Kutil kelamin atau HPV adalah salah satu penyakit yang sering diabaikan oleh banyak orang. Beberapa menganggap kalau kutil tidak berbahaya sehingga kalau terkena tinggal dibersihkan saja. Selain itu, HPV juga dianggap tidak mudah menyebar meski sebenarnya penyebaran virus ini sangat masif dan hampir separuh orang dewasa berusia 19-45 tahun terinfeksi.
HPV yang menyebabkan kutil kelamin sejatinya sangat berbahaya meski tidak semuanya memberikan efek secara langsung. Oleh karena itu, kita wajib waspada dengan penyakit ini karena bisa saja menyerang diam-diam dan tidak Anda sadari. Coba simak 7 fakta kutil kelamin di bawah ini agar Anda lebih paham dan tahu bagaimana menjaga diri.
Kondom tidak melindungi dengan sempurna
Selama ini penyakit menular seksual selalu bisa dicegah dengan penggunaan kondom saat bercinta. Namun, kasus HPV cukup berbeda, meski menggunakan kondom, penyebaran virus HPV tetap bisa terjadi karena penyebab penyakit tidak hidup pada cairan kemaluan saja, tapi juga kulit, skrotum, dan area rambut kemaluan.
Jadi, meski menggunakan kondom sekali pun kalau saat foreplay terjadi kontak fisik secara langsung, penyebaran tetap bisa terjadi. Jadi, lebih berhati-hatilah saat bercinta khususnya dengan pasangan casual sex.
Penularan sering terjadi di dalam hubungan
Kalau salah satu pasangan pernah bercinta dengan orang lain sebelum menikah, kemungkinan penularan HPV bisa terjadi. Virus bisa dorman di dalam tubuh dan akhirnya tumbuh saat daya tahan melemah.
Kalau salah satu pasangan mengidap HPV, kesempatan penularan akan semakin besar. Jadi, sebelum menikah lebih baik saling memeriksakan diri agar tahu kondisi kesehatan dari pasangan.
Bisa menyebabkan banyak kanker
Selama ini kita tahu kalau kutil kelamin dan HPV erat hubungannya dengan kanker serviks. Itulah kenapa pemeriksaan seperti pap smears harus dilakukan secara rutin oleh wanita yang memasuki usia subur atau sudah aktif secara seksual.
Selain kanker pada serviks, ternyata virus juga menyebabkan kanker vulva, anus, vagina, dan penis. Jadi, hal terburuk selalu ada kalau terkena HPV.
Merokok bisa memperbesar terbentuknya kanker
Saat sedang merokok setiap hari, radikal bebas dan racun yang ada di dalamnya bisa membuat daya tahan tubuh menurun. Daya tahan yang menurun membuat pria atau wanita rentan terkena infeksi HPV yang sudah dorman di dalam tubuh.
Vaksin HPV tidak hanya untuk wanita
Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks selama ini selalu dianggap untuk wanita saja. Padahal vaksin ini juga tersedia untuk pria khususnya yang sudah mulai remaja dan aktif secara seksual.
Dengan vaksin ini kemungkinan terkena HPV akan menurun. Meski beberapa strain masih bisa masuk, tapi kemungkinan dieliminasi oleh antibodi akan tinggi.
Pap smears harus dilakukan secara rutin
Pap smears adalah pengecekan ada atau tidaknya sel kanker di dalam serviks. Metode ini harus dilakukan berkali-kali selama wanita masih subur. Pemeriksaan rutin dibutuhkan untuk menghindari virus masuk dari strain yang tidak memiliki vaksin.
Tidak ada obat untuk HPV
Tidak ada obat untuk HPV secara umum. Yang ada adalah obat untuk mengobati dampaknya atau mengurangi efeknya pada tubuh. Sekali tubuh terkena virus, siapa saja akan memiliki HPV meski tidak semau virus langsung menyerang dengan kuat dan memberikan efek yang besar. Kalau daya tahan baik, virus akan dorman atau tertidur.
Semoga ulasan tentang HPV di atas bisa Anda gunakan sebagai acuan untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Pemerintahan7 hari agoWakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Resmikan Rumah Pastori GPIB Jurang Mangu
Pemerintahan7 hari agoSekda Bambang Noertjahjo Tegaskan Pentingnya Penguatan dan Inovasi Layanan BLUD Kesehatan di Tangsel
Nasional7 hari agoMomen Wapres Gibran Rakabuming Raka Dampingi Presiden Prabowo pada Rapat Kerja Pemerintah
Hukum7 hari agoPolsek Pagedangan Polres Tangsel Dampingi Pemasangan Larangan Buang Sampah di TPS Ilegal Jatake
Nasional7 hari agoKemhan Siap Dukung SDM Program Prioritas Presiden
Banten7 hari agoPetani Muda Banten Diberangkatkan Magang ke Jepang, DPRD Banten Dukung Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian
Nasional7 hari agoPenerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah Rumah Zakat Tembus Rp468 Miliar di Tahun 2025
Bisnis7 hari ago96 Persen Masyarakat Jarang ke Dokter Gigi, Pepsodent Luncurkan Program Dentfluencer














