Pemerintahan
Benyamin Davnie: Kader Posyandu di Tangsel Bakal Dapat Tunjangan BPJS Ketenagakerjaan

Menyadari pentingnya kader kesehatan dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan anggaran khusus untuk alokasi biaya BPJS Ketenagakerjaan. Alokasi ini diberikan sebagai asuransi mobilitas kader saat berkerja.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat menghadiri acara peningkatan kapasitas kader Posyandu, di Serpong, Jumat (18/3).

Wali Kota Benyamin Davnie menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan kader. Sebagaimana merupakan panjang tangan dari pemerintah untuk masyarakat.
“Kader posyandu merupakan tangan kanan pemerintah untuk memastikan bahwa setiap bayi dan balita di Kota Tangsel bisa tumbuh dengan baik,” ujar Benyamin yang menambahkan jika hal itu yang membuat peran kader Posyandu sangat penting.
Seperti yang kita ketahui, masa depan Republik Indonesia berada di tangan anak-anak yang mungkin sekarang masih dalam proses tumbuh kembang. Karena itu pemerintah harus memastikan bahwa setiap kebutuhan tumbuh kembang itu bisa diterima oleh bayi dan balita.
Selain itu, saat ini Pemerintah juga sedang berusaha untuk mengurangi angka stunting pada bayi. Sehingga dibutuhkan informasi terhadap ibu hamil untuk menjaga gizi yang dikonsumsi agar bisa meminimalisir angka kelahiran stunting.
Fasilitas ini diberikan dalam rangka memotivasi kader agar tetap bersemangat bekerja dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan warganya. Agar lebih giat untuk memastikan tumbuh kembang ideal terhadap bayi dan balita.
“Tetap bersemangat, saya atas nama pemerintah Kota Tangerang Selatan juga sangat berupaya agar seluruh kesejahteraan kader bisa terpenuhi. Salah satunya jaminan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan,” pungkas Benyamin Davnie (red/fid)
Nasional1 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional2 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport1 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport1 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Bisnis2 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Sport1 minggu agoTimnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2
Bisnis2 minggu agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

































