Connect with us

Banten

Kain Baduy Diusulkan Jadi Seragam Wajib PNS Provinsi Banten

Published

on

Kain tenun, dan limar atau ikat kepala khas masyarakat Baduy, suku yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, akan dijadikan bahan pakaian seragam wajib PNS di lingkungan pemerintah Provinsi Banten.

“Kami akan mengusulkan pakaian yang wajib dikenakan para pegawai di Provinsi Banten, yakni batik khas Banten serta kain tenun dan lomar Baduy,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Endrawati di Serang, Senin (27/10).

Usulan penggunaan pakaian wajib bagi PNS itu, kata dia, untuk lebih menyosialisasikan pakaian khas Banten ke masyarakat.

Advertisement

Ia menyatakan sedang menyusun peraturan gubernur terkait kewajiban mengenakan pakaian khas tersebut, dan mudah-mudahan pada 2015 sudah bisa direalisasikan.
“Memakai pakaian khas itu tidak wajib tiap hari, tapi kita rencanakan hanya pada Kamis dan Jumat,” katanya.

Selain itu, kata dia, juga akan diusulkan agar para pegawai hotal yang ada di wilayah Provinsi Banten dapat mengenakan pakaian khas daerah tersebut.

Selain menginstuksikan menggunakan pakaian khas, untuk lebih mengenalkan Banten ke dunia international, lanjut Endra, pihaknya akan membuat galeri Banten di Bandara Soekarno Hatta Tangerang.

“Galeri ini sistemnya kita sewa ke pengelola bandara, nantinya galeri itu diisi berbagai macam oleh-oleh khas Banten, mulai dari cinderamata, kuliner dan pentas seni Banten,” ujarnya.

Advertisement

Untuk pengembangan dan promosi batik khas daerah itu agar dikenal meluas hingga seluruh mancanegara, pemprov memberikan dukungan kepada masyarakat yang akan memperkenalkan melalui pameran-pameran dan festival baik didalam negeri maupun diluar.

Terkait corak batik khas Banten, menurut dia, saat ini sudah ada 29. (Ant)

Advertisement

Populer