Pemerintahan
Dinas Pendidikan Tangsel Tingkatkan Kualitas Tenaga Pengajar

Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus meningkatkan kualitas tenaga pengajar di Kota Tangsel. Memasuki ajaran baru, Dinas Pendidikan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian (RPP) pada kurikulum 2013 untuk Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Mathoda mengatakan Bimtek ini sangat diperlukan oleh para guru di Tangsel agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi peserta didik di Kota Tangsel.
“Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2016 sesuai dengan Permendikbud Nomor 16 tahun 2014 tentang Kurikulum. Jadi Bimtek ini sangat penting bagi peserta didik,” tambahnya
Sementara itu, Kepala Seksi SMA Dinas Pendidikan Kota Tangsel Muslim mengatakan Bimtek RPP ini digelar untuk mempersiapkan tenaga pengajar atau guru terkait pelaksanaan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2016 sesuai dengan Permendikbud Nomor 16 tahun 2014 tentang Kurikulum. Kegiatan ini diiukuti oleh 60 tenaga pengajar.
“Dalam aturan Permendikbud Nomor 16 tahun 2014 pasal 3, menyebutkan satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan kurikulum 2013 mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan penyiapan pelaksanaan kurikulum 2013,” ungkap Muslim.
Tahun ini, lanjut Muslim, ditargetkan 10 mata pelajaran dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari kelas X, XI hingga XII. Pelajaran tersebut yakni, matematika, fisika, bahasa Indonesia, bahasa inggris, PKN, ekonomi, sosiologi, geografi, sejarah, dan seni budaya.
“Tahun kemarin kenapa ada pemberhentian mendadak pada kurikulum 2013 oleh mendikbud, sebab SDMnya masih banyak yang belum siap. Makanya sekarang kita betul-betul mempersiapkan guru-gurunya agar bisa dengan baik dan mengerti dalam melakukan kurikulum 2013,” tandasnya.
Para guru mata pelajaran ini menurut Muslim diberikan pemahaman tentang kurikulum 2013 oleh narasumber Heri Widiastono selaku Penanggung Jawab Pengembangan Kurikulum 2013 dari Pusat Kurikulum dan Pembukuan Kemendikbud. Sebenarnya, strategi pembelajaran pada intinya sama. Namun, harus didasari dengan 5M di dalam proses pembelajaran. 5M tersebut yakni mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasi.
“Jadi siswa harus dituntut untuk berbicara dan presentasi didepan kelas. Sehingga potensi yang ada didalam dirinya bisa terlihat. Siswa pun bisa menjadi berani dalam berbicara mengutarakan pendapatnya,” terangnya. (ADV)
Nasional2 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional2 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport2 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Bisnis2 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Sport2 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Bisnis2 minggu agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi
Bisnis2 minggu agoBank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove































