Sejalan dengan program percepatan mobil listrik nasional, BPPT telah luncurkan dua Stasiun Pengisian Listrik atau Electric Vehicle Charging Station (EVCS), yaitu fast charging station 50 kW di BPPT Jakarta dan smart charging station 20 kW di B2TKE-BPPT Kawasan PUSPIPTEK, Tangerang Selatan (Tangsel).
Peluncuran Stasiun Pengisian Listrik itupun dibuktikan dengan rangkaian perjalanan kendaraan listrik. Dengan rute Kantor BPPT, Jakarta, menuju fasilitas B2TKE BPPT di Puspiptek, Tangerang Selatan.
Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE), Mohammad Mustafa Sarinanto menyampaikan bahwa berbagai jenis kendaraan listrik yang mengikuti rangkaian perjalanan tersebut sebelumnya telah diisi daya listrik pada fasilitas EVCS yang diresmikan pada Rabu kemarin di Kantor BPPT Thamrin Jakarta.
“Hadirnya fasilitas fast charging station milik BPPT ini diharapkan memberikan solusi terhadap durasi pengisian kendaraan listrik,” ungkapnya.
Tercatat dari hasil konvoi sejumlah kendaraan listrik sesaat setelah EVCS diresmikan, dengan menempuh jarak 39 km dari Thamrin menuju Serpong, bis listrik besutan PT Mobil Anak Bangsa mengkonsumsi energisebesar 33,15 kWh atau setara dengan 48 ribu rupiah (dengan asumsi 1 kWh adalah Rp 1.450,-).
“Menempuh jarak 39 km, Mitsubishi i-MiEV hanya mengkonsumsi 5 kWh atau setara dengan 7.250 rupiah, sementara Tesla hanya menghabiskan 17 ribu rupiah,” ujarnya.
Dengan adanya EVCS BPPT diharapkan dapat menginisiasi tumbuh dan berkembangnya stasiun pengisian listrik di Indonesia serta mampu mendorong masyarakat untuk beralih dari penggunaan mobil berbahan bakar minyak ke mobil listrik. Selain ramah lingkungan, keunggulan lain penggunaan kendaraan listrik adalah efisiensi konsumsi energi.
Lebih lanjut disebutkan Insinyur Kepala Tim Kendaraan Listrik BPPT. Ganesha Tri Chandrasa bahwa durasi atau lamanya waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai menjadi salah satu kendala yang dihadapi mobil listrik.
Untuk mengisi baterai mobil listrik hingga penuh membutuhkan waktu 4-5 jam. Hal ini sangat berbeda dibandingkan dengan mobil BBM yang hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk dapat terisi penuh.
Namun demikian, fast charging station BPPT telah mampu melakukan pengisian baterai mobil listrik kurang dari satu jam. Kendaraan dengan soket pengisian daya tipe CCS, Chademo dan kabel tipe 2 dapat diisi di EVCS milik BPPT.
“Kendaraan dengan soket pengisian daya tipe CCS, Chademo dan kabel tipe 2 dapat diisi di EVCS milik BPPT. Bila diisi di fast charging station Thamrin yang mempunyai kapasitas 50 kV, Tesla model X membutuhkan waktu 1,5 jam untuk mengisi baterai 75 kWh yang dapat dipakai untuk menempuh jarak sampai 380 km. Sementara Mitsubishi i-Miev dengan kapasitas baterai 16 kWh hanya perlu sekitar 20 menit untuk pengisian,” urainya.
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport2 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Nasional6 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport2 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Politik7 hari agoWI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya








