievakuasi ini –kecuali satu orang yang menolak– pemerintah Jerman melakukan tes laboratorium pada sampel mukosa tenggorokan dengan metode RT-PCR.

Dari hasil tes tersebut dua orang dinyatakan positif COVID-19, dan herannya dua orang ini justru yang terlihat sedang dalam keadaan sehat walafiat. Untuk hasil yang lebih akurat, tim medis melakukan pengecekan ulang dan hasilnya tetap menandakan positif terpapar.

Advertisement

Dua orang ini adalah satu perempuan berusia 44 tahun dan satu laki-laki berusia 58 tahun. Mereka telah menjalani tujuh hari karantina, bahkan tetap tidak menunjukkan gejala sakit apapun setelah dinyatakan positif dan menjalani isolasi dan pengobatan. 

“Mereka tidak menjadi sakit dan salah satunya hanya mengalami ruam-ruam samar,” tulis laporan tersebut.

Fakta lainnya, sampel mukosa tenggorokan yang diteliti juga tumbuh di piringan laboratorium. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kedua orang ini tidak menunjukkan gejala sakit, tapi paparan virusnya berpotensi menginfeksi orang lain.

Dari hasil tersebut, Hoehl dan para peneliti menekankan bahwa proses screening berbasis tanda dan gejala tidak efektif dan mendeteksi COVID-19. Butuh pemeriksaan laboratorium yang komprehensif untuk menyatakan apakah seseorang pasien positif terpapar COVID-19 atau tidak.

Advertisement

Kakek 70 tahun positif COVID-19 tapi tidak menunjukkan gejala sampai hari ke-27

Kakek berusia 70 tahun di Provinsi Hubei, Tiongkok dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 tapi tidak menunjukkan gejala sampai pada hari ke-27. Kakek bermarga Jiang ini pada tanggal 24 Januari melakukan kontak dengan saudaranya yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. 

Dilansir Japan Times,  Jiang baru mengalami demam 27 hari kemudian yakni pada Kamis 20 Februari. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit dan langsung menjalan tes laboratorium. Sehari kemudian hasil tes keluar dan pasien Jiang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Kasus tak biasa ini menunjukkan fakta baru bahwa tanda dan gejala pada orang yang terinfeksi COVID-19 bisa muncul lebih dari masa inkubasi.

Parameter epidemiologis COVID-19 yang sudah ditetapkan Indonesia untuk periode inkubasi virus (waktu sejak terpapar sampai terjadi perkembangan gejala) virus diperkirakan antara maksimal 14 hari. Penetapan periode tersebut sedikit berbeda-beda untuk setiap negara atau organisasi.

Advertisement
  • Organisasi kesehatan dunia WHO menentukan periode inkubasi antara 2 sampai 10 hari.
  • China National Health Commission (NHC) memperkirakan masa inkubasi antara 10 hingga 14 hari.
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menentukan perkiraan antara 2 hingga 14 hari.

Dengan terjadinya kasus-kasus di luar teori ini beberapa negara dan organisasi meningkatkan masa inkubasi menjadi paling tidak 29 hari. Di antara mereka juga tetap melakukan tes laboratorium pada orang yang pernah berinteraksi dengan pasien positif atau yang dievakuasi dari Tiongkok. 

Sedangkan pemeriksaan swab throat dengan metode RT-PCR ini tidak dilakukan pada 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan. 238 Orang ini hanya melewati masa inkubasi dikarantina selama 14 hari.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Nasional4 jam ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif5 jam ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Interior Nyaman, Fitur Lengkap, dan Desain Gagah
Otomotif5 jam ago

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Desain Gagah dan Fitur Lengkap

Nasional6 jam ago

Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?

Nasional7 jam ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Nasional7 jam ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Nasional7 jam ago

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Nasional7 jam ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional7 jam ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Pemerintahan19 jam ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional21 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport1 hari ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis1 hari ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis1 hari ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis1 hari ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis1 hari ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis1 hari ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis1 hari ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis1 hari ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Populer