Postingan akun Facebook Bilal Ar Robah yang mengunggah tampilan layar dari berita cnnindonesia.com dengan tambahan narasi yang intinya mengatakan Ketua KPU, Arief Budiman mengaku disuap Megawati dengan sejumlah uang Rp. 2 triliun dan sudah mendapat 958 respon, 352 komentar dan dibagikan 2,9 ribu kali ketika tampilan layar diambil adalah tidak benar adanya.
Diketahui judul berita yang asli dari cnnindonesia.com tersebut adalah “Ketua KPU Mengaku Dapat Ancaman Selama Pemilu 2019” yang ditayangkan pada Kamis, 13 Juni 2019 dan foto dalam artikel tersebut merupakan karya Jurnalis Antara, Indrianto Eko Suwarso.
KATEGORI: Misleading Content
SUMBER: Media Sosial Facebook
=====
NARASI:
“Arief budiman sudah mulai pasang kuda-kuda lur. Takut kena ciduk KPK, arief budiman mengaku di suap megawati 2 trilyun dan di ancam agar memenangkan partainya di pilplres 2019,” unggah akun Facebook Bilal Ar Robah, Sabtu (11/1).
=====
PENJELASAN:
Akun Facebook Bilal Ar Robah mengunggah screenshot atau tampilan layar dari media daring cnnindonesia.com. Dalam tampilan layar tersebut tampak foto Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman.
Selain mengunggah tampilan layar tersebut, akun Facebook Bilal Ar Robah juga menambahkan narasi yang berbunyi sebagai berikut.
“Arief budiman sudah mulai pasang kuda-kuda lur. Takut kena ciduk KPK, arief budiman mengaku di suap megawati 2 trilyun dan di ancam agar memenangkan partainya di pilplres 2019,” unggah akun Facebook Bilal Ar Robah, Sabtu (11/1).
Setelah dilakukan penelusuran melalui mesin pencari, diketahui unggahan tampilan layar dari akun Facebook Bilal Ar Robah berasal dari dari artikel cnnindonesia.com yang berjudul “Ketua KPU Mengaku Dapat Ancaman Selama Pemilu 2019”. Artikel ini ditayangkan pada Kamis, 13 Juni 2019, dengan foto yang disematkan berasal dari Fotografer Antara, Indrianto Eko Suwarso. Didalam artikel ini tidak ada redaksi yang berbunyi Ketua KPU, Arief Budiman mengaku disuap Megawati dengan jumlah uang Rp. 2 triliun.
Berikut isi lengkap artikelnya:
Ketua KPU Mengaku Dapat Ancaman Selama Pemilu 2019
CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 17:02 WIB
Ketua KPU Arief Budiman mengaku mendapat ancaman lebih masif selama penyelenggaraan Pemilu 2019 dibanding pada 2014 saat menjadi komisioner. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengaku mendapat ancaman selama penyelenggaraan Pemilu 2019. Ancaman yang diterima lebih masif dibanding saat menjadi Komisioner KPU pada 2014.
“Kualitas ancamannya, kualitas tekanannya, tapi kalau sekarang kan lebih masif di media sosial. Jadi tiap hari ya bukan hanya ratusan, tapi mungkin bisa ribuan yang keberatan, mencaci maki, mengolok-olok,” kata Arief saat dihubungi wartawan, Kamis (13/6).
Ia mengaku ancaman-ancaman kepada dirinya dilancarkan via pesan singkat kepada dirinya. Namun, sejauh ini belum ada ancaman yang dilakukan secara serius.
Kendati mendapat banyak ancaman, ia merasa masih aman dengan kondisi saat ini. Apalagi, menurut dia, setiap komisioner KPU mendapat perlindungan khusus dari kepolisian.
“Ada petugas kepolisian yang bersama kami, ada petugas kepolisian yang di-stand by-kan di kantor dan ada yang ditempatkan di rumah dinas,” ucap Arief.
Ia juga menegaskan hingga kini belum ada gangguan apa pun yang bersifat mengkhawatirkan. “Yang penting kita merasa nyaman, sampai hari ini tidak ada gangguan apapun,” ujarnya. (dhf/agi)
=====
REFERENSI:
1. https://archive.md/E7Qbz
2.https://web.facebook.com/groups/276665096312116/permalink/514540072524616/
3.https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190613154931-32-403060/ketua-kpu-mengaku-dapat-ancaman-selama-pemilu-2019?
Nasional7 hari agoMenaker Yassierli Tekankan Pentingnya Perusahaan Sesuaikan Tugas Magang dengan Latar Pendidikan Peserta
Sport7 hari agoPersija Jakarta Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta 1-1 di Gianyar
Sport7 hari agoPrediksi Persita Tangerang vs Bali United: Misi Bangkit Pendekar Cisadane, Serdadu Tridatu Tetap Percaya Diri
Pemerintahan6 hari agoLakukan Penanganan Terpadu, Pilar Saga Ichsan Turun Langsung Tinjau Genangan di Jalan Puspiptek
Nasional4 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Pemerintahan5 hari agoPilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan Normalisasi Drainase Hingga Penataan Kawasan Melati Mas
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan Tangsel One, Akses Layanan Kini Cukup Lewat WhatsApp Berbasis AI
Bisnis4 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD













