Connect with us

Lifestyle

LIPI Kembangkan Masker Kain Disinfektor untuk Cegah COVID-19

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang mengembangkan masker kain disinfektor dengan lapisan tembaga. Tim peneliti mengatakan masker anti-virus ini mampu membunuh virus SARS-CoV-2 saat berkontak dengan permukaan masker.

Bagaimana cara kerja masker ini dan sejauh apa perkembangan penelitiannya? Simak penjelasan berikut.

Masker kain disinfektor mampu membunuh virus penyebab COVID-19

masker covid-19 Sumber Gambar: dok. Hello Sehat

Tim peneliti dari Pusat Penelitian Fisika LIPI mengembangkan masker kain disinfektor atau anti-virus sebagai upaya membantu penanganan COVID-19. Masker ini adalah masker kain berlapis tembaga yang memiliki dua keuntungan sekaligus. 

Pertama, masker ini mampu memperkecil pori-pori masker. Pori-pori kain yang diperkecil bisa meningkatkan kemampuan masker dalam menyaring partikel virus, baik itu partikel yang terhirup ataupun yang dikeluarkan oleh pengguna saat bersin, batuk, atau bicara.

Advertisement

Kedua, tembaga pada lapisan masker dipercaya mampu membunuh dan menghancurkan lapisan luar virus, termasuk virus penyebab COVID-19.

Kepala peneliti dalam proyek ini Dr. Deni Shidqi Khaerudini S.Si.,M.Eng mengatakan bahwa tembaga telah dikenal sebagai antimicrobial agent. Yakni zat yang mampu membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti virus dan bakteri.

Berbagai studi ilmiah terpercaya juga memberikan bukti kemampuan tembaga untuk membunuh mikroorganisme semacam virus dan bakteri yang berkontak dengan permukaannya.

“Tembaga memiliki zat aktif atau ion Cu (unsur tembaga), ion Cu ini mampu menonaktifkan dan merusak dinding virus, ini yang kami sebut contact killer,” jelas Dr. Deni kepada Hello Sehat, Senin (8/6).

Advertisement

Update Jumlah Sebaran COVID-19

Negara: Indonesia

Kemampuan tembaga untuk membunuh virus juga diteliti oleh Bill Keevil, seorang peneliti mikrobiologi di University of Southampton, Inggris. Keevil meneliti beberapa jenis virus yaitu virus penyebab flu babi (H1N1) dan virus corona penyebab MERS. Hasilnya, virus dapat mati dalam beberapa menit.

Pada SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, penelitian terbaru dari University of California menunjukkan bahwa virus corona hanya bertahan paling lama 4 jam pada permukaan tembaga. Ini jauh lebih cepat ketimbang pada permukaan kardus dengan 24 jam, stainless steel dengan 42 jam, dan plastik dengan 72 jam.

Advertisement

Bagaimana desain tembaga pada lapisan masker?

Para peneliti dari LIPI ini melakukan uji fisik untuk mengetahui kekuatan tembaga menempel pada material kain masker disinfektor. Tembaga yang digunakan adalah tembaga murni yang dicampur dengan perekat.

Butuh waktu sekitar satu bulan untuk akhirnya menemukan formula yang tepat agar tembaga bisa menempel dengan baik pada material kain.

Peneliti mencoba menempelkan adonan tembaga yang telah mereka formulasikan pada tiga jenis material kain, yakni kain spellbound, kaos, dan katun. Hasilnya, tembaga bisa menempel dengan baik dan tahan terhadap ketiga jenis kain ini.

“Potongan kain dicuci (dikucek) dan dipanaskan dan hasilnya pH (kadar keasaman) air tidak berubah yang berarti tembaganya tidak rontok,” ujar Dr. Deni.

Advertisement

Setelah mencoba mengenakannya, masker tersebut relatif nyaman untuk bernapas. Tekstur tembaga pada kain terasa kasar mirip seperti amplas. Tidak perlu khawatir karena lapisan tembaga menghadap ke depan sehingga tidak menempel dengan kulit pengguna.

jenis maskerjenis masker

Masker kain disinfektor untuk mencegah penularan COVID-19 ini disiapkan dalam dua desain. Pertama, masker yang lapisan dengan tembaganya langsung tertempel pada sisi depan masker. Kedua, masker yang lapisan dengan tembaganya terpisah dengan masker.

Masker ini didesain memiliki kantong untuk menyisipkan lapisan tembaga, sehingga bisa dibongkar-pasang dengan hanya menukar lapisan tembaganya.

Saat ini, masker kain disinfektor masih harus melalui beberapa uji coba lanjutan. Peneliti berharap masker kain disinfektor bisa diproduksi secara luas dan segera bisa digunakan oleh masyarakat. Material pembuatan masker ini pun mudah ditemukan dengan harga terjangkau.

Advertisement

“Jika lolos semua uji coba dan bisa diproduksi, maka kemungkinan harganya akan terjangkau dan bisa diproduksi oleh industri skala kecil,” kata Dr. Deni.

Penelitian serupa juga dilakukan di Jepang

Pada waktu yang sama, inovasi penggunaan tembaga sebagai bahan pelapis masker juga sedang dikembangkan di Jepang. Dilansir dari akun Facebook resmi pemerintah Jepang pada Sabtu (30/5), pengembangan ini dilakukan oleh Gunma University yang bekerja sama dengan sebuah perusahaan manufaktur.

Yang membedakan dengan Indonesia, penelitian di Jepang tersebut langsung mendesain jaring-jaring tembaga menjadi bentuk masker. Nantinya, lapisan tersebut bisa dikenakan di depan masker kain.

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Masker menjadi setelan penting untuk dikenakan saat beraktivitas di luar rumah selama masa pandemi COVID-19 ini. Banyak peneliti dari banyak lembaga di banyak negara mencari formula masker yang efektif untuk mencegah penularan COVID-19.

Advertisement

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport4 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Hari Ini, Minggu 1 November: PSIM vs Borneo FC, Persib vs Isenmulang FC, dan Garudayaksa FC vs PSS Sleman

Sport5 jam ago

Persita Pesta Lima Gol di Kediri, Carlos Pena Puji Karakter Dan Mental Pemain

Sport5 jam ago

Hasil Dewa United vs Persija 2-1, Shin Tae-yong Sebut Kekalahan Jadi Alarm untuk Macan Kemayoran

Sport1 hari ago

Hasil Persik Kediri vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Bantai Tuan Rumah 1-5, Pablo Ganet Hattrick

Nasional1 hari ago

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Perkuat Kolaborasi Pengembangan Wakaf Produktif

Opini1 hari ago

Mengapa Aset PDAM Kabupaten Tangerang di Kota Tangerang Selatan Belum Juga Diserahkan?

Banten1 hari ago

Pelatihan Hidroponik PD Wanita Islam Kota Serang, Manfaatkan Pekarangan Rumah Jadi Kebun Produktif

Nasional2 hari ago

MA Kabulkan Kasasi Nomor 742 K/TUN/2026, Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka Dinyatakan Tidak Sah

Hukum2 hari ago

Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Desak Pembersihan Internal Polri dan Penegakan Sistem Merit

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 30 Oktober 2026: Java United FC vs Bhayangkara FC dan Persebaya vs Persijap

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan ke-8, 30 Oktober–1 November

Nasional3 hari ago

Konser Andrea Bocelli Digelar 31 Oktober di Borobudur dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran

Banten3 hari ago

Untirta Dorong Pengembangan Produk Lokal Banten untuk Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintahan4 hari ago

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Benyamin Davnie Ajak Pemuda Tanamkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati

Pemerintahan4 hari ago

Pilar Saga Ichsan: Progres Venue Sepatu Roda Ciater Permai Capai 80 Persen, Siap untuk Porprov Banten 2026

Sport4 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Melbourne Victory 2-0 di ACL Two, Balsa Sekulic Cetak Brace

Nasional4 hari ago

LSAK: Pengunduran Diri Anak Menteri Haji Tak Cukup, APH Harus Usut Tuntas

azerbaijan_stockers, Fresh milk in a mug and jug on wooden table (Magnific)
Lifestyle4 hari ago

Kandungan dan Manfaat Susu Sapi untuk Keluarga

Banten4 hari ago

Amal Jayabaya Siapkan 10 Program untuk Memajukan Pengusaha Banten

Pemerintahan4 hari ago

porprov2026.tangerangselatankota.go.id, Website Resmi PORPROV VII Banten 2026

Sport3 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport3 minggu ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Nasional2 minggu ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Sport3 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport3 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Jabodetabek1 minggu ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Sport2 minggu ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport2 minggu ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Nasional2 minggu ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport2 minggu ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Serba-Serbi5 hari ago

Link Download Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Sport2 minggu ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Sport6 hari ago

Hasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport2 minggu ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Sport2 minggu ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Banten2 minggu ago

80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten

Populer