Jakarta- Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan kunjungan ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemhan, Rabu (13/11), menginginkan adanya BIG DATA yang kuat untuk menjaga pertahanan nasional. Hal ini guna mengantisipasi era perang informasi di masa depan.
Keinginan Wamenhan tersebut disampaikan dihadapan Kapusdatin Kemhan Brigjen TNI Dominggus Pakel dan sejumlah pejabat di lingkungan Pusdatin serba Pushansiber Bainstrahan Kemhan.
Lebih lanjut Wamenhan mengungkapkan bahwa saat ini Kemhan/TNI membutuhkan BIG DATA yang kuat, akurat, dengan arsitektur terintegrasi guna mendukung adanya keputusan strategis bagi pertahanan nasional.
Disela-sela kunjungannya ke Pusdatin, Pusat Pertahanan Siber (Pushansiber) Bainstrahan dan Balitbang, Wamenhan mengungkapkan mengenai BIG DATA yang ideal untuk pertahanan nasional. BIG DATA yang harus mampu menyajikan data yang akurat, real time, lengkap, hingga mampu melakukan profiling dengan dukungan analitik yang kuat.
“Kuncinya itu di kemampuan analitik. Kedepan banyak kecerdasan buatan digunakan untuk serangan cyber. Jadi, selain kekuatan alusista yang harus dimiliki kita juga harus punya kekuatan siber,” ujar Wamenhan menutup pembicaraan. (rls/kts)
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026
Sport2 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak
Nasional4 hari agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib
Banten2 minggu agoHasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27
Sport5 hari agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Sport2 minggu agoPersijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1
Banten2 minggu agoSTAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”












