Seluas 10 ribu bidang tanah yang ada di dua Kelurahan di Kecamatan Ciputat telah di Sensus oleh Tim gabungan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang Selatan dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tangerang Selatan.
Hal ini terungkap dalam Evaluasi Kerja Sensus PBB dan Pertanahan di Kecamatan Ciputat, Tangsel pada Kamis, 21 Juli 2016.
Kepala Kantor BPN Kota Tangsel, Alen Saputra mengatakan, 10 ribu bidang tanah yang telah disensus berada di Kelurahan Sawah dan Sawah Baru. “Kita telah melakukan pendataan 10 ribu bidang tanah, dan akan berlanjut di Kelurahan Jombang dan Kelurahan lainnya yang belum didata,” ungkapnya.
Lanjutnya, dari Pendataan ini ada beberapa kendala seperti warga yang tidak ada di tempat ketika petugas sensus datang dan ada beberapa bidang tanah yang telah berubah fungsi dan masih tanah waris.
Sementara Alen mengatakan sensus pertanahan yang pertama dilakukan di Indonesia ini akan selesai dalam enam bulan ke depan atau pada bulan Desember 2016. “Kami usahakan selesai bulan awal bulan Desember,” imbuhnya.
Alen menjelaskan, sensus pertanahan ini untuk melakukan pendataan tanah secara yuridis dan fisik secara keseluruhan di wilayah Kecamatan Ciputat yang juga melibatkan DPPKAD Tangsel, Kecamatan, Kelurahan, RT/RW dan Karang Taruna setempat.
Alen mengatakan nantinya akan ada 57.000 bidang tanah yang akan di sensus di wilayah Kecamatan Ciputat.
“Artinya masyarakat Ciputat mendukung apa yang kami dan Pemda lakukan. Karena, tujuan dari sensus pertanahan ini adalah untuk mendata seluruh kepemilikan tanah yang ada di Kota Tangsel, khususnya Kecamatan Ciputat yang terbagi atas penggunaan, pemanfaatan dan kepemilikan tanah agar tidak lagi terbit sertifikat ganda,” ujarnya.
Alen menjelaskan, untuk melakukan sensus pertanahan ini ada tahapan yang harus diisi oleh pemilik tanah, seperti mengisi kuisioner yang akan dilakukan oleh petugas sensus. Jika tahun ini wilayah Ciputat berhasil, maka nantinya ada tiga kecamatan lagi yang akan dilakukan sensus pertanahan.
“Kalau belum ada yang memiliki sertifikat, kami akan berkomunikasi dengan Pemda untuk anggarkan sertifikat secara gratis dan hal ini sangat menguntungkan, karena semakin banyak perputaran uang di daerah Tangsel,” jelasnya.
Alen pun optimis, sensus yang dilakukan ini akan selesai diakhir tahun ini. “Kita optimis sebanyak 57.000 bidang tanah ini akan selesai disensus di akhir tahun ini,” pungkasnya.
Sementara Kepala Bidang PBB dan BPHTB pada DPPKAD Tangsel Indri Sari Yuniandri menjelaskan, ada 60 petugas sensus yang turun di Kecamatan Ciputat. “Petugas ini melakukan sensus secara tersebar yakni untuk satu tim sebanyak 4 orang di setiap RTnya,” jelasnya.
Pendataan yang dilakukan berupa pendataan bidang tanah, berupa ukuran, kepemilikan, status kepemilikan, KTP, Kartu Keluarga, Perbaikan alamat dan sebagainya.
“Jika ini selesai dan sukses, tahun depan akan kita lakukan pendataan untuk kecamatan lainnya,” ungkapnya. (rls/ts)
Bisnis4 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Tangsel3 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan3 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan3 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan3 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026














