Memiliki properti di kota besar yang menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan perekonomian serta Infrastruktur lengkap tentu menjadi impian. Memiliki karakteristik lebih menonjol dari segi kesejahteraan dan infrastruktur, kota besar seperti Jakarta dan Bandung dibanjiri oleh permintaan yang tinggi sehingga harga tanahnya terus meroket. Tapi jangan salah, sejumlah lokasi di sekitar kota besar ini juga laris diburu sehingga layak menjadi tujuan investasi properti Anda:
Tangerang Selatan
Setelah menjadi kota otonom pada tahun 2008, pamor Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil melejit hingga saat ini. Terdiri dari 7 kecamatan diantaranya Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara, dan Setu, daerah ini kian baik dari segi infrastruktur. Kota termuda di Provinsi Banten yang baru berumur 8 tahun pada 26 November 2016 tahun lalu itu membuktikan kesuksesan pembangunannya dengan menjadi area bidikan para pengembang properti.
Berdirinya township BSD City misalnya, tak kalah dari kota mandiri di Bekasi dan Tangerang. Lokasi strategis di pinggiran Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipersingkat melalui akses Tol JORR sehingga animo para pencari properti semakin ramai. Terbukanya lapangan pekerjaan melalui berbagai sentra komersial yang didukung oleh tingginya daya beli masyarakat juga semakin mengukuhkannya sebagai kota mandiri.
Jumlah penduduk pun meningkat bukan hanya akibat pertumbuhan alamiah, melainkan juga dari arus pendatang yang bermukim dan berinvestasi. Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan ibukota, harga tanahnya melonjak hingga 300 % per tahun. Kawasan ini pun menjadi alternatif permukiman bagi pasangan muda, terlihat dari populasi penduduk paling banyak yakni usia 25-29 tahun dengan persentase 10,61 persen.
Purwakarta
Dilintasi oleh Jalan Tol Cipularang, jarak tempuh dari Purwakarta hanya sekitar 2 jam menuju Bandung atau Jakarta. Tak haya mobilitas orang, kemudahan aksesnya tentu menguntungkan bagi kelangsungan industri. Di samping itu, pengembangan Situ Buleud dengan menampilkan air mancur spektakuler terbesar di Asia Tenggara bernama Taman Sri Baduga menjadi hiburan gratis yang juga berhasil menyerap wisatawan. Hebatnya, The Dancing Fountain dirancang oleh putra asli Purwakarta, Hery Sugihardi dan digadang-gadang mampu menandingi atraksi Time of Wings di Singapura, Dubai, Belgia, dan Tiongkok.
Meningkatnya infrastruktur dan tata kota dapat menjadi stimulus investasi sehingga berpengaruh terhadap taraf hidup masyarakat. Kemajuan industri yang dibalut dengan infrastruktur mumpuni turut pula menyuburkan proyek properti. Menyangkut harga, rata-rata rumah terendah dibanderol pada kisaran 2 juta rupiah dan paling tinggi 7,5 juta rupiah per meter persegi. Saat ini saja Purwakarta berhasil merajai penjualan rumah pasar menengah kebawah di koridor timur Jakarta, mengungguli Cikarang, Bekasi, dan Jakarta Timur. (kts)
Sport2 hari agoHasil Akhir Persija Jakarta vs Persib Bandung1-2 di BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-32
Opini4 hari agoKetika Makanan Juga Relasi
Banten2 hari agoHasil Persita Tangerang vs Persijap Jepara 0-3 di BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-32
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie Lanjutkan Program Bedah Rumah, Targetkan 329 Unit Diperbaiki Sepanjang 2026
Sport3 hari agoHasil Persija vs Persib Babak Pertama 1-2: Brace Adam Alis Bawa Maung Bandung Unggul
Techno4 hari agoAplikasi HRD Terbaik di Indonesia untuk Tingkatkan Efisiensi Pekerjaan HR hingga 80 Persen
Sport2 hari agoKlasemen Persib Bandung Usai Kalahkan Persija Jakarta Kokoh di Puncak BRI Super League 2025/2026
Banten3 hari agoPersita vs Persijap: Pendekar Cisadane Incar Rekor Poin, Carlos Pena Waspadai Laskar Kalinyamat












