Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah memberikan target pada akhir tahun 2018 ini, jalan tol Surabaya-Jakarta, Jakarta-Surabaya harus sudah menyambung.
“Saya mau coba naik mobil berapa jam sekarang,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan CEO Networking 2018, di Ballroom 1 dan 2, The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Jakarta pada Senin (3/12) pagi.
Presiden mengaku sudah menghitung, nanti di akhir tahun 2019, jalan tol antara Merak sampai Banyuwangi, ujung barat sampai ujung timur juga akan sambung. Kemudian mulai di Tol Trans Sumatra, akhir tahun ini Lampung-Palembang belum selesai, tapi Bakauheni sampai ke Terbanggi Besar, sepanjang 148 kilometer sudah akan tersambung.
“Orang lapangan yang menyampaikan ke saya akan tersambung kurang lebih bulan Juni 2019, Lampung-Palembang, Bakauheni-Palembang akan sambung. Itu Juni 2019,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden mengaku sudah meminta agar jangan Juni, April atau akhir Maret, karena pasti nanti dihubungkan untuk kepentingan pemilu. Padahal, lanjut Presiden, pemerintah tidak berpikir seperti itu.
“Kalau April atau akhir Maret selesai, artinya bisa kita pakai untuk lebaran dari Jakarta langsung bisa ke Palembang,” ucap Presiden seraya menambahkan ada yang curiga melulu saat pekerjaannya dimajukan, diselesaikan, curiganya pemilu.
Presiden Jokowi mengatakan, pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan pemerintah mungkin ada 1, 2 titik menjadi pahit karena pembangunan-pembangunan seperti ini, atau sakit karena pembangunan-pembangunan seperti ini.
Tapi Presiden meyakini ini adalah pondasi, pilar yang diperlukan oleh negara ini dalam rangka kompetisi, bersaing dengan negara-negara lain. “Pondasi-pondasi seperti ini memang kadang-kadang menyebabkan kita agak sakit. Tapi kalau saya melihat pertumbuhan ekonomi kita juga masih di atas 5, inflasi kita juga akhir tahun ini perkiraan kita 3,2. Saya kira kondisi-kondisi seperti ini juga semakin baik,” ungkap Presiden Jokowi.
Presiden menjelaskan, yang kita bangun adalah trust, yang ingin kita bangun adalah kepercayaan, nggak ada yang lain. Bahwa kita mengelola fiskal, mengelola moneter kita itu secara hati-hati, sangat hati-hati. Dan saya dengar sekarang sudah kembali lagi masuk. “Ya jangan kaget nanti kalau Dollar turun terus, nggak tahu sampai berapa. Tapi kita juga ingin jangan turunnya terlalu cepat dan drastis, karena kita juga masih membutuhkan untuk persaingan dalam ekspor produk-produk Indonesia,”ucap Presiden Jokowi. (sk/fid)
Pemerintahan6 hari agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional5 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan6 hari agoTARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel
Pemerintahan6 hari agoMelalui Tangsel Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital
Nasional5 hari agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional5 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor
Pemerintahan5 hari agoHUT ke-81 RI, Perangkat Daerah Pemkot Tangsel Adu Kekompakan Lewat Beragam Lomba











