Hoaks yang sudah diklarifikasi oleh sumber awalnya. Sama seperti isu pada tahun 2017 lalu, membal BUKAN karena plastik tetapi karena kandungan Amilopektin dan Amilosa.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
KATEGORI
Konten yang Menyesatkan.
SUMBER

Pesan berantai WhatsApp.
======
NARASI
Cek video.
======
PENJELASAN
(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Menyesatkan
Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”.
* SUMBER membagikan isu beras dicampur plastik yang sebelumnya sudah diklarifikasi oleh sumbernya.
(2) Sesuai dengan yang dinarasikan di video, “pas lagi ada viral dari TNI yang menangkap basah” dan “tanggal 8 bulan Januari 2020 jam 15:40”, pada tanggal 8 oknum TNI yang menyebutkan mengenai beras palsu sudah melakukan klarifikasi setelah diperiksa oleh BPOM:
* Liputan6.com: “Saat klarifikasi oknum anggota TNI, Kopda Harmin menyatakan permohonan maaf usai videonya mempertanyakan keaslian beras di warung makan tersebar luas. Dia menyatakan, sikapnya sebagai bentuk perlindungan kepada warganya karena posisinya sebagai Babinsa.”
Selengkapnya di “Akhir Video Viral Beras Palsu Oknum TNI” http://bit.ly/2srkOsE / http://archive.md/4H2Ge (arsip cadangan).
======
REFERENSI
(1) CNN: “”Video yang telah meresahkan masyarakat dalam menimbulkan kekhawatiran seharusnya diklarifikasi dulu ke instansi terkait sebelum diviralkan,” kata Plt Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Sultra I Made Guyasa di kantor BPOM Kendari, Rabu (8/1).”
Selengkapnya di “Tebar Hoaks Soal Beras Palsu, Babinsa di Kendari Minta Maaf” http://bit.ly/30jzVki / http://archive.md/gVfKc (arsip cadangan).
(2) Beberapa artikel klarifikasi yang berkaitan dengan isu beras palsu pada tahun 2017:
* detikHealth: “Konsultan gizi Leona Victoria Djajadi menjelaskan amilosa dan amilopektin adalah dua komponen penyusun utama pati. Semakin tinggi kandungan amilosa dan amilopektin yang dimiliki oleh suatu jenis beras maka nasinya akan semakin memiliki sifat keras dan lengket.”
Selengkapnya di “Bukan karena Plastik, Nasi Bisa Membal karena Amilosa dan Amilopektin” http://bit.ly/35Jx3yg / http://archive.md/gjNBu (arsip cadangan).
–
* detikHealth: “Prof Hardinsyah menjelaskan biaya bahan baku biji plastik bisa sekitar Rp 15 ribu sampai 26 ribu per kilogram, belum lagi ditambah biaya pengolahannya. Jumlah biaya tersebut lebih mahal dari beras biasa. “Kalau mau menipu dan meraup untung tidak mungkin dari bahan pengganti yang lebih mahal,” kata Prof Hardin.”
Selengkapnya di “Ahli Gizi Sebut Keberadaan Beras Plastik Tidak Masuk Akal” http://bit.ly/2uOoHc1 / http://archive.md/CkpaA (arsip cadangan).
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport3 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM
Sport3 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport3 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport3 hari agoJadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga
Nasional7 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Politik1 minggu agoWI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik
Sport3 hari agoTiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID







