Bisnis
AAM Investment Luncurkan Daging Sapi Premium

Indonesia Livestock Operations (ILO), bagian dari AAM Investment Group asal Australia, menggelar program The Prime Table Chef Experience. Acara eksklusif ini menandai soft launch merek daging sapi premium Anugerah Agri Makmur (AAM), brand boxed beef premium yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia.
Kehadiran para pelaku industri, media, hingga key influencers memberikan nuansa prestisius pada acara yang memamerkan seluruh rantai pasok terintegrasi antara Australia dan Indonesia.
Melalui konsep ini, sapi didatangkan dalam bentuk bakalan (feeder cattle) berbobot sekitar 300 kilogram dari Australia, namun mendapatkan penyelesaian akhir (finishing) secara lokal di fasilitas feedlot Indonesia untuk memastikan kesegaran dan konsistensi kualitas yang optimal.
Puncak acara dimeriahkan dengan sesi cooking demonstration oleh pakar pengolahan daging kenamaan, Dimas Ramadhan Pangestu atau yang akrab disapa Dims the Meat Guy.
Dalam aksi tersebut, Dimas mengolah langsung 30 kg daging premium AAM untuk menunjukkan kualitas tekstur dan profil rasa unggul yang dihasilkan dari metode composite beef. “Sapi yang mendapatkan penyelesaian akhir di Indonesia dengan pakan lokal menghasilkan daging dengan marbling dan tekstur yang sangat baik,” ucapnya.
Ia juga menyoroti keunggulan AAM dalam teknik pemotongan karkas yang mencapai 34 potongan (cuts), jauh lebih banyak dibanding praktik umum di pasar tradisional.
Inovasi ini memberikan pilihan yang lebih luas dan efisien bagi para chef dalam mengkreasikan hidangan, mulai dari kebutuhan steakhouse hingga BBQ. Satu Tim, Satu Kendali: Jaminan Transparansi dari Hulu ke Hilir.
General Manager AAM ILO Jack Webb menegaskan bahwa kunci utama dari AAM adalah integrasi penuh tanpa adanya perpindahan tangan ke pihak ketiga (no handovers). Seluruh proses dijalankan dalam satu sistem terintegrasi di bawah satu tim yang sama, sehingga asal-usul produk dapat ditelusuri secara menyeluruh (complete traceability) dan kualitas tetap terjaga mengikuti standar Australia.
“Peluncuran ini mewakili standar baru untuk boxed beef di Indonesia, memimpin dengan
kekuatan produksi Australia yang didukung oleh keahlian lokal di lapangan,” lanjut Jack Webb.
Ia menambahkan bahwa sistem ini memberikan jaminan kualitas yang
konsisten setiap saat, dari padang rumput hingga ke piring konsumen (paddock to plate). Efisiensi logistik ini juga memungkinkan produk memiliki daya simpan (shelf life) mencapai lebih dari 100 hari dalam kondisi dingin (chilled).
Sejatinya, hal ini memberikan fleksibilitas operasional yang signifikan bagi para profesional di bidang foodservice, butcher, dan ritel modern dalam mengelola stok mereka.
Pada kesempatan ini, AAM juga membawa misi strategis yang menjadi pondasi utama merek mereka dalam memperkuat industri protein nasional. Sebagai brand boxed beef premium baru yang disesuaikan khusus untuk karakteristik pasar Indonesia, AAM
berkomitmen menghadirkan kualitas konsisten melalui proses finishing lokal guna menjamin kesegaran produk.
Produk ini secara spesifik disegmentasikan untuk memenuhi kebutuhan profesional, mulai dari chef hingga penyedia jasa boga.
AAM melihat potensi besar dalam penguatan produksi dalam negeri seiring dengan dinamika impor, guna membuktikan bahwa produksi lokal mampu menghasilkan kualitas unggul dari sisi rasa maupun daya simpan. Melalui pendekatan terintegrasi ini, AAM tidak hanya berupaya menghadirkan daging berkualitas tinggi, tetapi juga berkontribusi langsung pada penguatan industri lokal serta mendukung agenda ketahanan pangan nasional di Indonesia.
Bisnis5 hari agoAQUVIVA Berangkatkan Umrah 3 Marbot Masjid dan 6 Pemenang Kejutan Tutup Botol Ramadan ke Tanah Suci
Jabodetabek5 hari agoDelapan SD Terbaik DKI Jakarta dan Banten Berkompetisi di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2
Nasional7 hari agoRaker dengan DPR, Menteri Maman Abdurrahman Paparkan Evaluasi Anggaran dan Kinerja Kementerian UMKM Semester I 2026
Bisnis5 hari agoJobstreet by SEEK Dukung SV UGM Career Days 2026
Bisnis5 hari agoGoogle dan Terralogiq Bahas Masa Depan Geospatial AI untuk Bisnis Indonesia
Nasional5 hari agoHari Kebangkitan Nasional 2026, Prof Asep Saepudin Jahar Tekankan Kebangkitan SDM, Inovasi, dan Kemandirian Menuju Indonesia Emas 2045
Nasional7 hari agoMenteri Maman Abdurrahman Soroti Biaya Layanan Marketplace yang Membebani UMKM
Bisnis5 hari ago77 Persen Perusahaan Sulit Cari Talenta, BINUS Hadirkan Program Siap Karier






















