Lifestyle
Benarkah Anak yang Makan Gluten Lebih Awal, Berisiko Kena Celiac?

Gluten adalah protein dari padi-padian, gandum, dan serealia. Protein ini membentuk jaringan lengket seperti lem yang berfungsi menjaga bentuk makanan. Di dalam tubuh, gluten berperan sebagai prebiotik yang memberi makan bakteri sehat di usus. Walaupun menyehatkan, studi menunjukkan bahwa anak yang lebih awal makan gluten berisiko terkena penyakit celiac. Bagaimana bisa?
Risiko penyakit celiac pada anak yang makan gluten
Ada banyak makanan yang mengandung gluten, contohnya gandum hitam, gandum, pasta, roti, jelai (barley), sereal, dan beragam jenis kue. Makanan ini bisa dikonsumsi anak untuk sarapan, makan siang, ataupun camilan. Mengonsumsi makanan gluten dapat meningkatkan kesehatan pencernaan.
Namun, sebuah studi pada jurnal American Medical Association menyebutkan bahwa semakin cepat anak makan gluten, akan semakin berisiko pula anak terkena penyakit celiac.
Menurut Mayo Clinic, penyakit celiac merupakan reaksi sistem imun yang salah mengenali gluten sebagai zat yang mengancam tubuh sehingga menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan, diare atau sembelit, perut kembung, mulas, serta mual dan muntah.
Tanpa perawatan, usus bisa mengalami kerusakan dan menyebabkan komplikasi serius, seperti kekurangan gizi dan menurunnya kepadatan tulang.
Studi yang dilakukan oleh American Medical Association mengamati 6.605 bayi baru lahir hingga usia 5 tahun yang mengonsumsi makanan mengandung gluten. Pengamatan yang dilakukan selama 6 tahun ini menunjukkan bahwa 1.216 anak berisiko tinggi terkena celiac dan 450 anak sudah terkena celiac.
Sebagian besar kasus ini terjadi pada anak yang berusia 2 sampai 3 tahun. Risiko celiac pun semakin besar bila konsumsi gluten diperbanyak. Berdasarkan rentang usia, periset menyimpulkan bahwa risiko celiac kemungkinan besar meningkat jika anak banyak makan gluten di usia yang lebih muda.
Risikonya hanya terjadi pada anak dengan kondisi tertentu

Meski penelitian menunjukkan hasil demikian, peningkatan risiko nyatanya tidak berdampak pada semua anak. Menurut Gina Posner, seorang dokter anak di Memorial Care Orange Coast Medical Center, risiko celiac yang meningkat terjadi pada anak yang mewarisi gen pembawa penyakit celiac dan diabetes tipe 1.
Saat anak yang memiliki gen penyakit celiac makan makanan mengandung gluten dalam jumlah banyak, tubuhnya akan mulai membentuk antibodi. Sayangnya, antibodi yang dihasilkan berlebihan sehingga menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko penyakit celiac.
Begitu juga dengan anak pembawa gen diabetes tipe 1. Penyakit ini menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup sehingga menyebabkan kadar gula darah naik di atas batas normal.
Studi pada Italian Journal of Pediatric melaporkan bahwa anak yang memiliki diabetes tipe 1 memiliki risiko penyakit celiac lebih tinggi ketimbang anak yang tidak punya diabetes tipe 1. Bila diperkirakan, 5 hingga 10% anak dengan diabetes tipe 1 juga memiliki penyakit celiac.
Lantas, apakah memberi anak makan gluten lebih awal berisiko terkena penyakit celiac? Masih dibutuhkan penelitian lebih luas untuk mendapatkan jawaban pastinya.
Pasalnya, penelitian yang dilakukan sebelumnya hanya fokus pada anak-anak dengan pembawa gen penyakit celiac dan diabetes tipe 1. Penelitian belum melakukan pengamatan lebih dalam pada anak-anak yang tidak membawa gen tersebut.
Apa yang perlu dilakukan orangtua?


Anak-anak membutuhkan banyak nutrisi, termasuk yang berasal dari makanan mengandung gluten, seperti gandum dan biji-bijian. Selain menjaga kesehatan sistem pencernaan, anak-anak yang makan gluten ternyata menurunkan risiko anak dari kekurangan nutrisi.
Anda perlu memerhatikan usia yang tepat sebelum memberinya makanan mengandung gluten, yakni ketika anak sudah bisa mengonsumsi makanan padat. Jika Anda mendapati anak mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan mengandung gluten, segera periksa ke dokter.
Kabartangsel.com
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Lengkap
Nasional4 minggu agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Nasional4 minggu agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Nasional4 minggu agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Sport4 minggu agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Bisnis4 minggu agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan


























