Connect with us

Lifestyle

Badai Sitokin, Kondisi Fatal yang Mengintai Pasien COVID-19

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Dampak COVID-19 memang lebih parah pada lansia, terutama bagi mereka yang telah menderita penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, dan penyakit paru. Akan tetapi, tidak sedikit pula laporan kematian akibat COVID-19 pada pasien berusia 20 atau 30-an. Para ilmuwan menduga penyebab kematian COVID-19 teresbut berkaitan dengan badai sitokin.

Sitokin merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sitokin seharusnya berfungsi melindungi tubuh dari infeksi. Namun, pada kondisi yang salah, keberadaan sitokin justru dapat membahayakan jiwa. Apa itu sitokin dan bagaimana kaitannya dengan COVID-19? Berikut penjelasan selengkapnya.

Fungsi sitokin sebelum terjadi badai sitokin pada infeksi COVID-19

Sumber: The Conversation

Sistem kekebalan tubuh terdiri dari banyak komponen. Ada sel-sel darah putih, antibodi, dan sebagainya. Tiap komponen bekerja sama untuk mengenali patogen (bibit penyakit), membunuhnya, dan membentuk pertahanan tubuh jangka panjang.

Agar dapat menjalankan fungsinya, tiap komponen pada sistem kekebalan tubuh harus berkomunikasi antara satu sama lain. Di sinilah peran sitokin dibutuhkan. Sitokin adalah protein khusus pembawa pesan antara sel 0pada sistem kekebalan tubuh.

Advertisement

Sitokin terbagi berdasarkan jenis sel yang memproduksinya atau cara kerjanya dalam tubuh. Ada empat macam sitokin, yakni:

  • Limfokin, diproduksi oleh sel limfosit-T. Fungsinya untuk mengarahkan respons sistem imun menuju daerah infeksi.
  • Monokin, diproduksi oleh sel monosit. Fungsinya untuk mengarahkan sel-sel neutrofil yang akan membunuh patogen.
  • Kemokin, diproduksi oleh sel sistem imun. Fungsinya untuk memicu perpindahan respons imun ke daerah infeksi.
  • Interleukin, diproduksi oleh sel darah putih. Fungsinya untuk mengatur produksi, pertumbuhan, dan pergerakan respons imun dalam reaksi peradangan.

Update Jumlah Sebaran COVID-19

Negara: Indonesia

Ketika SARS-CoV-2 memasuki tubuh, sel-sel darah putih akan merespons dengan memproduksi sitokin. Sitokin lalu bergerak menuju jaringan yang terinfeksi dan berikatan dengan reseptor sel tersebut untuk memicu reaksi peradangan.

Sitokin terkadang juga berikatan dengan sel darah putih lain atau bekerja sama dengan sitokin lain saat terjadi infeksi. Tujuannya tetap sama, yakni mengatur sistem kekebalan tubuh dalam membasmi patogen.

Advertisement

Saat terjadi peradangan, sel-sel darah putih akan bergerak menuju darah atau jaringan yang terinfeksi untuk melindunginya dari penyakit. Pada kasus COVID-19, sitokin bergerak menuju jaringan paru-paru untuk melindunginya dari serangan SARS-CoV-2.

Peradangan sebenarnya berguna untuk membunuh patogen, tapi reaksi ini juga dapat menimbulkan demam dan gejala COVID-19 lainnya. Setelah beberapa waktu, barulah peradangan mereda dan sistem imun tubuh dapat melawan virus dengan sendirinya.

Mengenal badai sitokin pada pasien COVID-19

penyakit gagal napas akut ARDS adalah

penyakit gagal napas akut ARDS adalah

Banyak pasien COVID-19 meninggal karena sistem kekebalan tubuhnya tidak mampu melawan infeksi. Virus pun memperbanyak diri dengan cepat, menyebabkan kegagalan beberapa organ sekaligus, dan akhirnya mengakibatkan kematian.

Namun, beberapa dokter dan ilmuwan menemukan pola tidak biasa pada sejumlah pasien COVID-19. Pasien-pasien ini mengalami gejala ringan, tampak membaik, tapi selang beberapa hari, kondisi mereka menurun drastis hingga kritis atau meninggal.

Advertisement

Dr. Pavan Bhatraju, dokter ICU di Harborview Medical Center Seattle, AS, menyebut hal ini dalam penelitiannya. Penurunan kondisi pasien umumnya terjadi setelah tujuh hari dan lebih banyak ditemukan pada pasien COVID-19 yang sehat dan masih muda.

Mereka meyakini bahwa penyebabnya adalah produksi sitokin yang berlebihan. Hal ini dikenal sebagai cytokine storm atau badai sitokin. Alih-alih melawan infeksi, kondisi ini justru dapat menyebabkan kerusakan organ dan berakibat fatal.

Sitokin normalnya hanya berfungsi sebentar dan akan berhenti saat respons kekebalan tubuh tiba di daerah infeksi. Pada kondisi badai sitokin, sitokin terus mengirimkan sinyal sehingga sel-sel kekebalan tubuh terus berdatangan dan bereaksi di luar kendali.

Paru-paru mengalami peradangan parah karena sistem kekebalan tubuh berusaha keras membunuh virus. Peradangan pun bisa terus terjadi meski infeksi sudah selesai. Selama peradangan, sistem imun juga melepas molekul bersifat racun bagi virus dan jaringan paru-paru.

Advertisement

Jaringan paru-paru pun mengalami kerusakan. Kondisi pasien yang tadinya sudah baik berakhir memburuk. Dr. Bhatraju mengatakan, pasien yang awalnya hanya memerlukan sedikit oksigen bisa saja mengalami gagal napas hanya dalam waktu semalam.

Dampak badai sitokin begitu drastis dan cepat. Tanpa penanganan yang tepat, fungsi paru-paru pasien dapat menurun hingga membuat pasien sulit bernapas. Di sisi lain, infeksi terus bertambah parah dan mengakibatkan kegagalan organ.

Menangani badai sitokin pada pasien COVID-19

cara menyimpan obat padat

cara menyimpan obat padat

Ada beberapa jenis obat yang dapat meredakan badai sitokin pada pasien COVID-19, salah satunya dikenal sebagai interleukin-6 inhibitors (IL-6 inhibitors). Obat ini bekerja dengan menghambat kerja sitokin yang memicu reaksi peradangan.

Meski perlu dikaji lebih dalam, laporan dari Prancis dan Tiongkok menunjukkan bahwa IL-6 inhibitors cukup berpotensi meredakan badai sitokin.

Advertisement

Pada satu kasus, seorang pasien yang sudah hampir menggunakan ventilator dapat bernapas lagi beberapa jam setelah mengonsumsi obat tersebut.

Pasien lain yang diberikan obat ini hanya sebentar menggunakan ventilator, padahal ia seharusnya memakai ventilator selama beberapa minggu. Saat ini, tugas para ilmuwan adalah memastikan bahwa IL-6 inhibitors memang efektif mengatasi badai sitokin.

Waspada, COVID-19 Bisa Menular Sebelum Gejala Muncul

Sementara itu, masyarakat dapat berperan aktif dengan melakukan upaya mencegah COVID-19. Lindungi diri Anda dengan mencuci tangan dan menjaga daya tahan tubuh.

Hindari pula interaksi dengan orang lain guna mengurangi risiko penyebaran COVID-19 yang dapat mengakibatkan badai sitokin pada beberapa orang.

Advertisement

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan6 jam ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional8 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport11 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport13 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis14 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis14 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis14 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis14 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis14 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis14 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis14 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis14 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis14 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis14 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis14 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis14 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis15 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis15 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan15 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional15 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer