Bisnis
VIVA Apotek Perkuat Ekosistem Layanan Kesehatan Terintegrasi untuk Keluarga Indonesia

VIVA Apotek terus memperkuat posisinya sebagai mitra kesehatan terpercaya bagi keluarga Indonesia.
Keberhasilannya dalam menjangkau konsumen perempuan yang mewakili 64% dari total pelanggan dan merupakan pengambil keputusan utama dalam rumah tangga menunjukkan relevansi brand ini di tengah kebutuhan kesehatan yang terus berkembang.
“Kami tumbuh bersama masyarakat. Fokus kami adalah menghadirkan solusi kesehatan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga menyeluruh dan terstandar,” ujar Ni Ketut Sukartiwi.
Hal itu disampaikannya dalam forum diskusi bertema “Urgensi Transformasi Layanan Kesehatan: Ekosistem Terintegrasi dari Apotek Hingga Klinik”, yang diselenggarakan baru-baru ini di Jakarta.
Dalam forum tersebut, Ketut Sukartini memaparkan arah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem layanan kesehatan yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.
VIVA Apotek mengedepankan pendekatan end-to-end melalui pengembangan ekosistem layanan terintegrasi, dimulai dari distribusi farmasi (PBF), apotek ritel, praktek dokter, konsultasi online, hingga klinik kecantikan.
Transformasi digital turut menjadi pondasi penting, dengan pemanfaatan media sosial untuk edukasi kesehatan, layanan e-commerce, hingga fitur live shopping yang menjadikan VIVA Apotek salah satu Top 10 Health Outlets di platform e-commerce terbesar Indonesia.
Di tahun ini VIVA Apotek menargetkan ekspansi ke kota-kota dengan kebutuhan layanan kesehatan yang tinggi.
Strategi ini didukung oleh penguatan operasional toko fisik, peningkatan kapabilitas digital, serta belanja modal yang terukur untuk pengembangan jaringan dan infrastruktur.
Transformasi yang dijalankan VIVA Apotek diharapkan secara langsung membawa dampak positif bagi masyarakat luas.
Akses terhadap layanan kesehatan menjadi lebih mudah, baik secara fisik melalui jaringan apotek dan praktek dokter, maupun digital lewat platform online yang dapat diakses dari mana saja.
Integrasi layanan mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit, perawatan diri, dan pemantauan kesehatan secara berkala.
Hal ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat secara menyeluruh, bukan hanya dalam pengobatan tetapi juga dalam gaya hidup preventif dan proaktif terhadap kesehatan.
Menyinggung soal eksistens, dipaparkan bahwa ketahanan dan pertumbuhan VIVA Apotek tak lepas dari kemampuannya membaca arah kebutuhan masyarakat. Berdiri sejak 2012 dan kini hadir di 36 kota yang tersebar dalam provinsi besar di Indonesia.
Dalam menjawab tren layanan preventif dan estetik, VIVA membangun kolaborasi strategis dengan penyedia vitamin atau suplemen kesehatan lainnya, laboratorium diagnostik, hingga bermitra dengan perusahaan penyedia produk dan layanan estetika. Klinik kecantikan terbaru dan pertama di Sinarmas Land Plaza Sudirman, Jakarta, menjadi wujud nyata dari langkah ini.
Demi menjamin kualitas, setiap layanan VIVA Apotek dijalankan dengan kontrol mutu ketat, produk yang teruji klinis, SOP yang komprehensif, tenaga profesional bersertifikat, serta dukungan penuh dari sistem digital yang meningkatkan transparansi layanan. Seluruh operasional dijalankan sesuai standar regulasi dan sertifikasi BPOM dan/atau Kementerian Kesehatan.
Dengan pijakan kuat pada inovasi, relevansi pasar, dan pendekatan menyeluruh dalam layanan, VIVA Apotek siap melangkah lebih jauh dalam transformasi sistem kesehatan Indonesia.
“Kami percaya, akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bukan hanya kebutuhan, tapi hak setiap warga. Inilah komitmen kami, menghadirkan layanan yang adaptif, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tandas Ni Ketut Sukartiwi. ()
Bisnis3 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan3 minggu agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Bisnis4 minggu agoSepanjang 2025, Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun
Sport4 minggu agoPersita Tangerang Evaluasi Total Usai Musim Kompetisi 2025/26, Ahmed Zaki Iskandar Siapkan Pembenahan Besar
Banten3 minggu agoBank Banten Dukung Gebyar Talenta Siswa dan Berikan Apresiasi Siswa Berprestasi
Cek Fakta3 minggu agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD

























