Bisakah Sariawan Menular Lewat Ciuman?

By on Jumat, 28 Februari 2020

Sariawan merupakan salah satu kondisi yang sering terjadi pada banyak orang. Terkadang rasa sakit akibat sariawan menimbulkan rasa tak nyaman, terutama saat mengonsumsi beberapa makanan dan minuman. Meski biasanya tidak menular dan akan hilang dalam beberapa hari, bagaimana jika orang yang terkena sariawan mencium orang lain? Apakah sariawan dapat menular lewat ciuman tersebut?

Apakah sariawan dapat menular lewat ciuman?

Sebenarnya, penularan sariawan bergantung pada jenis dan penyebab dari sariawan yang diderita.

Sariawan sendiri adalah luka yang terdapat pada mulut. Kemunculannya bisa terjadi di mana saja, mulai dari bibir bagian dalam, langit-langit mulut, gusi, lidah sampai tenggorokan. Namun pada beberapa kasus, sariawan bukanlah sekadar luka biasa. Sariawan juga bisa menjadi pertanda dari gangguan kesehatan yang lainnya.

Berikut akan dijelaskan tiga kondisi umum yang dapat menyebabkan sariawan serta kemungkinannya menular lewat ciuman.

1. Sariawan aphthous stomatitis tidak menular lewat ciuman

mencegah sariawan saat puasa

Aphthous stomatitis merupakan jenis sariawan yang paling umum dan lebih sering diderita perempuan. Luka yang ditimbulkan pun berbeda-beda, inilah jenisnya:

  • Sariawan kecil. Sariawan ini ditandai dengan lingkaran kecil berwarna putih dengan warna merah di tepinya. Luka sariawan ini tidak akan meninggalkan bekas dan bisa hilang dalam dua minggu tanpa diobati.
  • Sariawan besar. Bentuknya serupa dengan sariawan kecil, tapi dengan ukuran yang lebih besar mencapai satu sentimeter. Sariawan ini akan lebih lama disembuhkan dan menimbulkan rasa sakit yang membuat Anda tidak nyaman saat makan atau minum.
  • Sariawan herpetiform. Sariawan jenis ini berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang dapat menyatu menjadi area luka yang besar. Jenis luka ini paling jarang terjadi.

Sariawan jenis ini tidak akan menular lewat ciuman, karena kemunculannya datang dari faktor internal tubuh Anda sendiri seperti kurangnya asupan nutrisi seperti B12 dan zat besi atau masalah autoimun. Sariawan juga bisa muncul karena iritasi akibat tergigit dan menggosok gigi terlalu keras.

2. Cold sore

penyakit herpes

penyakit herpes

Cold sore merupakan kondisi yang muncul sebagai salah satu gejala penyakit herpes simplex. Biasanya, cold sore disebabkan oleh infeksi virus HSV-1. Sedikit berbeda dengan sariawan biasa, luka yang ditimbulkan karena penyakit ini berupa lepuhan berwarna merah yang nantinya akan pecah dan mengering. Sariawan biasanya akan sembuh dalam waktu seminggu atau lebih beberapa hari.

Jika sariawan yang Anda alami adalah dampak dari penyakit herpes, ciuman sebaiknya tidak dilakukan. Virus HSV-1 dapat menular dengan mudah melalui ciuman. Anda juga tidak boleh berbagi peralatan makan dan sikat gigi dengan orang lain.

3. Chancres sores

penyebab lidah sariawan

penyebab lidah sariawan

Chancres sores adalah sariawan yang timbul sebagai salah satu gejala awal dari infeksi penyakit sifilis. Berbeda dengan herpes, sariawan akibat sifilis ini menular lewat ciuman dan tidak terasa sakit sehingga banyak orang yang kerap salah mengira bahwa sariawan yang diderita merupakan jenis sariawan biasa.

Hal ini juga yang membuat penyakit sifilis sering kali terlambat untuk dideteksi. Ketika Anda melakukan ciuman dengan orang yang sedang sariawan akibat sifilis, Anda tidak akan langsung merasakan efek penularannya. Gejala biasanya baru muncul setelah 2-4 minggu terinfeksi bakteri.

Walaupun penularan sifilis melalui ciuman jarang terjadi, Anda tetap memiliki risiko terpapar bakteri. Apalagi jika ciuman yang dilakukan adalah deep atau french kissing. Risiko tertular sifilis yang dapat menimbulkan sariawan di mulut ini akan semakin meningkat.

Kesimpulannya, sariawan tidak akan tertular lewat ciuman jika penyebabnya adalah masalah internal pada kesehatan Anda. Namun, jika sariawan merupakan dampak yang ditimbulkan dari virus atau bakteri, melakukan ciuman malah akan menimbulkan masalah kesehatan lain.

Bila Anda tidak yakin akan jenis sariawan yang diderita, sebaiknya hindari melakukan ciuman dengan pasangan agar tidak menular. Tidak hanya sariawan, Anda juga sebaiknya tidak berciuman saat menderita penyakit yang mudah ditularkan seperti flu atau batuk.

Dengan ciuman intim selama 10 detik saja, Anda sudah bertukar sebanyak 80 juta bakteri dengan pasangan. Pastikan kesehatan dan kebersihan mulut Anda berdua sedang dalam kondisi yang baik ketika melakukannya.

Kabartangsel.com

Source