Banten
Banten Kembangkan Gas Bio Sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan

Provinsi Banten melalui Dinas Pertambangan saat ini sedang mengembangkan gas bio sebagai sumber energi baru terbarukan.
“Pemanfaatan gas bio sebagai pengganti gas elpiji ini, terbukti sangat membantu masyarakat yang berlokasi di daerah terpencil yang jauh dari jangkauan agen elpiji,” kata Plt Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Banten Widodo Hadi, di Serang, Senin, (27/10/2014).
Menurut dia, program tersebut sudah dirintis Dinas Pertambangan Pemprov Banten sejak tahun 2013 dengan fokus mengembangkan gas bio sebagai energy alternatif.
Untuk tahap awal, kata dia, sebagai pilot project pengembangan energi alternatif ini dikembangkan di tiga daerah yaitu di Kabupaten Serang, Lebak dan Pandegelang.
“Ke depan kita memproyeksikan pembangunan projek percontohan ini dikembangkan lagi di 15 titik di seluruh daerah di Banten,” kata Widodo didampingi Kepala bidang Energi dan Ketenaga Listrikan Distamben Provinsi Banten Nana Suryana.
Lebih jauh dijelaskan Widodo, gas bio adalah gas yang dihasilkan melalui proses biologis yang dalam ilmu biologi gas disebut dengan methane (CH4).
Pembuatan gas bio, kata dia, sangat mudah diproduksi dan tidak membutuhkan biaya yang cukup mahal karena bahan bakunya berupa kotoran hewan ternak seperti sapi dan kerbau yang dicampur dengan air kemudian dimasukkan ke dalam tabung gas.
Oleh karena itu, kata dia, untuk sementara pihaknya baru memprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang memiliki hewan ternak untuk memudahkan warga dalam pemanfaatan limbah dari hewan ternak tersebut.
“Cukup dengan satu ekor kotoran sapi, sudah bisa menghasilkan gas. Namun, untuk tahap awal ini, pemanfaatan gas bio ini hanya baru sebatas untuk memasak saja, ke depan akan coba kita kembangkan juga untuk penerangan perumahan,” katanya.
Sementara Kepala bidang Energi dan Ketenaga Listrikan Distamben Provinsi Banten Nana Suryana memaparkan, peluang pengembangan gas bio di Banten ini cukup besar dan berdasarkan data tahun 2013, jumlah produksi sapi dan kerbau di Banten mencapai 650 ribu ekor.
Begitu besarnya potensi yang ada, kata Nana, hingga bila program ini dilakukan bersama-sama oleh seluruh masyarakat Banten terutama untuk menolong warga terpencil bisa menjadi energi alternatif pengganti minyak tanah, kayu bakar, gas elpiji untuk memasak bahkan bila dikelola dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik.
“Yang lebih penting lagi sisa limbah bio gas akan menghasilkan pupuk organik untuk budi daya tanaman sekaligus bisa menciptakan tambahan lapangan pekerjaan bagi warga pedesaan,” demikian Nana Suryana. (ant)
Nasional5 hari agoHadapi Era Digital, Dandim Manggarai Barat Tingkatkan Pengelolaan Website Resmi Kodim Lebih Aktif dan Informatif
Nasional7 hari agoUsai Presiden Prabowo Jadi Bahan Taruhan, Kementerian Komdigi Blokir Polymarket
Nasional6 hari agoMenhan Sjafrie Sjamsoeddin Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad
Pemerintahan5 hari agoSelain Hewan Kurban, Pemkot Tangsel Salurkan 10 Ribu Wadah Ramah Lingkungan
Bisnis5 hari agoSepanjang 2025, Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun
Pemerintahan5 hari agoWakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan Sembelih Sendiri Hewan Kurban
Sport5 hari agoPersita Tangerang Evaluasi Total Usai Musim Kompetisi 2025/26, Ahmed Zaki Iskandar Siapkan Pembenahan Besar
Pemerintahan5 hari agoIduladha 1447 H, Pemkot Tangsel Pastikan Pasokan Pangan Tetap Lancar























