Tangsel – Dalam rangka pengenalan pertandingan Silat Modern dan MMA Rookie Fight sejak dini, Asosiasi Seni Tarung Tradisi (ASTA) Kota Tangsel mengadakan acara kejuaraan Tangerang Selatan Street Fighter di Halaman Kecamatan Setu, Minggu, (10/11/2019.
Acara tersebut sebagai sarana kajian dan evaluasi dari suatu proses pembinaan serta penghargaan Sumber Daya Manusia (SDM), dalam berlatih dan mengembangkan dirinya melalui seni olahraga bela diri Silat Modern dan MMA Rookie Fight.
Mohamad Muksin selaku pembina Asta mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu sarana mempererat pesilat seni tradisional asli Indonesia khususnya yang ada di Tangsel.
“Perguruan silat di Tangsel ini bukan sebagai persaingan, tapi bagaimana kita bisa bersama sama mempererat serta mempertahankan budaya warisan,” ujarnya.
Muksin menambahkan, dari kegiatan ini diharapkan akan melahirkan calon atlet untuk bisa mengikuti jenjang berikutnya seperti pertandingan MMA yang berasal dari Tangsel.
Sementara itu Irwan Taufik selaku ketua panitia menjelaskan, di Tangsel masih banyak potensi dari pencak silat yang bisa dirubah menjadi petarung profesional.
“Dari kegiatan Asta nantinya para pesilat ini bisa diseleksi untuk mengikuti kejuaraan atau pertandingan MMA,” katanya.
Jumlah peserta yang hadir untuk tarung sebanyak 80 orang dari 40 partai sedangkan untuk seninya ada 165 peserta dari tujuh Kecamatan yang ada di Tangsel.
“Kedepannya kita akan lanjut ketingkat Provinsi dan saya berharap banyaknya atlet profesional dari Tangsel melalui kegiatan ini,” pungkasnya.
Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yang hadir dalam kegiatan tersebut mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan seni budaya pencak silat dan Tangerang Selatan street fight ke 1 tahun 2019, semoga ajang seni budaya pencak silat dan Tangerang Selatan street fight yang ke 1 ini akan sukses.
“Salah satunya outcome nya juga diharapkan akan mampu untuk terus menjaga seni budaya pencak silat sebagai salah satu seni beladiri warisan budaya nusantara. Berbicara mengenai pencak silat atau silat, adalah seni tradisional yang berasal dari kepulauan nusantara. Namun dalam perkembangannya, pencak silat telah menjelma menjadi seni beladiri yang banyak digemari oleh negara-negara lain di dunia,” ungkapnya.
Airin berharap setiap perguruan seni bela diri pencak silat yang ada di Kota Tangsel, akan mampu berkontribusi dalam melahirkan para atlet pencak silat yang akan mampu mengharumkan nama bangsa dan negara di masa yang akan datang.
Namun bukan hanya ilmu beladirinya yang dapat menembus dunia, tetapi juga nilai-nilai yang melekat dengan pencak silat seperti sikap ksatria, tidak arogan, dan senang menolong orang lain, dapat terus dijadikan pegangan dan panduan dalam berkehidupan di tengah masyarakat.
“Saya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan seni budaya pencak silat dan tangerang selatan street fight ke-1 tahun 2019 ini, semoga kegiatan ini akan menghasilkan bibit-bibit baru petarung handal di Tangsel yang nantinya akan mengharumkan nama bangsa di ajang yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya.
Bisnis5 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Banten5 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis5 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis5 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Nasional5 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis5 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis5 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional5 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Ajak Industri Kreatif Perkuat Kolaborasi Strategis














