Connect with us

Lifestyle

4 Masalah Gizi pada Bayi yang Bisa Terjadi Beserta Penanganannya

Sejak awal kelahiran, memerhatikan segala asupan nutrisi harian bayi merupakan salah satu hal penting untuk mencukupi kebutuhan gizinya. Sayangnya, asupan gizi harian bayi kadang bisa tidak sesuai dengan kebutuhannya sehingga menimbulkan masalah pada tumbuh kembang si kecil. Apa saja gangguan atau masalah gizi yang berisiko dialami oleh bayi?

Berbagai masalah gizi pada bayi

Status gizi bayi sejatinya sudah mulai terbentuk sejak ia berada di dalam kandungan hingga usianya genap dua tahun. Rentang waktu tersebut juga dikenal dengan nama 1000 hari pertama kehidupan dan periode emas.

Selama 1000 hari pertama atau periode emas tersebut, diharapkan bayi memperoleh asupan zat gizi harian yang sepadan dengan kebutuhannya.

Advertisement

Alasannya karena selama 1000 hari pertama, pertumbuhan tubuh dan otak si kecil sedang berkembang dengan sangat pesat.

Asupan gizi yang cukup selama di dalam kandungan sampai usia bayi menginjak dua tahun akan membuatnya lahir dan tumbuh dengan baik.

Sebaliknya, jika asupan gizi bayi tidak terpenuhi secara optimal, kondisi ini bisa mengakibatkan tumbuh kembangnya mengalami hambatan.

Bahkan, terhambatnya tumbuh kembang si kecil tersebut bisa saja sulit diperbaiki hingga akhirnya berpengaruh pada masa dewasanya kelak.

Advertisement

Tak menutup kemungkinan, bayi bisa mengalami masalah gizi akibat dari asupan nutrisi harian yang kurang memadai. Agar lebih paham, berikut beberapa masalah gizi pada bayi yang mungkin terjadi:

1. Masalah gizi berat badan lahir rendah pada bayi

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah salah satu masalah gizi pada bayi. Sesuai namanya, kondisi berat badan lahir rendah ini terjadi ketika bayi yang baru lahir memiliki berat badan di bawah rentang normal.

Idealnya, bayi baru lahir tergolong memiliki berat badan normal jika hasil pengukuran ada di rentang 2,5 kilogram (kg) atau 2.500 gram (gr) sampai dengan 3,5 kg atau 3.500 gr.

Jadi, apabila berat badan bayi baru lahir yang berada di bawah 2.500 gram, menandakan bahwa ia mengalami masalah gizi berupa BBLR.

Advertisement

Namun, Anda perlu ingat bahwa rentang berat badan normal tersebut berlaku untuk bayi baru lahir di usia kehamilan 37-42 minggu.

Tindakan penanganannya

Cara perawatan untuk masalah pada bayi dengan berat badan lahir rendah biasanya disesuaikan kembali dengan gejala, usia, dan kesehatan tubuhnya secara umum.

Dokter nantinya juga akan menilai seberapa parah kondisi si kecil untuk menentukan tindakan penanganan yang tepat.

Mengutip dari University of Rochester Medical Center, perawatan untuk masalah pada bayi dengan berat badan lahir rendah, yakni:

Advertisement
  • Bayi mendapat perawatan khusus di neonatal intensive care unit (NICU)
  • Pemantauan pada suhu ruangan tidur bayi
  • Bayi diberikan makanan khusus, entah melalui selang yang mengalir langsung ke perut atau selang infus yang masuk ke pembuluh darah

Selain itu, badan kesehatan dunia WHO menyarankan pemberian ASI pada bayi yang mengalami BBLR sejak baru lahir. Bahkan, akan lebih baik lagi jika pemberian ASI diteruskan selama enam bulan penuh alias ASI eksklusif.

2. Masalah gizi kurang pada bayi

Gizi kurang termasuk satu dari beberapa masalah gizi pada bayi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan energi dan kebutuhan gizi harian.

Dengan kata lain, asupan harian bayi dengan gizi kurang cenderung lebih sedikit dan tidak mampu mencukupi kebutuhan tubuhnya.

Berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, bayi termasuk dalam kelompok gizi kurang saat pengukuran berat badan menurut tinggi badannya berada di bawah normal.

Begini, pengukuran berat badan dan tinggi badan bayi memiliki satuan bernama standar deviasi (SD). Normalnya, bayi dikatakan memiliki gizi baik saat berat badan berdasarkan tinggi badannya berada di rentang -2 SD sampai dengan 2 SD.

Advertisement

Sementara jika si kecil mengalami gizi kurang, pengukurannya berada di rentang -3 SD  sampai kurang dari -2 SD.

WHO menjelaskan lebih lanjut bahwa masalah kurang gizi pada bayi dapat mencakup stunting, wasting, berat badan rendah, hingga kekurangan vitamin dan mineral.

Masalah gizi kurang pada bayi bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan telah terbentuk akibat kekurangan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Bayi yang mengalami gizi kurang bisa saja telah mengalami ketidakcukupan nutrisi sejak dalam kandungan maupun sejak dilahirkan.

Advertisement

Tindakan penanganannya

Bayi yang mengalami gizi kurang sangat dianjurkan untuk mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan penuh. Namun, penanganan tersebut hanya berlaku untuk bayi yang masih berusia di bawah enam bulan.

Sementara untuk bayi di atas enam bulan dengan kondisi gizi kurang bisa diatasi dengan cara pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang lengkap.

Lengkap di sini berarti dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi si kecil. Selain itu, Anda dianjurkan untuk tidak melewatkan makanan selingan atau camilan di sela-sela waktu makan utama bayi.

Jika perlu, bayi bisa diberikan MPASI yang telah difortifikasi atau ditambahkan aneka zat gizi guna melengkapi kebutuhan hariannya.

Advertisement

3. Masalah gizi buruk pada bayi

Masalah gizi lainnya pada bayi yakni gizi buruk. Gizi buruk adalah keadaan saat berat badan berdasarkan tinggi badan bayi berada jauh dari rentang yang seharusnya.

Permenkes No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak menjabarkan bahwa pengukuran bayi dengan kategori gizi buruk yakni kurang dari -3 SD.

Sama halnya seperti gizi kurang yang mencakup beberapa masalah, gizi buruk pun demikian. Masalah gizi buruk pada bayi dapat dibagi menjadi kwashiorkor, marasmus, dan marasmus-kwashiorkor.

Marasmus adalah kondisi gizi buruk karena asupan energi tidak tercukupi. Kwashiorkor adalah masalah gizi buruk yang disebabkan oleh kurangnya asupan protein pada bayi.

Advertisement

Sementara marasmus-kwashiorkor merupakan gabungan dari keduanya yakni masalah karena asupan protein dan energi kurang dari yang seharusnya.

Tindakan penanganannya

Pengobatan masalah gizi buruk pada bayi nantinya akan disesuaikan kembali dengan kondisinya, misalnya mengalami marasmus, kwashiorkor, atau marasmus kwashiorkor.

Jika bayi mengalami marasmus, penanganannya bisa dilakukan dengan memberikan susu formula F 75. Susu formula F 75 diolah dari gula, minyak sayur, serta protein susu bernama kasein yang dicampur menjadi satu.

Selain itu, asupan makanan harian bayi juga akan diatur agar mengandung zat gizi yang cukup, termasuk kalori dan serta karbohidrat guna memenuhi kebutuhan energinya.

Advertisement

Seperti bayi dengan marasmus, masalah gizi buruk berupa kwashiorkor pada bayi juga membutuhkan pemberian susu formula F 75.

Namun, pemberian makanan harian biasanya akan sedikit berbeda karena si kecil sebaiknya mendapat makanan sumber kalori meliputi gula, karbohidrat, serta lemak.

Setelah itu, baru bayi boleh diberikan sumber makanan dengan kandungan protein yang tinggi guna mencukupi kebutuhannya yang kurang.

Begitu pula dengan penanganan kasus marasmus-kwashiorkor pada bayi yang bisa dilakukan dengan menggabungkan kedua pengobatan sebelumnya.

Advertisement

4. Masalah gizi lebih pada bayi

Masalah gizi lainnya yang juga bisa dialami bayi yaitu kelebihan gizi. Kelebihan gizi alias gizi lebih adalah kondisi saat berat badan berdasarkan tinggi badan si kecil berada di atas rentang normalnya.

Bayi dengan gizi lebih bisa memiliki salah satu dari dua kondisi, yaitu antara berat badan lebih (overweight) dan obesitas (obese).

Bayi dikatakan memiliki berat badan lebih saat pengukurannya berada di rentang 2 SD sampai 3 SD. Sementara untuk obesitas berbeda dengan gemuk biasa karena berada di atas pengukuran 3 SD.

Tindakan penanganannya

Cara terbaik untuk menangani masalah gizi lebih pada bayi yakni dengan mengatur asupan makanan dan minuman hariannya.

Advertisement

Sebisa mungkin, Anda perlu menjaga asupan makanan dan minuman harian si kecil agar berat badannya tidak semakin meningkat. Ganti selingan seperti roti yang manis dengan buah-buahan.

Anda tidak disarankan untuk mengurangi asupan kalori. Justru sebaiknya Anda tetap mengontrol jumlah kalori yang sesuai agar tidak berlebih.

Jika ternyata dokter menyarankan agar si kecil mengurangi asupan kalori harian, biasanya buah hati Anda akan mendapatkan anjuran menu khusus.

Hal ini bertujuan agar kebutuhan bayi tetap terpenuhi dengan baik dan tidak menyebabkan kekurangan zat gizi tertentu yang berisiko menghambat tumbuh kembangnya.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Nasional8 menit ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Nasional26 menit ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Nasional41 menit ago

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Nasional45 menit ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional50 menit ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Pemerintahan13 jam ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional15 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport19 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport20 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis22 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis22 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis22 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis22 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis22 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis22 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis22 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis22 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis22 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis22 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis22 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer