Bisnis
Fujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’

Tahun ini Fujifilm Indonesia kembali melanjutkan program ‘First Family Photo’ dengan mengunjungi tiga panti asuhan di Jakarta, mengajak anak-anak mengabadikan momen pertama mereka bersama orang-orang yang mereka anggap sebagai keluarga.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Fujifilm Indonesia dalam memperluas makna fotografi dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan tujuan global Fujifilm Group.
President Director Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto, menegaskan ‘First Family Photo’ dirancang untuk memberi ruang bagi anak-anak memiliki kenangan yang bisa mereka bawa dalam perjalanan hidup mereka.
Ia meyakini bahwa bahwa fotografi memiliki kekuatan untuk memvalidasi keberadaan seseorang.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan setiap anak memiliki sesuatu yang bisa mereka pegang sebagai bukti bahwa mereka dicintai, memiliki cerita, dan menjadi bagian dari sebuah keluarga,” ujar Masato dalam keterangan pers, Senin (13/4), di Jakarta.
Ketiga panti asuhan yang dikunjungi adalah Daarul Berkah Rahman, Nurul Iman Mentas, dan Aisyiyah Tahfidz Quran.
Di Yayasan Panti Asuhan Daarul Berkah Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan, suasana langsung berubah riuh saat sesi foto dimulai. Hitungan “satu, dua, tiga” diikuti tawa, lalu rasa penasaran ketika lembar foto perlahan keluar dari kamera instax.
Itu adalah pengalaman pertama melihat foto tercetak di tangan mereka sendiri dan pertama kalinya mereka memiliki foto yang mereka buat sendiri bersama orang-orang terdekat.
“Pengalaman pertama mereka bisa pegang kamera, foto bareng, dan langsung dapat hasilnya. Suatu saat ketika mereka berpisah, foto ini akan jadi kenangan,” ujar Annisa Novitasari selaku Ibu Asuh Yayasan Daarul Berkah Rahman.
Di panti asuhan, momen seperti ini tidak datang setiap hari. Foto tidak hanya hadir sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi menjadi sesuatu yang dipilih secara sadar, tentang siapa yang penting, dan momen mana yang ingin diingat.
Bagi Shafa (13), siswi kelas 8, setiap foto yang ia pegang hari itu punya cerita sendiri. “Foto pertama sama teman-teman, langka banget ini. Untungnya sekarang bisa, jadi semua fotonya berharga,” ujarnya sambil menunjukkan hasil foto yang ia kumpulkan.
Di Panti Asuhan Nurul Iman Mentas, Menteng Atas, Jakarta Selartan, program ‘First Family Photo’ memiliki makna yang berbeda. Dengan keterbatasan penggunaan ponsel, foto fisik menjadi cara utama bagi anak-anak untuk menyimpan kenangan visual mereka.
Di tengah dunia yang dipenuhi ribuan foto digital, bagi mereka, satu foto fisik justru memiliki arti yang jauh lebih dalam karena bisa disentuh, dilihat berkali-kali, dan tidak mudah tergantikan.
Menurut Budi Sulistio, Sekretaris Panti Asuhan Nurul Iman Mentas, foto adalah memori. “Saya rasa anak-anak pasti akan simpan memori mereka hari ini sebagai kenang-kenangan ketika mereka sudah besar nanti,” tuturnya.
Seperti diungkapkan, Ahmad Syacfuan, salah satu siswa, bahwa hasil fotonya itu akan menjadi pengingat untuk dirinya di masa depan. “Saya akan ingat kalau di sini saya punya teman-teman yang saling perhatian,” ucapnya.
Sementara di Panti Asuhan dan Tahfidz Quran Aisyiyah Kemayoran, Jakarta Pusat, program diisi kegiatan berfoto bersama, menjepret momen dengan menggunakan kamera instax, mengabadikan kebersamaan teman-temannya.
Melalui inisiatif ini, Fujifilm Indonesia berharap setiap anak tidak hanya mendapatkan dan menyimpan lembaran foto, tetapi juga dengan sesuatu yang lebih dalam: rasa memiliki, rasa diingat, dan keyakinan bahwa cerita mereka layak untuk disimpan dan dikenang.
Program ini juga merupakan bagian dari inisiatif Instaxnesia, yang diwujudkan melalui artbook berjudul Instaxnesia: A Nation of Creative Expression. Artbook ini merupakan hasil kolaborasi kolektif antara medium fotografi instan (instax) dan 35 kreator seni lintas bidang dari berbagai penjuru Indonesia.
Sebagai artbook pertama yang diterbitkan oleh Fujifilm, seluruh hasil penjualannya didedikasikan untuk mendukung kegiatan CSR di berbagai panti asuhan.
Selain kegiatan fotografi, Fujifilm Indonesia juga menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan sekolah kepada tiga panti asuhan yang dikunjungi. Termasuk makanan berbuka puasa karena program digelar bersamaan dengan puasa Ramadan. ()
Pemerintahan5 hari agoWakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Resmikan Rumah Pastori GPIB Jurang Mangu
Bisnis7 hari agoIndah Kiat Tangerang Raih PROPER Hijau 2025
Nasional5 hari agoMomen Wapres Gibran Rakabuming Raka Dampingi Presiden Prabowo pada Rapat Kerja Pemerintah
Hukum5 hari agoPolsek Pagedangan Polres Tangsel Dampingi Pemasangan Larangan Buang Sampah di TPS Ilegal Jatake
Tips7 hari agoRekomendasi AC Low Watt Terbaik 2026 untuk Di Rumah yang Hemat Listrik dan Cepat Dingin
Pemerintahan5 hari agoSekda Bambang Noertjahjo Tegaskan Pentingnya Penguatan dan Inovasi Layanan BLUD Kesehatan di Tangsel
Banten5 hari agoPetani Muda Banten Diberangkatkan Magang ke Jepang, DPRD Banten Dukung Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian
Nasional5 hari agoKemhan Siap Dukung SDM Program Prioritas Presiden

















