Connect with us

Lifestyle

Anak Punya Kebiasaan Mengupil, Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?

Seiring dengan pertumbuhan anak, Anda akan mulai melihat kebiasaan kecil nan menggemaskan yang sering dilakukan oleh mereka. Sayangnya, kebiasaan anak juga bisa berupa hal yang buruk seperti mengupil. Tidak hanya itu, Anda mungkin pernah memergoki anak memakan upilnya sendiri.

Kebiasaan tersebut tentunya membuat Anda khawatir. Selain tak elok dipandang, keseringan mengupil juga dapat menimbulkan cedera pada lubang hidung, infeksi, atau mimisan. Bahkan, sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa dengan mengupil, anak bisa saja menyebarkan bakteri penyebab penyakit pernapasan.

Lantas, bagaimana cara membuat anak berhenti mengupil?

Kebiasaan mengupil adalah hal yang wajar pada anak

Advertisement

mengupil

Semua orang pasti pernah melakukannya, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kulit pada lubang hidung memang area yang sensitif, sehingga ketika hidung mengering dan mulai terasa ada sesuatu di dalamnya, orang akan langsung mengorek hidung untuk menghilangkannya.

Biasanya, anak-anak yang memiliki alergi atau sering pilek cenderung memiliki kebiasaan mengupil. Anak mungkin risih dengan rasa geli yang ditimbulkan saat ada lendir yang mengalir di dalam, akibatnya anak langsung berusaha untuk mengeluarkannya.

Ada juga yang senang mengupil karena sedang bosan. Terutama ketika mereka berdiam diri dan tidak memiliki kegiatan, terkadang kebiasaan ini muncul tanpa mereka sadari. Lalu, didorong dengan rasa penasarannya, sebagian dari mereka juga bermain-main dengan kotoran yang baru saja dikeluarkan.

Pada beberapa anak, mengupil adalah kebiasaan yang dilakukan saat mereka merasa gugup dan cemas. Serupa dengan kebiasaan mengisap jempol, menggigit kuku, dan memutar rambut, mengupil mungkin dapat membuat mereka lebih tenang.

Advertisement

Cara membuat anak berhenti dari kebiasaan mengupil

Memang, mengupil sebenarnya bukanlah kebiasaan yang berbahaya. Umumnya kebiasaan ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia anak. Apalagi norma sosial menganggap bahwa mengupil di depan umum adalah perilaku yang tidak sopan.

Ketika anak sudah memasuki pergaulan, perlahan mereka akan malu dan enggan untuk melakukannya.

Namun jika Anda merasa kebiasaan yang satu ini mengganggu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak mengurangi keinginan mengorek hidung sendiri.

Beritahu anak tentang dampak buruk akibat keseringan mengupil

memotivasi anak yang prestasi menurun disekolah

memotivasi anak yang prestasi menurun disekolah

Mungkin si kecil tidak mengetahui kebiasaannya mengupil bukanlah sesuatu yang baik. Oleh karena itu, beritahu pada anak tentang dampak buruk yang akan didapatkan jika ia terlalu sering mengorek hidung.

Advertisement

Jelaskan bahwa kebiasaan tersebut tidak hanya menyebabkan hidungnya mimisan dan terinfeksi, tapi juga dapat menyebarkan kuman yang bisa saja membuatnya sakit.

Selain itu, pastikan juga kebersihan tangan si kecil dengan menyuruhnya mencuci tangan setiap habis mengupil. Cara ini diharapkan dapat membuat anak enggan kembali ke kebiasaannya mengingat ia harus bolak balik ke kamar mandi hanya untuk cuci tangan.

Alihkan perhatian anak

anak merapikan mainan

anak merapikan mainan

Kebiasaan mengupil bisa muncul ketika si kecil sedang bosan. Anak terkadang membutuhkan sesuatu untuk membuatnya tetap sibuk, maka tak heran jika anak Anda pun kembali melampiaskannya dengan mengupil.

Mungkin ia juga merasakan kesenangan tersendiri saat berhasil menemukan sesuatu dari kegiatan mengorek hidung.

Advertisement

Jika Anda tidak mau hal ini terjadi terus-terusan, coba untuk melibatkannya pada kegiatan lain. Kegiatan yang banyak menggunakan gerak motorik tangan seperti melukis, mewarnai, dan belajar memasak bisa menjadi pilihan.

Ajak anak agar mau membantu Anda membuat prakarya yang akan membuat tangannya sibuk bekerja. Dengan cara ini, niscaya anak akan melupakan kebiasaan buruknya.

Ajarkan anak menggunakan sarung tangan

Ketika si kecil sedang berada di luar pengawasan Anda, tidak ada yang tidak bisa memastikan jika anak tidak akan kembali melakukan kebiasaan mengorek hidung. Apalagi setelah bermain di luar seharian, entah sudah berapa banyak bakteri yang terpapar di tangan si kecil.

Solusinya, persiapkan sarung tangan untuk si kecil, terutama ketika sedang pilek dan flu. Bisa berupa kain atau sepaket tisu, usahakan Anda menyiapkannya setiap hari. Biasakan anak untuk menggunakan sarung tangan setiap ingin mengeluarkan kotoran.

Advertisement

Ajarkan anak cara yang benar dengan menghembuskan nafas kencang melalui hidung yang ditutup dengan sarung tangan. Hal ini dilakukan guna menjaga tangan anak tetap bersih dan tentunya memastikan tidak ada kotoran berlebih di dalam hidung.

Jika sederet cara di atas belum berhasil mengatasi kebiasaan anak, mungkin membiarkannya untuk sementara waktu adalah cara yang terbaik.

Jangan terlalu khawatir bila anak sering melakukannya, karena kebiasaan ini juga ditemukan pada banyak anak yang lainnya. Hanya saja ketika anak memulai kebiasaan mengupil di depan umum, langsung berikan kain atau tisu untuk menutupinya.

anak mengupil

anak mengupil

Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi adalah tingkat kelembaban udara. Pasalnya, udara yang kering juga dapat membuat hidung menjadi kering sehingga kotoran yang menumpuk di dalamnya kerap membuat si kecil tak tahan untuk mengorek hidungnya.

Advertisement

Bila Anda tinggal di daerah yang gersang atau sering terpapar dengan pendingin ruangan, coba bersihkan hidung anak secara berkala menggunakan semprotan saline. Anda juga bisa menggunakan alat humidifier di kamar anak.

Segera konsultasikan pada dokter atau psikiater jika kebiasaan mengupil dilakukan dengan frekuensi yang lebih sering dan susah berhenti, bisa jadi anak Anda memiliki kondisi rhinotillexomania.

Hati-hati juga bila mengorek hidung merupakan salah satu dari perilaku yang ditunjukkan setiap si kecil merasa gugup, perhatikan juga jika hal ini diikuti dengan kebiasaan lainnya seperti mengisap jempol atau susah tidur. Bisa jadi kebiasaan ini merupakan pertanda masalah emosional yang membutuhkan bantuan.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Pemerintahan2 jam ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional4 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport7 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport9 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis10 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis10 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis10 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis10 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis10 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis10 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis11 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis11 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis11 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis11 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis11 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis11 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis11 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis11 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan11 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional11 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer