Nasional
Meskipun Banyak Fitnah, Jokowi Imbau Masyarakat Dewasa Melihat Informasi di Medsos

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat dewasa dalam melihat informasi, melihat fitnah-fitnah yang lalu-lalang di media sosial (medsos). Ia mengharapkan, informasi-informasi itu harus betul-betul disaring mana yang benar dan mana yang tidak benar.
Presiden menunjuk pengalaman dirinya yang difitnah dirinya berdiri di samping tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) D.N. Aidit yang sedang berpidato. Padahal, lanjut Presiden, itu terjadi tahun 1955 sementara dirinya lahir tahun 1961.
“Saya lihat-lihat ya gambarnya mirip-mirip saya, betul saya belum lahir toh ya gambarnya mirip saya. Coba kayak gini adalah urusan politik,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan 5000 sertifikat tanah untuk warga Provinsi DKI Jakarta. di Taman Cakung, Pulogebang, Cakung, Jakarta, Senin (3/12) siang.
Presiden mengaku perlu mengemukakan hal itu, karena berdasarkan survei ternyata ada ada lebih dari 9 juta yang percaya dengan gambar itu. Artinya, lanjut Presiden, itu sudah kemakan hoax kemakan fitnah.
“Ya saya harus menjawab. Perlu saya sampaikan saya ini muslim orang, orang tua saya muslim, kakek-nenek saya muslim, keluarga besar saya muslim,” ucap Presiden.
Menurut Presiden, dirinya perlu menyampaikan hal itu karena kalau tidak akan keliru. “Ya segitu saja kalau saya terus-terusan kelihatannya saya nanti marah. Padahal tidak, saya sudah sabar 4 tahun,” tegas Presiden.
Negara Besar

Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana, Seskab, dan Gubernur DKI tampak tersenyum saat menghadiri penyerahan 5000 sertifikat, di Pulogebang, Jakarta, Senin ((3/12) sore.
Sebelumnya Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa negara kita ini adalah negara besar. Dirinya pernah terbang dari Banda Aceh ke Wamena itu perlu waktu 9 jam 15 menit. “Bayangkan kalau jalan kaki, kalau kita terbang dari London di Inggris menuju ke Timur itu lewat 8 negara. Artinya, negara kita ini adalah negara yang sangat besa,r sangat luas,” ujarnya.
Presiden juga mengingatkan, negara ini sudah berpenduduk 263 juta. Isinya berbeda-beda, sukunya berbeda-beda, agamanya berbeda-beda, adatnya berbeda-beda, tradisinya berbeda-beda, bahasa daerahnya berbeda-beda.
Untuk itu, Presiden menitipkan pesan untuk menjaga persaudaraan, kesatuan, kerukunan kita. “Inilah kekuatan negara kita Indonesia, aset terbesar bangsa ini adalah persatuan dan persaudaraan Inilah aset terbesar kita,” ucap Presiden Jokowi. (sk/fid)
Pemerintahan5 hari agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Serba-Serbi3 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport3 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis3 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum3 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara
Jabodetabek3 minggu agoSama-sama Raih Warta Kota Awards, PAM Tangsel dan PAM Depok Berangkat dari Fondasi Berbeda
Otomotif4 hari ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Serba-Serbi4 minggu agoWarga RT 03 Perumahan Muslim Alfalaah 3 Gelar Family Gathering, Pererat Kebersamaan di Puncak

























