Hasil Periksa Fakta Riski Maulana (Anggota Komisariat MAFINDO BSI) Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Eka Ginanjar menyatakan, hal tersebut tidak bermanfaat dan belum ada penelitian kesehatan secara resmi yang bisa membuktikan apakah menghirup uap air panas dapat membunuh virus Corona.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
KATEGORI : KONTEN YANG MENYESATKAN
SUMBER : YOUTUBE
=================================
NARASI :
“TIPS MEREDAM CONVID19 DENGAN UAP AIR PANAS
Pakar-pakar Cina mengesahkan bahwa pernafasan dg uap air membunuh 100% virus Corona jika terdapat di dalam paru-paru, tekak atau hidung, karena virus itu tidak boleh bertolak unsur dengan suhu uap air hangat. Silahkan dicoba & disebarkan info ini secara meluas melalui jaringan medsos anda.
#Convid19
#Viruscorona” unggah akun Youtube Oey Him Toan, Jumat (27/3)
==================================
PENJELASAN:
Beredar sebuah video yang diunggah akun Youtube Oey Him Toan, pada video yang diunggah tersebut terdapat seorang wanita yang memperlihatkan bagaimana tips menghirup uap air panas, video itu diikuti dengan narasi yang isinya menyebutkan bahwa uap air panas dapat membunuh 100% virus Corona jika terdapat di dalam paru-paru, tekak atau hidung dan cara tersebut sudah disahkan oleh pakar-pakar di China.
Setelah ditelusuri informasi tersebut tidak benar. Hal ini dibantah oleh Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Eka Ginanjar. Eka mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak bermanfaat dan belum ada penelitian kesehatan secara resmi yang bisa membuktikan apakah menghirup uap air panas dapat membunuh virus Corona. Sampai saat ini pun belum ada metode yang resmi untuk melakukan penelitian tersebut.
Melalui penelusuran lebih lanjut, dilansir dari factcheck.afp.com, Dr. Jason McKnight, Asisten Profesor Klinis di Departemen Perawatan Primer dan Population Health di Texas A&M University mengatakan bahwa cara tersebut justru memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan pada wajah seperti luka bakar bagian kulit wajah, mata, dan saluran pernapasan, yang jika cukup parah dapat menyebabkan komplikasi serius dalam jangka panjang.
Jack juga menambahkan bahwa Pada saat ini, satu-satunya cara untuk membunuh virus adalah melalui solusi pembersihan antimikroba, yang tidak boleh dihirup atau dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara apapun.
Benjamin Neuman, seorang ahli dalam coronavirus yang mengepalai Departemen Ilmu Biologi di Texas A&M University-Texarkana ikut menanggapi hal tersebut, dirinya setuju bahwa gagasan uap air panas dapat membunuh virus Corona adalah gagasan yang buruk karena tidak benar dan dapat merusak paru-paru.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan informasi yang beredar bahwa uap air panas dapat membunuh 100% virus Corona adalah salah atau tidak benar dan masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
=================================
REFERENSI:
https://factcheck.afp.com/inhaling-steam-will-not-treat-or-cure-novel-coronavirus-infection
Bisnis4 hari agoBRI Life Gelar “The Board’s Charity Engagement”
Bisnis4 hari agoManfaat Utama Promo Ramadhan di Blibli
Bisnis6 hari agoInterSystems Sabet Empat Penghargaan Global Best in KLAS 2026 untuk Asia, Oseania, dan Eropa
Hukum4 hari agoLewat Apel Siaga Kamtibmas, Polres Tangsel Gaungkan “Jaga Warga – Jaga Tangsel”
Pemerintahan4 hari agoSafari Ramadan 1447 H, Benyamin Davnie Salurkan Total Bantuan Rp405 Juta untuk Imam, Marbot hingga Guru Ngaji
Nasional4 hari agoSelama Ramadan, AQUVIVA Hadirkan Sejuknya Air Mineral ke 321 Masjid di Indonesia
Hukum4 hari agoPolres Tangsel Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Etomidate
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Gelar Bazar Ramadan 1447 H Serentak di 7 Kecamatan pada 5 Maret 2026












