Lifestyle
Konseling Psikolog dan Psikiater Saat Pandemi

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.
Selama pandemi COVID-19 banyak hal berubah. Salah satunya perihal bertemu atau berkontak dengan orang lain yang harus dihindari untuk menerapkan physical distancing. Pembatasan fisik di tengah pandemi ini juga berpengaruh pada sesi terapi dan konseling dengan psikolog dan ahli kesehatan jiwa lainnya.
Ada beberapa hal yang berubah, dari penerapan jarak, waktu temu, sampai pergantian sesi konseling secara online.
Konseling ke psikolog atau psikiater selama masa pandemi

Wabah COVID-19 memberikan tekanan psikologi dan membuat banyak orang membutuhkan bantuan profesional, jadi para psikolog harus mencari cara agar tetap bisa memberikan layanan dengan aman.
Pada masa pandemi COVID-19, beberapa layanan kesehatan jiwa di sekitar Anda mungkin menyesuaikan dengan kondisi. Ada yang tutup untuk sementara waktu, ada yang mengubah jadwal praktik, ada juga yang menggantinya dengan konseling online.
Hal ini dilakukan demi memutus rantai penularan COVID-19, baik itu pada penyedia layanan ataupun pada pasien.
Untuk tetap bisa memberikan layanan dengan aman, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menuliskan Panduan Layanan Masa Tanggap Darurat COVID-19.
“Pemberi layanan psikologi disarankan menggunakan bentuk-bentuk layanan minimum kontak sebagai prioritas utama, baik dalam asesmen maupun intervensi,” tulis HIMPSI dalam lembar panduannya.
Panduan konseling dengan psikolog pada masa pandemi COVID-19 tersebut membagi layanan ke dalam tiga kategori. Yakni untuk pasien PDP/ODP/positif COVID-19, klien rutin atau terjadwal, dan klien baru. Berikut pertimbangannya.
Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
1. Layanan konseling untuk PDP/ODP/pasien COVID-19
Layanan psikologis untuk pasien terdampak COVID-19 dilakukan dengan menghindari kontak langsung. Psikolog sebisa mungkin melakukan sesi konseling menggunakan teknologi informasi, baik itu video call, telepon, atau pesan singkat.
“Setiap media komunikasi yang dipilih memiliki risiko dan konsekuensi yang harus dipertimbangkan oleh pemberi layanan psikologi. Pemberi layanan Psikologi menyiapkan tempat bebas dari gangguan suara atau gangguan lain sehingga kerahasiaan klien terjaga,” terang HIMPSI.
Jika terpaksa harus dilakukan dengan tatap muka, pemberi layanan harus menggunakan alat pelindung diri (APD) dan melakukan standar kebersihan yang diberlakukan rumah sakit. Tak lupa juga untuk mempersiapkan tempat sampah khusus untuk membuang tisu bekas pasien.
2. Layanan konseling untuk klien rutin atau terjadwal
Untuk klien rutin atau terjadwal, sesi terapi harus diteruskan karena tidak mungkin untuk menghentikannya setengah jalan. Layanan konseling untuk klien rutin atau terjadwal tetap bisa dilakukan dengan beberapa pertimbangan pada masa pandemi ini.
Jika memungkinkan, pilihan pertama adalah melakukan konseling jarak jauh menggunakan sambungan online seperti video call. Konseling psikologi dengan bertatap muka pada masa pandemi hanya dilakukan jika klien tidak memungkinkan untuk melakukan terapi jarak jauh.
Tatap muka dilakukan dengan beberapa syarat, seperti penjadwalan teratur supaya tidak ada penumpukan di ruang tunggu, tetap menjaga jarak, dan mengedukasi klien tentang pencegahan penularan COVID-19.


3. Layanan konseling untuk klien baru
Psikolog atau pemberi layanan konseling kesehatan jiwa disarankan untuk tidak menawarkan layanan pada klien baru yang tidak terkait dengan situasi pandemi COVID-19.
Layanan terapi selain untuk kasus terkait situasi COVID-19 bisa diberikan pada klien baru jika ia mengalami masalah atau situasi gawat darurat psikologis yang tidak dapat diatasinya sendiri.
Konseling psikolog dan psikiater gratis selama pandemi


Layanan konseling psikolog dan psikiater di rumah sakit mayoritas tetap beroperasi dengan normal selama pandemi. Hanya saja, jam operasionalnya mungkin menyesuaikan kondisi dan prioritas layanan diperuntukkan untuk pasien tertentu. Prosedur keamanan juga dilakukan sesuai dengan aturan yang diterapkan masing-masing rumah sakit.
Jika membutuhkan layanan konseling psikolog atau psikiater pada masa pandemi ini, Anda bisa mencoba layanan online gratis yang disediakan beberapa organisasi.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) membuka pendampingan psikososial gratis untuk siapa pun yang terdampak COVID-19. Prosedur pendaftaran layanan ini bisa dilihat di akun instagram @pdskji_indonesia.
Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?
Ada juga layanan konseling online gratis untuk terdampak COVID-19 yang disediakan oleh HIMPSI. Prosedur pendaftaran bisa dilihat di situs web resmi HIMPSI.
Selain itu, ada beberapa organisasi lain yang memberikan layanan konseling psikolog dan kesehatan jiwa lainnya secara gratis pada masa pandemi ini yang bisa dicari melalui internet dan situs web resmi masing-masing organisasi. Di antaranya adalah untuk serangan cemas, pencegahan bunuh diri, pengaduan kekerasan dalam rumah tangga selama COVID-19, dan psikologi anak.
Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.
Kabartangsel.com
Serba-Serbi5 hari agoTeks Sumpah Pemuda
Nasional6 hari agoHery Haryanto Azumi Apresiasi Konser Andrea Bocelli, Serukan Solidaritas Palestina dan Perdamaian Dunia
Banten6 hari agoM Azzari Jayabaya Jadi Calon Tunggal Ketua Umum KADIN Banten
Serba-Serbi5 hari agoPrakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini, Rabu 28 Oktober 2026: Setu Berpotensi Hujan Sedang
Banten5 hari agoAmal Jayabaya Siapkan 10 Program untuk Memajukan Pengusaha Banten
Pemerintahan5 hari agoPilar Saga Ichsan: Progres Venue Sepatu Roda Ciater Permai Capai 80 Persen, Siap untuk Porprov Banten 2026
Pemerintahan5 hari agoporprov2026.tangerangselatankota.go.id, Website Resmi PORPROV VII Banten 2026
Sport4 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan ke-8, 30 Oktober–1 November












































