Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyampaikan bahwa menyangkut masalah sejumlah kasus yang meningkat di 8 provinsi tidak ada penutupan dan dari awal yang ada adalah pembatasan terhadap kerumunan.
”Jadi yang harus dilakukan adalah melakukan pembatasan terhadap kerumunan dan ini yang menjadi kewajiban kita semua apabila ada informasi terkait kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan, ini dari awal harus segera diingatkan,” ujar Doni saat memberikan jawaban atas pertanyaan wartawan di Halaman Kompleks Kepresidenan, Provinsi DKI Jakarta, Senin (13/7).
Kepala BNPB mengingatkan agar jangan sampai terjadi kerumunan, baru melakukan tindakan dan itu juga mendapat perhatian dari Presiden, untuk mencegah tidak ada kerumunan, apapun kegiatannya. Ia menambahkan baik kegiatan yang sifatnya olahraga, rekreasi, termasuk juga yang dapat menimbulkan konsekuensi tertularnya seseorang.
”Contoh di ruang tertutup untuk jangka waktu yang sangat lama lebih dari satu jam katakanlah begitu, tidak ada sirkulasi udara, tidak ada ventilasi, dan ini tentunya sangat berisiko tinggi,” kata Ketua Gugus Tugas.
Lebih lanjut, Doni menjelaskan bahwa Presiden selalu mengatakan, tekan rem dan gas seimbang jadi kalau ada kasus yang meningkat, maka silakan direm. ”Tetapi bukan berarti semua kegiatan harus ditutup secara total. Dibatasi kegiatannya terutama untuk waktu kegiatan, termasuk jumlah aktivitas manusia yang ikut terlibat di dalamnya,” ujarnya.
Menyangkut sekolah, Doni menyampaikan bahwa Gugus Tugas hanya merekomendasikan untuk sekolah itu di zona hijau namun saat ini sedang memikirkan permintaan dari sejumlah masyarakat agar zona kuning pun diizinkan bersekolah.
Gugus Tugas, menurut Doni, sedang membicarakan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan jikalau disetujui, maksimal setiap pelajar itu hanya dua kali saja mengikuti kegiatan, kemudian persentase pelajar yang ada di ruangan tidak boleh lebih dari 30% atau 25%.
”Ini dalam topik pembahasan, karena ini ada permintaan dari sejumlah orang tua dan juga pimpinan sekolah yang mengatakan sudah sekian lama tidak ada aktivitas. Tetapi kalau toh ini jadi, maka hanya di zona kuning. Jadi zona hijau sudah diberikan rekomendasi, tambahannya nanti adalah zona kuning,” ungkap Ketua Gugus Tugas.
Soal pengendalian perjalanan, Ketua Gugus Tugas sampaikan memang sudah banyak sekali masukan-masukan dari pakar epidemiologi terkait dengan rapid test dan juga yang melakukan bepergian. Dalam kondisi seperti ini, menurut Doni, bisa saja seseorang dengan mudah akan terpapar, termasuk wartawan sekalian kalau tidak hati-hati menjaga jarak maka ini berisiko.
Untuk itu, Doni menyarankan kalau ada yang merasa badannya tidak fit/tidak sehat, demam, atau batuk, atau pilek, sebaiknya jangan berdiam diri dan segera melapor kepada pimpinan untuk tidak mengikuti aktivitas di luar. ”Sehingga ketika kita berpotensi sebagai carrier (pembawa virus) ini tidak menimbulkan masalah bagi teman-teman kita yang lain,” pungkas Ketua Gugus Tugas. (rls/fid)
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku














