Lifestyle
Apa Penyebab Sakit Kepala Saat Lapar? Begini Penjelasannya

Banyak yang mengira bunyi perut keroncongan itu tanda lapar. Namun selain itu, beberapa orang terkadang juga merasakan sakit kepala yang cukup hebat ketika belum makan atau melewatkan jadwal makannya. Kok bisa, ya, mengalami sakit kepala saat sedang lapar?
Apa penyebab sakit kepala saat lapar?

Tubuh membutuhkan persediaan energi yang cukup sebagai bahan bakar guna mendukung segala aktivitas fisik. Idealnya, sumber makanan menyediakan sejumlah energi yang bisa langsung digunakan maupun disimpan terlebih dahulu oleh tubuh.
Ketika Anda belum makan sama sekali, atau terakhir makan beberapa jam yang lalu, otomatis persediaan dan cadangan energi di dalam tubuh menurun. Kondisi ini tentu akan membuat kadar gula darah menurun. Padahal, gula darah diandalkan sebagai sumber energi dari berbagai sel-sel tubuh.
Jika kadar gula atau glukosa darah ini merosot sampai di bawah 70 mg/dL, artinya Anda mengalami hipoglikemia. Hal ini membuat otak otomatis melepaskan hormon, karena merasa persediaan gula darah dan energi di dalam tubuh sudah mulai menipis.
Tak cuma menjadi tanda lapar, munculnya hormon ini membuat tekanan darah meningkat, pembuluh darah menyempit, hingga membuat otot menegang. Semua kondisi tersebut yang akhirnya menyebabkan rasa sakit kepala muncul saat sedang lapar.
Maka itu, sebaiknya jangan sampai Anda telat makan atau bahkan tidak mengisi perut sama sekali. Kebiasaan tersebut akan menyebabkan hipoglikemia dan akhirnya sakit kepala pun menyerang.
Tanpa sadar, hal tersebut juga dapat memicu sakit kepala kambuh kembali saat sedang lapar. Bahkan, kelaparan terkadang bisa membuat sebagian orang mengalami migrain.
Apa gejala lainnya yang mungkin muncul?


Kelaparan bukan hanya menimbulkan sakit kepala saja, tapi juga bisa membuat Anda mengalami berbagai gejala lainnya. Berikut di antaranya:
- Merasa kepala seolah diikat kencang oleh tali
- Merasa adanya tekanan di dahi atau sisi kepala
- Mengalami ketegangan di leher dan bahu
- Mudah marah
- Tubuh lemas
Jika penurunan kadar gula darah ini tidak kunjung kembali ke tingkat normalnya, gejala dapat berkembang semakin memburuk. Selain sakit kepala, penurunan kadar gula darah saat lapar juga mengembangkan gejala seperti:
- Tubuh merasa dingin
- Sakit perut
- Sulit menyeimbangkan tubuh
- Pingsan
Berbagai gejala tersebut biasanya tidak datang dalam satu waktu secara bersamaan. Mula-mula, sakit kepala akan muncul terlebih dahulu saat sedang lapar, yang kemudian baru diikuti oleh gejala lainnya.
Satu-satunya cara untuk menyembuhkan sakit kepala karena perut belum mendapat asupan makanan hanyalah dengan makan.
Setelah tubuh mendapatkan asupan makanan, biasanya gejala-gejala tersebut pun akan berangsur-angsur menghilang sekitar 30 menit kemudian.
Bisakah sakit kepala saat lapar ini dicegah?


Berbeda dengan jenis sakit kepala lainnya, sakit kepala saat lapar ini jauh lebih mudah dicegah. Anda hanya perlu makan tepat waktu, dan jangan coba-coba untuk menunda makan karena alasan apa pun.
Jika perlu, usahakan untuk selalu menyediakan camilan maupun makanan dalam porsi sedikit sebagai pengganjal perut sementara.
Jadi, ketika di jam makan Anda masih disibukkan oleh aktivitas lain sehingga belum sempat makan, camilan tersebut bisa sedikit membantu.
Kabartangsel.com
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Lengkap
Nasional4 minggu agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Nasional4 minggu agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Nasional4 minggu agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Sport4 minggu agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Bisnis4 minggu agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan


























