Cilegon
Rektor UNTIRTA Banten: Kualitas Guru Tentukan Mutu Pendidikan
Rektor UNTIRTA Prof. Sholeh Hidayat mengatakan pentingnya kualitas guru bagi penentuan mutu pendidikan, khususnya di Provinsi Banten. “LPTK sebagai tempat mendidik guru seharusnya memiliki peran yang besar dalam memajukan pendidikan nasional,” demikian pernyataan ini disampaikan Sholeh Hidayat saat membuka secara resmi lokakarya peningkatan kapasitas bagi instruktur PPG kerjasama LPTK Banten dengan USAID PRIORITAS, Sabtu, (12/17).

BAnten, KOTA SERANG – Mengawali sambutannya di depan dosen-dosen instruktur pendidikan profesi guru atau disingkat PPG, Rektor UNTIRTA Prof. Sholeh Hidayat mengatakan pentingnya kualitas guru bagi penentuan mutu pendidikan, khususnya di Provinsi Banten.
“LPTK sebagai tempat mendidik guru seharusnya memiliki peran yang besar dalam memajukan pendidikan nasional,” demikian pernyataan ini disampaikan Sholeh Hidayat saat membuka secara resmi lokakarya peningkatan kapasitas bagi instruktur PPG kerjasama LPTK Banten dengan USAID PRIORITAS, Sabtu, (12/17).
Acara yang diadakan selama tiga hari, 17-19 Desember 2015 diikuti oleh sejumlah dosen yang berasal dari dua lembaga terbesar pencetak guru di Banten, UNTIRTA dan IAIN SMH.
“Peserta lokakarya ini adalah dosen-dosen UNTIRTA dan IAIN SMH yang juga merupakan instruktur pelaksana sertifikasi guru,” ujar Rifki Rosyad, Koordinator Provinsi Banten USAID PRIORITAS.
Lebih lanjut Rifki menjelaskan tujuan spesifik lokakarya sebagai upaya memperkuat pelaksanaan pendidikan profesi guru di Banten.
“Secara khusus lokakarya ini bertujuan untuk mengarahkan dosen yang menjadi instruktur PPG untuk melaksanakan pembelajaran aktif. Kedua tentunya mengembangkan jurnal refleksi. Ketiga, para pendidik dilatih untuk mengembangkan pertanyaan tingkat tinggi bagi siswa. Selanjutnya, mereka mampu menyusun perangkat penilaian auntentik. Terakhir, kami berharap lokakarya ini mampu menyiapkan perangkat pembelajaran yang mumpuni bagi guru,” ujarnya.
Yayu Heryatun, Dosen IAIN SMH menuturkan pengalamannya sebagai dosen dalam mempraktikkan pembelajaran aktif.
“Awalnya menerapkan pembelajaran aktif itu tidak mudah. Namun strategi tersebut mampu membuat suasana perkuliahan terasa dinamis dan mendorong penyampaian materi yang efektif,” kata Yayu.

Yayu yang berperan sebagai fasilitator menambahkan, Lokakarya ini lebih dari sekedar teori, tetapi mereka sebagai peserta mempraktikkan langsung bagaimana penerapan pembelajaran aktif itu nantinya.
PPG merupakan program lanjutan yang harus ditempuh mahasiswa calon guru sebelum mengajar. Sebelum lokakarya, para fasilitator telah dilatih bersama oleh Kemristek Dikti dan USAID PRIORITAS di tingkat nasional pada awal Desember lalu.
“Harapannya adalah dosen yang telah mengikuti lokakarya ini dapat memfasilitasi kegiatan sertifikasi guru (sergur) lebih baik lagi,” ujar Dr. Naf’an Tarihoran, Spesialis Pelatihan Guru Provinsi Banten USAID PRIORITAS selaku ketua penyelenggara. (ris/fid)
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Lengkap
Nasional4 minggu agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Nasional4 minggu agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Sport4 minggu agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional4 minggu agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Bisnis4 minggu agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Sport4 minggu agoShin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Kepala Persija Jakarta untuk Musim 2026/2027




















