Mabes Polri melalui akun media sosial Divisi Humas Polri memberikan klarifikasi. Menurut Polri, foto itu hoaks. “HOAX atau TIDAK BENAR,” tulis akun Divisi Humas Polri yang diunggah, Senin (19/8).
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
=============================================
Kategori : KLARIFIKASI
=============================================
Beredar informasi adanya seorang mahasiswa Papua di Surabaya yang meninggal dunia akibat dipukul aparat TNI-Polri. Informasi ini menyebar di jejaring media sosial.
=============================================
PENJELASAN
Mabes Polri melalui akun media sosial Divisi Humas Polri memberikan klarifikasi. Menurut Polri, foto itu hoaks.
“HOAX atau TIDAK BENAR,” tulis akun Divisi Humas Polri yang diunggah, Senin (19/8).
Menurut penjelasan Polisi, foto tersebut adalah korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal di Jalan Trikora. Tepatnya di depan TK Paut DOK V Atas Distrik Jayapura Utara, Selasa (19/2) pukul 07.30 WIT.
Polisi mengingatkan, penyebar berita hoaks akan dijerat dengan Pasal 45 UU RI No 19 tahun 2016 tentang UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.
Massa di Manokwari, Papua Barat, mengamuk dan melakukan pembakaran di kompleks kantor gubernur. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan aksi massa itu dipicu hoax adanya korban meninggal akibat insiden di Surabaya.
“Kejadian di Surabaya dan Malang hanya peristiwa kecil yang sudah dilokasir dan diselesaikan Muspida terkait. Ibu Gubernur, Kapolda, dan Pangdam,” kata Tito di Mapolda Jatim, Senin (19/8/2019).
Peristiwa di Surabaya yang dimaksud merupakan peristiwa pengamanan mahasiswa di asrama Papua yang ada di kota itu pada Sabtu (17/8). Peristiwa itu bermula dari isu mengenai perusakan bendera Merah Putih yang dipasang di asrama. Sebelum polisi melakukan penangkapan, massa menggunakan atribut ormas lebih dulu melakukan pengepungan asrama.
Tito mengatakan, setelah peristiwa di Malang dan Surabaya itu bisa dilokalisasi, kemudian muncul kabar bohong yang membuat keruh suasana.
“Tapi muncul mengenai kata-kata kurang etis, ada juga hoax gambar seolah-olah gambar adik kita meninggal ini berkembang ada yang mengembangkan,” tutur Tito.
“Berkembang di Manokwari dan Jayapura terjadi mobilisasi massa, jadi saya meminta saudara-saudara kita di Papua, jangan terpancing berita tidak benar,” sambung mantan Kapolda Papua ini.



REFERENSI :
https://www.instagram.com/p/B1VB8zfJufk/
https://www.facebook.com/poldapapuaofficial/photos/a.1938767599741578/2449351508683182/?type=3&theater
https://www.merdeka.com/peristiwa/polisi-sebut-foto-mahasiswa-papua-di-surabaya-tewas-dipukuli-hoaks.html
https://news.detik.com/berita/d-4671601/kapolri-ada-hoax-korban-tewas-yang-picu-mobilisasi-massa-di-manokwari
Banten1 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional5 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Sport5 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional5 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional5 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf











