Pemerintahan
Antisipasi Banjir, Pemkot Tangsel Lakukan Langkah Preventif

Meskipun belum ada dampak atau tanda-tanda banjir akibat hujan deras di kawasan Jabodetabek selama beberapa hari terakhir, Pemkot Tangsel sudah mulai mengantisipasi banjir di sejumlah titik rawan.
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mengatakan bahwa hingga kini Kota Tangsel belum berpotensi banjir.
“Memang belum ada dampak banjir akibat hujan maupun air kiriman dari Bogor. Tapi kami sudah koordinasi terus dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk mengantisipasinya,” ujar Airin Rachmi DIany, Senin, (16/11/2015).
Airin mengatakan, salah satu langkah preventif banjir di Kota Tangsel adalah mengoptimalkan 32 saluran drainase atau gorong-gorong yang ada.
“Kami sedang benahi semuanya supaya bisa meminimalisir banjir. Belakangan inu juga sudah muncul titik-titik drainase baru karena pembangunan baru yang terus berjalan,” kata Airin.
Kendati demikian, kata Airin, beberapa lokasi sudah dilaporkan terjadi longsor kecil akibat hujan besar.
“Sudah ada longsor di daerah tertentu, tapi sudah tertangani. Kawasan rawan longsor salah satunya adalah kecamatan Setu,” kata Airin.
Sementara, berdasarkan data pada tahun 2014 lalu, setidaknya ada 10 titik di Kota Tangsel yang rawan banjir. Beberapa lokasi diantaranya adalah Perumahan Bukit Pamulang Indah, Perumahan Cipayung Mas, Perum Ciputat Baru, dan Pondok Maharta. (ba/tbn)
Bisnis7 hari agoBRI Life Gelar “The Board’s Charity Engagement”
Lifestyle4 hari ago7 Alasan Kenapa Kamu Harus Mengunjungi Songkran Festival
Tangerang Selatan2 hari agoIndah Kiat Tangerang Santuni Anak Yatim di Pondok Aren dan Kelapa Dua
Bisnis7 hari agoGerakan Masjid Bersih 2026, Wipol Bersihkan 54.000 Masjid
Bisnis7 hari agoEllips Luncurkan Varian Hair Mist-Mist Me Up
Nasional7 hari agoSelama Ramadan, AQUVIVA Hadirkan Sejuknya Air Mineral ke 321 Masjid di Indonesia
Hukum7 hari agoLewat Apel Siaga Kamtibmas, Polres Tangsel Gaungkan “Jaga Warga – Jaga Tangsel”
Pemerintahan7 hari agoPemkot Tangsel Gelar Bazar Ramadan 1447 H Serentak di 7 Kecamatan pada 5 Maret 2026
















