Connect with us

Lifestyle

3 Hal Ini Bisa Jadi Penyebab Anda Berisiko Terkena Penyakit Lyme

Gigitan kutu tidak hanya membuat kulit ruam dan gatal. Gigitan jenis kutu tertentu dapat menyebabkan lyme disease (penyakit lyme). Gigitan kutu ini akan menyebabkan ruam disertai gejala, seperti nyeri otot, tubuh kelelahan, sakit kepala, dan leher kaku. Meski terbilang jarang di Indonesia, Anda tetap berisiko terhadap penyakit ini. Berikut beberapa faktor penyebab yang membuat Anda berisiko terkena penyakit lyme.

Sepintas penyakit lyme

Penyakit lyme terjadi ketika bakteri Borrelia afzelii dan Borrelia garinii masuk ke dalam tubuh melalui gigitan kutu. Setelah tergigit, dalam waktu 3 hingga 30 hari, gejala lyme disease akan bermunculan.

Tanpa pengobatan, ruam bisa muncul di area lain dan menyebabkan nyeri sendi parah dalam beberapa bulan. Bahkan, pada beberapa kasus, penyakit lyme juga menjadi penyebab gangguan pergerakan otot, kelumpuhan pada wajah, dan kelemahan pada anggota tubuh.

Fatalnya, infeksi dapat menyebar ke otak menyebabkan penyakit meningitis (radang selaput otak) dan mengganggu irama jantung.

Advertisement

Faktor penyebab yang membuat Anda berisiko kena penyakit lyme

Dilansir dari laman Health Line, sebagian besar kasus lyme dilaporkan sering terjadi pada bulan Mei hingga Agustus. Agar terhindar dari penyebaran infeksi lyme, ahli kesehatan mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pada tindakan pencegahan.

Terdapat beberapa penyebab yang membuat seseorang berisiko kena penyakit lyme. Kadang, mereka tak menyadarinya bahwa yang mereka lakukan bisa menyebabkan lyme disease, di antaranya:

1. Sering bermain di area berumput

“Pada dasarnya, kutu yang membawa infeksi penyebab penyakit lyme banyak ditemukan pada rerumputan yang tinggi,” ujar Dr. Amy Edwards, ketua pengendalian infeksi di Rainbow Babies and Children’s Hospital di Cleveland.

Kutu tersebut lebih senang tinggal di tempat yang lembap dan jauh dari paparan sinar matahari. Kutu tersebut akan lebih mudah ditemukan pada bagian bawah permukaan daun yang lebih lebat.

Advertisement

Itu sebabnya bermain atau berkemah di area yang banyak rumput tinggi bisa membuat Anda berisiko tergigit kutu penyebab penyakit lyme. Kutu yang hidup di rerumputan ini bisa menempel pada kulit, kemudian berpindah ke area yang lebih hangat, seperti pangkal paha, ketiak, maupun kulit kepala.

Salah satu cara untuk mengurangi risikonya, hindari si kecil bermain di semak-semak. Selain itu, akan lebih baik berkemah di area yang lebih luas tanpa semak-semak di sekelilingnya.

Sumber: Toronto Caribean

2. Tidak mengetahui jenis kutu penyebab penyakit lyme

Tidak tahu seperti apa kutu penyebab lyme disease, membuat seseorang berisiko terkena penyakit ini.

Kenapa? Saat Anda pergi ke taman atau kebun, Anda mungkin menemukan berbagai macam serangga, termasuk kutu dan membiarkannya menempel di kulit.

Advertisement

Kutu penyebab penyakit lyme tidak sama dengan kutu rambut. Ada dua jenis kutu yang menyebabkan infeksi lyme, yakni kutu hitam (kutu rusa/Ixodes scapularis) dan kutu blacklegged (berkaki hitam/Ixodes pacificus).

Kutu ini memiliki ukuran yang beragam, yakni berukuran 2 mm disebut nimfa dan seukuran biji wijen dengan tubuh berwarna oranye.

Kutu penyebab penyakit lyme tidak dapat terbang atau melompat sehingga cara berpindah ke kulit Anda melalui sentuhan. Ini bisa terjadi ketika Anda memegang daun atau duduk di antara semak-semak daun. Jika Anda melihat kutu ini menempel di kulit, segera mungkin mengusirnya.

3. Tidur bersama hewan peliharaan

Selain hidup di semak-semak yang lebat dan lembap, kutu ini juga bisa berpindah melalui hewan peliharaan yang berbulu, seperti anjing dan kucing. Salah satunya dengan cara tidur bersama dengan hewan peliharaan tersebut.

Advertisement

Tidur bersama dengan hewan berbulu ini, bisa menjadi salah satu faktor penyebab Anda berisiko terkena lyme disease. Kutu yang mungkin ada pada hewan peliharaan bisa berpindah saat Anda tidur bersama.

Untuk mencegahnya, Anda harus menjaga kebersihan hewan peliharaan Anda dengan rutin memandikannya.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport20 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport20 jam ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport21 jam ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport21 jam ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport21 jam ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan2 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Sport3 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer