Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menerima kunjungan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Airin Rachmi Diany. Selain Airin, yang merupakan Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, hadir juga di antaranya Wali Kota Banda Aceh, Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Wali Kota Gorontalo, Gorontalo, Marten Taha dan Wali Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Taufan Pawe. Pertemuan berlangsung terbuka di ruang kerja Tjahjo, Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Jumat (5/8).
Pada kesempatan tersebut, Tjahjo meminta agar pemerintah kota (pemkot) memerhatikan pelayanan publik di daerah masing-masing. “Pelayanan masyarakat harus cepat. PDAM (perusahaan daerah air minum) harus bagus, listrik ada, sarana umum juga diperhatikan, jalan raya,” kata Tjahjo.
Menurutnya, peranan Apeksi sangatlah penting dalam pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan rakyat. “Dengan ada asosiasi ini, komunikasi bisa langsung, cepat. Contoh Tangsel dengan Tangerang kan dekat, jangan sampai bangunnya (infrastruktur) sama. Intinya sinergi,” ujarnya.
Sementara itu, Airin mengatakan, Apeksi memang akan menjadi jembatan komunikasi antara wali kota seluruh Indonesia. “Mudah-mudahan dengan adanya komunikasi ini, semua hal yang kita harapkan dan perjuangkan untuk rakyat dan daerah dapat terwujud,” katanya.
Airin mengatakan, seluruh anggota Apeksi berkomitmen menyelesaikan kebijakan pemerintah pusat. Hal ini terkait telah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18/2016 tentang Perangkat Daerah.
“Komitmen kita kebijakan mengenai PP 18/2016 bisa dijalankan. Tapi kalau segala sesuatu buru-buru, hasilnya enggak maksimal,” katanya.
Sekadar diketahui, melalui PP 18/2016, pemda diminta melakukan perampingan birokrasi. Perampingan ditargetkan dapat rampung pada akhir 2016.
“Tapi karena kebijakan pusat, mau tidak mau kita jalankan. Komunikasi dengan DPRD, target tahun depan dijalankan. Kita akan berusaha maksimal,” ucap Airin.
Menanggapi mengenai perampingan, Tjahjo mengatakan, sifatnya nanti dinamis. “Tidak kaku. Misalnya saja satu daerah tingkat 2 berpotensi masalah ternak, ya jangan dipotong, harus ada dinas peternakan,” kata Tjahjo. (Beritasatu)
Kampus6 hari agoIKA FISIP UIN Jakarta 2025–2029 Resmi Dilantik, Perkuat Peran Alumni sebagai Kekuatan Intelektual
Pemerintahan7 hari agoDWP Bersama DLH Tangsel Berbagi Bersama Penyapu Jalanan
Nasional1 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Pemerintahan6 hari agoDSDABMBK Tangsel Siap Hadapi Libur Lebaran 2026 dengan Infrastruktur Optimal
Bisnis6 hari agoQurban Asyik Luncurkan Aplikasi Versi Terbaru, Kurban Kini Lebih Mudah
Bisnis1 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Pemerintahan1 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis1 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia











