Hukum
Lewat Patroli Siber, Polisi Sukses Bekuk Mucikari Prostitusi Online

Kabartangsel.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Seribu sukses membekuk seorang mucikari prostitusi daring (online) berinisial ‘TAA’ di sebuah rumah kos di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (07/02/2019) lalu.
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Moehammad Sandy Hermawan, S.H. S.I.Kom mengatakan pelaku ditangkap berdasarkan temuan patroli siber jajarannya yang menemukan sebuah situs yang menjajakan pekerja seks komersial yang bisa dipesan secara daring.
“Pada situs tersebut ditemukan sebuah akun dengan nama Shaman Angels berisi foto-foto perempuan yang bisa dipesan,” demikian kata AKBP Sandy di Mapolres Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Senin (25/03/2019).
Berdasarkan temuan tersebut, petugas lalu melakukan penyamaran dengan memesan jasa wanita yang dijajakan. Ketika itu, muncikari TAA mematok harga Rp1,8 juta untuk sekali kencan dengan uang muka sebesar Rp500 ribu.

“Setelah dilakukan transfer, sisa pembayaran Rp1,3 juta diberikan langsung oleh pelanggan kepada perempuan yang melayani,” ujar Sandy.
Setelah dilakukan pembayaran, anggota Satreskrim Kepulauan Seribu kemudian menunggu wanita tersebut di tempat yang sudah disepakati di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Setelah wanita itu datang, polisi kemudian langsung mengamankan wanita tersebut kemudian yang diketahui berinisial ‘AAN’ ditetapkan sebagai saksi korban. ‘AAN’ selanjutnya diminta untuk menunjukkan keberadaan ‘TAA’ yang berperan sebagai muncikari.
“Tersangka ‘TAA’ ditangkap di sebuah rumah kos di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis, sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah dilakukan penggeledahan, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti,” ujarnya.
Adapun barang bukti yang disita dari pelaku di antaranya pakaian dalam, celana dan kaos, dua buah ponsel, bukti transfer Rp500 ribu serta buku tabungan dan kartu ATM Bank BNI atas nama pelaku.
Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 45 ayat 1 Juncto Pasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar. ((PMJ)).
Pemerintahan5 hari agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan4 hari agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan5 hari agoTARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel
Pemerintahan5 hari agoMelalui Tangsel Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital
Nasional4 hari agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor
Pemerintahan4 hari agoHUT ke-81 RI, Perangkat Daerah Pemkot Tangsel Adu Kekompakan Lewat Beragam Lomba








































