Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengingatkan masyarakat pengguna transportasi umum untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Pasalnya, moda transportasi umum menjadi 1 dari 3 ruang publik yang berpotensi sebagai kluster baru penyebaran COVID-19, selain kantor dan restoran, karena sulitnya menerapkan jaga jarak aman selama didalam kendaraan umum.
“Salah satu yang paling penting diperhatikan, ketika kita berada disituasi berisiko tinggi seperti ketika kita hendak dan saat menggunakan angkutan umum, perlindungan kesehatan individu juga merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk para pengguna moda transportasi baik darat, laut maupun udara,” kata Reisa dalam keterangannya di Graha BNPB, Jakarta, Rabu sore (1/7).
Dalam Survey Sosial Demografi Dampak COVID-19 yang dilakukan BPS, Reisa menyebutkan banyak masyarakat yang belum patuh melakukan jaga jarak fisik selama didalam kendaraan umum.
“Baru 38,11% yang telah melakukan jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang lain, bahkan sebagian mengaku tidak menerapkan jaga jarak fisik,” terangnya.
Untuk itu, ia menekankan kepada calon penumpang kendaraan umum untuk selalu waspada dan senantiasa menerapkan 7 protokol kesehatan saat berada di transportasi umum. Protokol tersebut dirumuskan oleh Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Perhubungan untuk melindungi pergerakan masyarakat agar dapat kembali produktif namun tetap aman dari COVID-19.
Ketujuh protokol tersebut yakni :
1. Pastikan dalam kondisi sehat, jika merasa kurang sehat sebaiknya tetap di rumah
2. Jika menggunakan transportasi umum, sebaiknya gunakan transportasi umum yang berpenumpang terbatas
3. Selalu gunakan masker
4. Jaga kebersihan tangan dengan rutin cuci tangan atau pakai hand sanitizer
5. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut
6. Patuhi imbauan untuk menerapkan jaga jarak fisik
7. Jika kondisi kendaraan padat, penggunaan faceshield dan masker sangat direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan
Reisa menilai keberhasilan memasuki adaptasi kebiasaan baru sangat bergantung pada kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan yang ada. Dia berharap masyarakat tidak lengah, sehingga tidak terjadi penambahan kasus yang semakin tinggi. (red)
Nasional1 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport1 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional1 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport1 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport6 hari agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober
Bisnis1 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Bisnis1 minggu agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi












