Connect with us

Lifestyle

Apa Saja Perbedaan Cacar Air dan Campak?

Penyakit cacar air dan campak sama-sama menimbulkan ruam merah di kulit. Terkadang orang sulit membedakan kedua penyakit ini karena gejala yang sama pada tersebut. Namun, sebenarnya kedua penyakit ini sangat berbeda. Lalu, apa perbedaan campak dan cacar air?

Perbedaan-perbedaan cacar air dan campak

Umumnya, cacar air dan campak  terjadi pada anak-anak. Keduanya pun sudah bisa dicegah melalui vaksinasi. Meski tampak sama, sebenarnya kedua penyakit ini sangat berbeda. Berikut perbedaan cacar air dan campak dari segi virus yang menyebabkannya, gejala, hingga pengobatannya.

Penyakit cacar air dan campak merupakan penyakit menular yang sama-sama disebabkan oleh virus. Keduanya bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain dan sama-sama menimbulkan ruam merah pada kulit. Namun, cacar air dan campak disebabkan oleh virus yang berbeda.

Advertisement

Cacar air merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Cacar air sangat menular kepada orang-orang yang belum pernah menderita penyakit ini atau belum mendapat vaksin varicella. Penularan virus cacar air dapat terjadi melalui air liur, cairan yang dikeluarkan saat batuk atau bersin, serta terkena cairan dari lepuh atau ruam yang muncul.

Berbeda dengan cacar air, campak disebabkan oleh kelompok virus paramyxovirus. Setelah tertular, virus penyebab campak akan menyebabkan infeksi saluran pernafasan terlebih dahulu, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui aliran darah.

Penularan virus campak terjadi melalui cairan yang dikeluarkan saat batuk dan bersin. Cairan ini kemudian mengontaminasi udara dan terhirup orang lain sehingga ikut tertular. Selain melalui udara, penularan pun dapat terjadi bila virus dari orang yang terinfeksi menempel di benda. Kemudian, orang yang memegang benda tersebut langsung menyentuh wajah, hidung, atau mulut.

Meski mirip, terdapat perbedaan gejala antara campak dan cacar air. Pada cacar air, penderitanya tidak langsung merasakan gejala setelah penularan terjadi. Gejala cacar air akan timbul setelah 1-2 hari terpapar virus. Selama ruam atau lepuhnya belum kering, penderita cacar air pun masih berisiko menularkan virusnya kepada orang lain.

Advertisement

Berikut gejala yang umumnya terjadi pada penderita cacar air:

  • Demam.
  • Pusing.
  • Lelah.
  • Tidak selera makan.
  • Ruam merah dan gatal yang berbentuk lepuh dan berisi cairan di bagian kulit berawal dari dada, wajah, dan punggung. Bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Umumnya, cacar air diderita oleh anak-anak. Namun, orang dewasa yang belum pernah mengalaminya pun rentan tertular penyakit ini. Meski  tergolong infeksi ringan, tetapi cacar air juga bisa menimbulkan kondisi medis yang lebih serius, seperti pneumonia, radang otak, atau sindrom reye.

Perbedaan cacar air dan campak yaitu gejala campak umumnya baru akan muncul dalam 10-12 hari setelah terpapar virus. Berikut gejala yang umumnya terjadi pada penderita campak:

  • Demam.
  • Batuk kering.
  • Hidung meler.
  • Sakit tenggorokan.
  • Mata merah.
  • Bintik-bintik berwarna putih di dalam mulut.
  • Ruam merah yang dimulai di bagian kepala atau dahi, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Meski sering terjadi pada anak kecil, campak juga bisa menginfeksi orang dewasa yang belum mendapat vaksin campak. Pada orang dewasa di atas usia 20 tahun, campak bisa menyebabkan komplikasi, seperti pneumonia, radang otak, dan kebutaan.

Pengobatan cacar air dan campak sama-sama fokus untuk meredakan gejala hingga infeksi sembuh. Namun, perbedaan pengobatan cacar air dan campak yaitu, pada cacar air memerlukan antihistamine atau salep topikal untuk mengurangi rasa gatal pada ruam merahnya.

Dikutip dari Healthline, bila terjadi komplikasi pada penderita cacar air, dokter pun akan meresepkan obat antivirus. Obat ini tidak menyembuhkan cacar, tetapi membuat gejalanya tidak terlalu parah dengan memperlambat aktivitas virus. Hal ini memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk pulih lebih cepat.

Advertisement

Sementara itu, virus dan gejala yang muncul pada penderita campak bisa hilang dengan sendirinya dalam 2-3 minggu. Meski demikian, dokter biasanya akan memberikan obat acetaminophen atau ibuprofen untuk mengurangi demam serta suplemen vitamin A.

Selain itu, dokter juga umumnya akan meminta penderita campak untuk beristirahat, meminum banyak air, hingga menggunakan humidifier untuk mengatasi batuk dan sakit tenggorokan.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan51 menit ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional3 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport7 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport8 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis10 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis10 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis10 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis10 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis10 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis10 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis10 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis10 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis10 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis10 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis10 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis10 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis10 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis10 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan10 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional11 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer